Tes: Apakah saya korban? Uji diri Anda untuk mengetahui pernyataan korban

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Konflik nan terus-menerus, kegagalan, krisis, masalah duit dan nilai diri merupakan komponen kompleks korban. Peran ini merusak kehidupan dan tidak memungkinkan Anda memandang tanggung jawab Anda. Korban membeku lantaran kesakitan dan penderitaan, kehilangan mobilitas dan tidak bisa menghentikan situasi nan tidak menyenangkan.

Untuk mengetahui apakah Anda mempunyai kompleks korban, ikuti tes sigap dari penulis.

Konflik nan terus-menerus, kegagalan, krisis, masalah duit dan nilai diri merupakan komponen kompleks korban.  Peran ini merusak kehidupan dan tidak memungkinkan Anda memandang tanggung jawab Anda.  Korban membeku lantaran kesakitan dan penderitaan, kehilangan mobilitas dan tidak bisa menghentikan situasi nan tidak menyenangkan.

Seberapa sering Anda mengucapkan kalimat ini? Hitung jumlah kalimat nan menggambarkan pikiran dan emosi Anda.

  1. Saya tidak tahan lagi!
  2. Sesuatu selalu terjadi pada saya
  3. saya menggunakan
  4. Saya memberikan seluruh daya saya dan tidak mendapatkan hadiah apa pun
  5. Aku melakukan segalanya, tapi kekasihku tidak berubah
  6. Saya bakal diberi hadiah atas penderitaan saya
  7. Saya selalu menyelesaikan masalah orang lain
  8. Mereka tidak menghormati saya
  9. Mereka semua menertawakanku
  10. Tidak ada nan bisa mengerti saya
  11. Saya tidak mau bertanya kepada siapa pun
  12. Saya tahu ini tidak bakal berhasil, jadi saya tidak mau memulainya
  13. Saya perlu berupaya lebih keras
  14. Saya bakal membuktikan kepada semua orang bahwa saya lebih baik dari mereka
  15. Mengapa saya memerlukan tes ini?
  16. Tidak ada nan bisa dipercaya
  17. saya sendirian
  18. Saya tidak menyukainya sama sekali
  19. Tidak ada orang lain nan bisa melakukannya dengan lebih baik
  20. Pacarku tidak bisa hidup tanpaku
  21. Mereka kudu mengakui kesalahan mereka
  22. Tidak ada nan memperhatikan saya
  23. Aku orang asing di sini
  24. Saya tidak mau menolak
  25. Pria nan beruntung…
  26. Kekasihku tidak mendengarkanku
  27. Saya sering menganggap diri saya orang nan abu-abu, tidak menarik, dan tidak berbakat
  28. Jika Anda terluka, saya bakal pergi diam-diam
  29. Mereka memperlakukan saya dengan tidak setara dan tidak setara
  30. Tidak ada nan tertarik pada saya
  31. Mereka menekan saya
  32. Usaha saya tidak dihargai
  33. Saya orang paling bijak dan penuh perhatian nan saya kenal
  34. Saya bukan seorang profesional, teman, orang tua
  35. Mereka hanya merasa iba padaku
  36. Saya menunggu pertobatan
  37. Saya lebih jujur ​​dan lebih baik dari mereka semua
  38. Dia lebih kuat dariku
  39. Aku capek berjuang
  40. Tidak ada nan mau membantu saya

hasil. Berapa banyak frasa nan telah Anda tandai?

Dari 0 hingga 7 – Kompleks korban sepertinya tidak ada hubungannya dengan Anda.

Dari jam 7 sampai jam 15 – Mungkin Anda kudu menjaga diri sendiri, bersantai dan memperhatikan nilai diri Anda.

Dari 15 hingga 20 – Dia secara berkala jatuh ke dalam situasi kekanak-kanakan dan berkedudukan sebagai korban. Jaga dirimu, Anda bisa mengendalikannya.

Dari 20 hingga 30 -Anda mempunyai kompleks korban. Anda memerlukan jalan keluar dari situasi kekanak-kanakan ini, bekerja melalui saling ketergantungan dan pengorbanan. Baca info tentang topik ini, konsultasikan dengan psikolog, jangan berdiam diri dalam posisi ini. Jika Anda tidak dapat mengubah situasi sekarang, Anda tidak mempunyai cukup sumber daya dan kekuatan – mulailah bekerja dengan korban jiwa Anda!

Berusia antara 30 dan 40 tahun Anda mungkin berada dalam fase krisis sekarang. Bukan salah Anda jika Anda terjebak dalam perangkap psikologis ini. Ada jalan keluarnya. Anda memerlukan support nan tepat – mengobrol on-line dengan orang-orang nan telah meninggalkan peran korban, mengunjungi golongan kodependen. Mulailah bekerja dengan peran korban segera setelah Anda siap. Hubungi psikiater alias psikiater untuk mendiagnosis keadaan emosi Anda dan, misalnya, menyingkirkan alias memastikan depresi.

www.asiacue.com

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita