Wakil Ketua Komisi VIII Ini Usulkan Pembangunan Folder Air, untuk Atasi Banjir Tahunan di Kabupaten Bandung

Sedang Trending 5 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Bandung, SekitarKita.id – Tubagus Ace Hasan Syadzily Wakil Ketua Komisi VIII DPR mengusulkan pembangunan folder-folder air baru untuk atasi banjir tahunan nan selalu merendam Kabupaten Bandung.

Dari berkas air ini, dengan tujuan agar dapat mengurangi akibat banjir saat debit air sangat tinggi, sehingga tidak lagi terjadi Banjir tahunan.

Kang Ace, sapaan berkawan Tubagus Ace Hasan Syadzily ini, menuturkan, bahwa di Jabar khususnya Kabupaten Bandung memang sangat rawan musibah lantaran kontur alam banyak gunung dan dilintasi oleh sejumlah sungai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tubagus Ace Hasan Syadzily Wakil Ketua Komisi VIII DPR saat membersihkan usulan

Tiga hari lalu, Kang Ace melanjutkan, curah hujan nan sangat tinggi sehingga mengakibatkan musibah banjir. Ini perlu penanganan khusus. Karena dari itu ada enam kecamatan nan terdampak, dan 26.000 penduduk kudu mengungsi.

Tentu ini kudu menjadi perhatian semua pihak. Sebetulnya, Presiden Jokowi dan Bupati Bandung telah meresmikan kolam retensi di Cieunteung, Andir, dan juga di Kota Bandung. Seharusnya kolam retensi itu bisa menangani 70 persen debit air.

“Tetapi kemarin, rupanya ini (kolam retensi nan telah dibangun) belum bisa menyerap air nan begitu tinggi,” kata Kang Ace, saat memberikan sambutan dalam rapat koordinasi penanggulangan musibah banjir 2024 di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Saat musibah banjir terjadi, lanjut Kang Ace, kebetulan sedang berada di Kertasari, wilayah nan jadi pusat perhatian Kodam Siliwangi. Terutama Situ Cisanti.

Menurutnya, Saat banjir terjadi, kepala desa menyampaikan musibah itu telah 5 tahun terakhir kembali terjadi. Salah satu penyebabnya, beberapa dataran tinggi di Kertasari, sudah kembali ditanami oleh tanaman nan tidak mempunyai akar kuat. Sehingga, sedimentasi kembali terjadi.

“Ketika saya datang ke Dayeuhkolot, Ciparay, Bojongsoang, Tegalluar, banyak nan terkena banjir. Sabtu saya keliling, rupanya prasarana untuk penanganan banjir belum tuntas. Folder-folder air nan telah dibangun belum bisa menampung saat debit air tinggi,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Jabar itu.

Karena itu, tutur dia, dalam jangka menengah, lakukan normalisasi tanggul Cigede nan jebol. Kang Ace telah berkomunikasi dengan Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Machmudin), terutama penanganan banjir di Kota Bandung.

Tanggul Cikapundung nan jebol itu diperbaiki dan bakal berkoordinasi dengan kementerian untuk menormalisasi aliran Sungai Cikapundung nan hilirnya ke Sungai Citarum.

Untuk penanganan jangka panjang, kata Kang Ace, wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar 2 (Kabupaten Bandung-Bandung Barat) ini, segera susun kreasi untuk membangun folder-folder air baru alias embung.

Termasuk nan paling krusial mengaktivasi kembali program Kodam III Siliwangi, Citarum Harum, normalisasi DAS Citarum. Terutama dataran-dataran tinggi di hulu jangan ditanami tanaman lunak agar tidak terjadi sidementasi.

“Penanganan musibah banjir Kabupaten Bandung tidak bisa ditangani secara parsial, kudu komprehensif. Dari hulu, aliran sungai, hingga mendasain agar genangan air tidak terlalu lama,” ucapnya.

Dalam kesempatan aktivitas nan sama, Bupati Bandung Dadan Supriatna membenarkan, bahwa saat ini Kabupaten Bandung berstatus darurat musibah banjir.

Dari perihal tersebut para pengungsi telah ditempatkan di letak pengungsian SMPN 1 Dayeuhkolot. Dan Pemkab Bandung telah menyalurkan support makanan dan kebutuhan dasar mereka.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum juga telah melakukan upaya penanggulangan sementara. Terutama menangani tanggul Cigede nan jebol.

“Pada prinsipnya, Kabupaten Bandung dengan luas wilayah 174.000 hektare dan berpenduduk 3,3 juta jiwa, sehingga sangat padat. Setiap musim hujan, debit air sangat tinggi. Air datang dari selatan, Cisanti, dan utara. Titik kumpulnya (air) di Dayeukolot,” kata Bupati Bandung.

Kondisi ini, ujar Dadang Supriatna, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan langkah-langkah ikhtiar untuk mengatasi musibah banjir tahunan nan melanda Kabupaten Bandung. Salah satunya, membangun embung penampung air di Andi, Kecamatan Baleendah.

“Kami juga kembali menyampaikan usulan membangun enam waduk ke Dirjen PUTR di wilayah Tegalluar. nan terhormat Kang Tubagus Ace, tolong dibantu. Tegalluar itu wilayah saya. Kalau Rancaekek-Cicalengka itu banjir, wilayah Tegalluar itu kakeueum (terendam),” ujar Dadang Supriatna.

Di Kabupaten Bandung, tutur Bupati, terdapat tiga kecamatan nan sampai saat ini tetap rawan musibah banjir. Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang. “Setelah pembuatan waduk alias embung di Andir dan Curug Jompong, banjir paling lama 3 hari. Sebelumnya, bisa selama 2 minggu lebih,” tutur Bupati.

Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Erwin Djatniko mengatakan, Kodam III Siliwangi datang untuk membantu mengatasi kesulitan nan dialami masyarakat. Sebab, TNI berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

“Salah satunya penanggulangan bencana. Diminta alias tidak diminta, prajurit Kodam Siliwangi bakal datang membantu rakyat. Kami siapkan dapur lapangan untuk menyediakan 510 balut makanan bagi pengungsi,” kata Pangdam Siliwangi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, Komisi VIII DPR merupakan mitra BNPB. Selama ini, BNPB banyak dibantu oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR Tubagus Ace Hasan Syadzily. “Mudah-mudahan beliau (Tubagus Ace Hasan Syadzily) tetap menjadi wakil kita semua,” kata Kepala BNPB.

Letjen TNI Suharyanto menyatakan, musibah banjir cukup berdampak. Puluhan ribu terendam Jumlah pengungsi mulai berkurang setelah banjir mulai kering di beberapa wilayah. Namun curah hujan tetap tinggi dan bakal berjalan sampai beberapa bulan ke depan. Ini kudu diwaspadai.

“Tiga tahun terakhir, Jawa Barat ranking 1 musibah alam. Karena, kondisi alam berbukit-bukit, jumlah masyarakat Jabar pun tertinggi di Indonesia. Kita kudu mewaspadai musibah alam nan kemungkinan bakal terjadi beberapa bulan ke depan,” ujar Letjen TNI Suharyanto.

BNPB, tuturnya, bekerja sama dengan BMKG dalam melakukan modifikasi cuaca. Jika saat musim tandus dan El Nino, modifikasi cuaca nan dilakukan adalah agar turun hujan. Saat ini, modifikasi untuk mengurangi curah hujan. “Dengan modifikasi curah hujan dapat dikurangi, nan tadinya lebat, menjadi ringan,” tutur Kepala BNPB.

Letjen TNI Suharyanto mengatakan, masa tanggap darurat musibah banjir di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung disarankan hanya cukup tujuh hari. Sebab, pengungsi sudah semakin berkurang.

“Seenak apa pun tinggal di pengungsian, di tenda, pasti lebih lezat di rumah. Dalam 7 hari ini, tolong pastikan betul, kebutuhan dasar para pengungsi terjamin,” ucap Letjen TNI Suharyanto.

Setelah masa tanggap darurat selesai, ujar Kepala BNPB, masuk masa transisi, rehabilitasi dan rekonstruksi. Tadi telah dibicarakan tentang rehabilitas dan rekonstruksi secara terbatas dengan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Tubagus Ace Hasan Syadzily, Bupati Bandung Dadang Supriatna, dan Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Erwin Djatniko.

“Kami memikirkan langkah nan bakal dilakukan untuk mengatasi musibah banjir ini agar tak terus berulang,” ujar Kepala BNPB.

Seusai acara, Kang Ace berbareng Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Erwin Djatniko, dan Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau letak banjir di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.***

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita