Wanita yang Percaya 3 Kebohongan Ini Paling Sulit Menemukan Cinta | Clayton Olson

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Kita semua mendusta kepada diri sendiri tentang beragam perihal dalam hidup. Kita berpura-pura bahwa masalah tertentu tidak mengganggu kita, alias kita menyatakan bahwa vitamin dimulai pada hari Senin. Ini adalah perihal nan manusiawi untuk dilakukan, apalagi ketika kita sadar sepenuhnya bahwa ketidakejujuran nan paling mau kita percayai mungkin menghalangi kita melakukan apa nan paling kita inginkan. Bagi wanita nan mencoba mencari langkah untuk menemukan cinta sejati dalam hubungan nan senang dan sehat, ada tiga “tip” kencan umum nan merupakan ketidakejujuran nan merusak nan hanya menghancurkan nilai diri mereka dan menyabot kesempatan mereka untuk menemukan apa nan mereka dambakan dan layak dapatkan. .

Mitos-mitos ini berasal dari ketidakejujuran mini dan bisa berubah menjadi masalah besar — ​​setidaknya, selama Anda berpikir kehilangan cinta sejati adalah masalah besar, dan jika Anda bertanya-tanya gimana menemukan cinta, saya rasa Anda juga mengalaminya! Jika Anda selama ini mencoba mengikuti salah satu tip berkencan umum untuk wanita ini, Anda mungkin secara tidak sadar telah sangat mengurangi kesempatan Anda untuk menemukan cinta sejati dalam hubungan nan sehat.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

TERKAIT: 10 Kesalahan Terbesar nan Dilakukan Wanita Saat Mencari Cinta

Wanita nan mempercayai 3 ketidakejujuran ini paling susah menemukan cinta:

1. “Aku kudu mencintai diriku sendiri terlebih dulu sebelum saya bisa mencintai orang lain.”

Kebohongan pertama nan diyakini wanita adalah bahwa mereka kudu mencintai diri sendiri sebelum bisa menjalin hubungan nan sehat dengan pria. Akibatnya, mereka menolak untuk menjalin suatu hubungan sebelum mereka merasa percaya diri. Hal ini merugikan wanita dalam dua hal: pertama-tama, memproyeksikan sesuatu terlalu jauh ke masa depan adalah sebuah masalah – setiap kali Anda menunda X hingga Y terjadi, Anda menyiapkan diri untuk menyesal.

Masalah lainnya adalah langkah berpikir seperti ini menghalangi wanita untuk memandang hubungan sebagai sarana untuk mencintai diri sendiri pada tingkat nan lebih tinggi. Hubungan nan baik dapat menjadi sarana tersebut — hubungan nan memberikan dorongan untuk membikin wanita berkembang. Pasangan Anda bisa mengajari Anda langkah mencintai diri sendiri dengan lebih utuh. Dalam hubungan nan berfaedah sehat, perihal ini terjadi secara alami.

TERKAIT: 10 Kesalahan Terbesar nan Dilakukan Wanita Saat Mencari Cinta

2. “Sangat lemah berjuntai pada laki-laki.”

Kebanyakan wanita mengatakan pada diri mereka sendiri bahwa berjuntai pada laki-laki lantaran argumen nan baik adalah perihal nan lemah – mereka pernah dikecewakan di masa lalu. Dan saya tidak berbincang tentang berjuntai pada seorang laki-laki untuk menulis penghasilan Anda alias memberi Anda makan. Kita berbincang tentang tingkat nan lebih dalam ialah keahlian untuk lengah dan membiarkan cinta masuk. Ketika Anda berada dalam hubungan nan penuh cinta dan berkomitmen, ketergantungan tidaklah jelek asalkan hubungan tersebut berkarakter dua arah (yaitu, hubungan nan saling menguntungkan). manusia berjuntai padamu juga!).

Ketergantungan itu original dan autentik serta memungkinkan Anda terbuka terhadap kemungkinan seseorang mendukung Anda, dan itulah jalan menuju kebahagiaan selamanya dalam hubungan nan sehat. Bergantung pada pasangan Anda, perihal itu menginspirasi mereka untuk menjadi kuat. Ini juga menunjukkan bahwa Anda memercayai mereka. Percaya alias tidak, dibutuhkan lebih banyak kekuatan untuk membuka diri agar berjuntai pada seseorang daripada tetap menjaga pulau Anda.

TERKAIT: 6 Kesalahan Tak Disengaja nan Dilakukan Wanita nan Membuat Mereka Tetap Lajang

3. “Jika saya cukup baik, dia bakal berubah demi saya.”

Kebohongan ini adalah nan paling susah dihilangkan, dan paling umum. Banyak wanita percaya bahwa jika mereka mengubah diri mereka, laki-laki bakal mengikuti jejaknya. Apa nan mereka lakukan adalah mengambil terlalu banyak tanggung jawab terhadap karakter pasangannya (atau mengejar laki-laki nan tidak siap secara emosional). Hal ini memaksa wanita untuk menetap dalam hubungan nan nyaris tidak bernafas. Ingat, hubungan terbaik bukanlah tentang mengubah orang; mereka tentang mencintai mereka apa adanya.

Cerita Terkait Dari YourTango:

TERKAIT: 13 Kebohongan Kecil nan Diceritakan Orang nan Takut Cinta

Clayton Olson adalah Pelatih Hubungan Internasional, Praktisi Grasp NLP, dan Fasilitator nan berspesialisasi dalam kencan, pemberdayaan laki-laki dan wanita, nilai diri, dan transisi kehidupan. Dia mempunyai pengalaman 20 tahun bekerja untuk mengoptimalkan perilaku manusia dan dinamika relasional.

www.yourtango.com

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita