Tragis, pemotor tewas tertemper KA usai lintasi palang manual di Ngamprah KBB

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Bandung Barat | SekitarKita.id,-Seorang laki-laki berjulukan Rusmana (43) pengendara motor (pemotor) tewas mengenaskan tertabrak kereta (KA) Argo Parahyangan relasi Bandung-Gambir pada Sabtu (17/02/2024) sekitar pukul 06.30 WIB pagi.

Peristiwa itu terjadi tepat di JPL (Jalur Perlintasan Langsung) KA sebidang di Kampung Parakan RT004/RW008, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tepatnya KM 155+6.

Ketua RT04, Sunardi (54) mengatakan, berasas keterangan petugas dilapangan, berasal mendapat info dari Radio pos perlintasan bahwa bakal ada kereta nan melintas dari arah Bandung menuju Jakarta.

IKLAN

vps forex murah

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Ia menjelaskan, kemudian, penjaga palang perlintasan (portal) manual menutup jalur kendaraan hanya dari arah Utara ke Selatan, sedangkan dari arah sebaliknya belum tertutup.

 Abdul Kholilulloh/dok.SekitarKita.id)Lokasi kejadian pemotor tewas tertemper KA di perlintasan sebidang Kampung Parakan, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah KBB (foto: Abdul Kholilulloh/dok.SekitarKita.id)

“Portal jalur kendaraan dari arah Selatan ke Utara tidak ditutup dikarenakan palang alias normal tetap manual (menggunakan bambu) setelah itu korban tiba-tiba datang menerobos menggunakan kendaraan motor matic dari arah Selatan menuju Utara,” kata Sunardi saat ditemui pewarta SekitarKita.id dilokasi Sabtu sore.

Saat itu, kata dia, petugas dan penduduk lain nan berada dilokasi sempat meneriaki korban untuk mundur, namun korban justru berakhir kurang lebih 15 cm dari rel. Tak berselang lama kereta dari arah Bandung langsung menabrak motor korban dan terpental.

“Korban dan kendaraan terseret sejauh sekitar 10 meter dari lokasi, kondisi motor rusak parah seketika korban meninggal bumi dilokasi dan dilarikan ke RS Kota Baru,” jelasnya.

“Korban saat itu hendak ke kebun, korban penduduk sini juga (kampung Tarakan),” sambungnya.

 Abdul Kholilulloh/ dok. Sekitar Kita.id)Ketua RT04, Sunardi (54)  menunjukkan korban terpental sejauh kurang lebih 10 meter usai tertemper kereta api di perlintasan KA manual di Kampung Tarakan, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah KBB (foto: Abdul Kholilulloh/ dok. Sekitar Kita.id)

Dijelaskan kembali, tim Inafis Polres Cimahi dan Polsek Padalarang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), kemudian jasad korban langsung dievakuasi.

“Udah dimakamin tadi siang, sama Polsek Padalarang, ada juga dari PT KAI dan pak Kades juga nyelawat kerumah duka,” ujarnya.

Sementara itu, Cucu (34) penduduk sekitar nan membantu pemindahan jasad korban mengatakan, dia sempat memandang korban dari kejauhan saat terseret kereta api tepat didepan rumahnya, kemudian dia langsung bergegas menuju lokasi.

“Saya abis dari rumah makan (warung) di seberang, sempat memandang motor korban dibelakang saya sebelum kejadian, pas saya sudah melintas rel udah di depan rumah liat nengok ada kereta sudah menabrak korban dan terseret sejauh 15 meter,” kata Cucu.

Melihat kejadian itu, sontak dia langsung berlari bergegas menuju letak dan memastikan kondisi korban, namun nahas setelah hendak dievakuasi nyawa korban tidak dapat tertolong.

“Liat kondisi korban mengalami luka di kepala, kendaraan motor korban ringsek parah, sudah dievakuasi sama petugas kepolisian nan datang, info sudah dimakamkan,” jelasnya kembali.

Kapolsek Padalarang, Kompol Darwan melalui info tertulis, menjelaskan, usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi menemukan satu unit kendaraan roda dua jenis matic merk Yamaha Mio berwarna biru, satu dompet berisikan KTP korban.

“Korban mengalami luka robek dibagian kepala, tangan dan kaki,” tulis keterangan Kompol Darwan.

Pihak Keluarga keberatan untuk dilakukan outopsi terhadap jenazah hingga dibuatkan surat pernyataan penolakan outopsi.

“Warga menerangkan bahwa palang alias portal perlintasan kereta berikut radio perlintasan kereta dibuat dan dibeli secara swadaya oleh masyarakat sekitar nan mana sudah beroprasi selama puluhan tahun,” jelasnya.

Palang alias portal perlintasan kereta api tersebut menghubungkan satu-satunya jalan Desa Bojongkoneng sehingga sangat krusial bagi masyarakat.

“Bahwa selama ini tidak pernah ada perhatian unik alias rencana dari PT. KAI untuk membikin palang pintu otomatis nan lebih kondusif bagi masyarakat,” tutup keterangan tersebut.

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita