Tips Atasi Pola Konsumtif saat Ramadhan

Sedang Trending 6 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Bulan suci Ramadhan telah tiba, banyak perihal nan kudu disiapkan selain mental tentunya juga dari segi finansial. Selain kebiasaan kita nan konsumtif pada bulan Ramadhan, nilai kebutuhan pokok pun semakin meningkat hingga menjelang seremoni Idul Fitri. Pengeluaran makanan untuk sahur dan berbuka nan diiringi dengan kemauan untuk mengkonsumsi makanan tambahan seperti camilan baik itu kolak, es buah alias lainnya, persiapan baju lebaran untuk sekeluarga, furniture serta peralatan rumah nan mendadak mau diganti hanya lantaran untuk mempercantik rumah saat kerabat serta tetangga datang berkunjung, hidangan untuk lebaran dengan makanan pokok daging nan sudah pasti harganya melambung pada saat menjelang lebaran hingga kebiasaan mudik masyarakat kita nan pastinya bakal diiringi kemacetan sehingga konsumsi bensin bakal lebih banyak.

kue kering

Semua kebiasaan nan seakan menjadi budaya tersebut menjadi keharusan untuk dilakukan sehingga memerlukan anggaran nan lebih besar dari biasanya. Karena kita tidak dapat mengendalikan kenaikan nilai barang, maka nan kudu menjadi konsentrasi kita adalah mempersiapkan perencanaan finansial nan baik selama bulan Ramadhan, sehingga tidak bakal ada masalah finansial apalagi hingga kudu berhutang.

  1. Buat Anggaran Keuangan Bulan Ramadhan

perencanaan-keuanganSiasati pengeluaran nan berlebih dengan membikin anggaran finansial bulan Ramadhan. Buat anggaran nan sama seperti bulan biasanya, jangan merubah pola konsumsi. Biasakan mendahulukan kebutuhan utama seperti beras dan hidangan utama, untuk makanan camilan, Anda bisa menyiasatinya dengan membuatnya jika personil family berjumlah banyak alias membeli jika memang harus. Akan tetapi ingat bahwa beli secukupnya jangan berlebihan apalagi jika ujungnya hanya bakal terbuang. Pastikan kembali bahwa anggaran cukup dan jangan sekali-kali berbelanja melampaui anggaran nan telah Anda buat agar tidak terjadi kebobolan. Dalam anggaran & setiap kali bakal membeli barang, bedakan antara kebutuhan & keinginan.

  1. THR Bukan ‘Bonus’, Melainkan ‘Dana Bantuan’

Tunjangan-Hari-RayaJangan berfikir bahwa selama bulan Ramadhan, Anda bisa berbelanja sesuka hati hanya lantaran merasa bahwa kelak Anda bakal menerima THR (Tunjangan Hari Raya). Perlakukan THR sebagai biaya bantuan, bukan bingkisan sehingga THR dapat digunakan untuk membantu kebutuhan saat Ramadhan & Lebaran lantaran kenaikan nilai alias mudik, bukan untuk berbelanja nan berlebihan nan tidak dibutuhkan. Jangan lupa prioritaskan untuk amal ya.

  1. Jangan Ganggu Tabungan

budgeting-7Menggunakan tabungan apalagi menggunakan kartu angsuran sangat tidak dianjurkan. Sebisa mungkin jangan usik tabungan kamu, banyak kebutuhan krusial lainnya nan lebih mendesak dan memaksa Anda untuk menggunakan tabungan Anda dimasa mendatang. Jika terpaksa kudu menggunakan, pastikan bahwa duit THR Anda bisa menutupinya kelak dan segera gantikan saat mendapatkan THR.

  1. Kamu Butuh Pendapatan Tambahan!

FB_AffiliatePassive income alias pendapatan tambahan bakal sangat dibutuhkan untuk membantu masa dimana pengeluaran meningkat seperti pada Ramdahan dan lebaran. Biasakan semuda mungkin untuk mempunyai pendapatan tambahan sehingga Anda tidak perlu cemas bakal kebutuhan mendesak nan tidak masuk dalam anggaran Anda dan tidak mengganggu tabungan kamu. Salah satu langkah mudah untuk mendapatkan pendapatan tambahan adalah dengan berasosiasi dengan program mitra seperti Affiliate Bhinneka.Com. Dengan komisi besar hingga 10% dari setiap produk, tanpa perlu bersusah payah, pendapatan tambahan bakal mengalir ke rekening Anda hanya dengan 3 langkah mudah berikut ini:

  • Daftar Program Affiliate Bhinneka.Com, daftar sekarang disini
  • Kamu hanya perlu me-link kan produk Bhinneka.Com di website alias blog kamu
  • Ketika pengguna klik link nan Anda pasang & terjadi transaks, maka Anda berkuasa mendapatkan sejumlah komisi.

Selengkapnya
Sumber Kabar Tekno Bhinneka
Kabar Tekno Bhinneka
↑