Tetap di atas $70k, Sam Bankman-Fried Dihukum Oleh Making an investment.com

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Making an investment.com- Harga sedikit naik pada hari Kamis, meskipun tetap mendekati kisaran perdagangan nan terlihat sepanjang minggu ini di tengah antisipasi lebih banyak isyarat mengenai suku kembang AS dan kekhawatiran bakal pengawasan peraturan nan lebih ketat terhadap mata duit kripto. Sementara itu, mantan CEO FTX Sam Bankman-Fried dijatuhi balasan hari ini.

Mata duit mata uang digital terbesar di bumi ini naik 1,11% selama 24 jam terakhir dan diperdagangkan pada $70,747.7 pada pukul 13:09 ET (17:09 GMT).

Bitcoin diperdagangkan dalam kisaran terbatas selama dua minggu setelah mencapai rekor tertinggi pada awal bulan Maret, lantaran melambatnya aliran modal ke biaya nan diperdagangkan di bursa spot nan baru-baru ini disetujui menunjukkan bahwa antusiasme terhadap mata duit mata uang digital sekarang mulai mendingin.

Tekanan dari dolar, nan melonjak ke degree tertinggi satu bulan pada minggu ini, juga membatasi kenaikan besar dalam Bitcoin, terutama lantaran komentar dovish dari financial institution sentral international membikin sebagian besar pedagang lebih memilih dollar sebagai mata duit dengan imbal hasil tinggi dan berisiko rendah.

Harga Bitcoin berada di bawah tekanan sebelum knowledge PCE, sinyal Fed

Pasar sekarang konsentrasi pada knowledge indeks nilai PCE – ukuran inflasi pilihan The Fed, nan bakal dirilis pada hari Jumat, dan kemungkinan bakal menjadi aspek dalam prospek financial institution mengenai suku bunga.

Meskipun The Fed tetap memproyeksikan penurunan suku kembang sebesar 75 foundation poin pada tahun 2024, tanda-tanda inflasi nan tinggi berpotensi memperketat prospek tersebut. Suku kembang nan lebih tinggi untuk jangka waktu nan lebih lama menjadi pertanda jelek bagi Bitcoin, mengingat token tersebut biasanya tumbuh subur di pasar dengan likuiditas tinggi dan penuh risiko.

Setelah knowledge PCE, pejabat Fed Jerome Powell dan Mary Daly juga bakal berbincang di aktivitas terpisah pada hari Jumat nanti. Petunjuk lebih lanjut mengenai sikap The Fed terhadap suku kembang dan inflasi bakal diawasi dengan ketat, terutama lantaran pejabat The Fed lainnya memberikan nada nan agak hawkish pada minggu ini.

Gubernur Christopher Waller mengatakan pada hari Rabu bahwa financial institution tersebut tidak terburu-buru untuk mulai memangkas suku bunga, dengan argumen inflasi nan susah dan ruang nan cukup dari perekonomian AS nan kuat untuk menjaga kondisi moneter tetap ketat.

Pendiri FTX Sam Bankman-Fried Dihukum

Sam Bankman-Fried, mantan CEO FTX, dijatuhi balasan 25 tahun penjara lantaran skema penipuan dan persekongkolan nan menyebabkan kegagalan pertukaran crypto-nya nan dulu terkenal. SBF juga didenda $11 miliar. Hakim Lewis Kaplan mengumumkan balasan tersebut di pengadilan Federal Ny pada hari Kamis setelah sidang selama dua jam.

Hakim Kaplan menyatakan bahwa Bankman-Fried tidak pernah menyampaikan “kata-kata penyesalan atas tindakan kejahatan nan mengerikan.”

Hukuman tersebut kurang dari balasan 40 sampai 50 tahun penjara nan diminta oleh jaksa, namun jauh lebih tinggi dari balasan penjara lima sampai enam tahun nan diajukan oleh tim pembela.

Hukuman tersebut menyusul persidangan selama sebulan pada bulan November, di mana Bankman-Fried dinyatakan bersalah atas tujuh dakwaan mengenai dengan runtuhnya FTX dan hilangnya simpanan pengguna sekitar $10 miliar.

Setelan SEC-Coinbase mengguncang kripto

Sentimen terhadap pasar mata uang digital juga terguncang oleh perkembangan krusial dalam tuntutan Komisi Sekuritas dan Bursa terhadap bursa mata uang digital Coinbase International Inc (NASDAQ :).

Seorang pengadil AS memutuskan bahwa gugatan tersebut, nan diumumkan pada tahun 2023, dapat dilanjutkan, tetapi menolak satu klaim nan dibuat SEC terhadap Coinbase.

SEC baru-baru ini memenangkan kemenangan norma besar terhadap penerbit token XRP, dan dilaporkan meminta denda sebesar $2 miliar dari perusahaan tersebut.

Namun gugatan SEC-Coinbase adalah titik konsentrasi utama untuk pasar kripto, mengingat perihal itu berpotensi menentukan apakah token mata uang digital diatur oleh undang-undang sekuritas AS.

Ketidakpastian ini juga membikin perdagangan Bitcoin berada dalam kisaran nan ketat.

Namun meskipun mengalami penurunan selama dua minggu, Bitcoin tetap diperkirakan bakal mengalami kenaikan lebih dari 50% pada kuartal pertama tahun 2024, terutama didorong oleh peningkatan aliran modal setelah persetujuan AS terhadap ETF spot awal tahun ini.

Sebagai perbandingan, emas naik 11% di Q1, sementara emas naik sekitar 6,5%.

Bitcoin, Ether mungkin mengalami peningkatan volatilitas menjelang berakhirnya opsi senilai $15 miliar

Berakhirnya perjanjian opsi bitcoin dan eter setiap triwulan, senilai beberapa miliar dolar, dapat memicu volatilitas pasar nan bullish, menurut pengamatan para pengamat pasar.

Jumat ini pukul 08:00 UTC, Deribit, bursa opsi mata duit mata uang digital terbesar, bakal menyelesaikan perjanjian senilai $15,2 miliar.

Dari jumlah tersebut, $9,5 miliar alias 62% berangkaian dengan opsi bitcoin, dan sisanya adalah opsi eter. Menurut Deribit, berakhirnya $15 miliar ini adalah salah satu nan terbesar dalam sejarahnya, menghapus sekitar 40% hingga 43% dari general minat terbuka untuk bitcoin dan eter.

Leader Industrial Officer Deribit, Luuk Strijers, mencatat bahwa sejumlah besar opsi in-the-money (ITM) nan kedaluwarsa berpotensi mendorong volatilitas pasar lebih tinggi.

(Ambar Warrick berkontribusi pada laporan ini)

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita