Sisi Gelap INFJ yang Mengejutkan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

INFJ biasanya lembut dan baik hati. Namun, ketika mereka merasa sakit hati, stres, alias marah, sisi gelap mereka bakal muncul.

Tidak ada nan suka membicarakan sisi gelap INFJ, jenis kepribadian paling langka di dunia. Biasanya, INFJ dikenal lembut, bijaksana, dan baik hati. Ya, kita adalah hal-hal itu, dan tetap banyak lagi.

Di antara jenis Myers-Briggs, hanya sedikit nan peduli terhadap kemanusiaan dalam skala besar seperti INFJ. Mereka sering kali cocok untuk memulai aktivitas sosial nan mengatasi ketidakadilan – tokoh-tokoh ikonik seperti Bunda Teresa, Gandhi, dan Martin Luther King Jr. dianggap sebagai INFJ.

Namun, di bawah tekanan, sisi gelap dari kepribadian INFJ muncul. Meskipun umumnya tertutup dan tertutup dalam perasaannya, INFJ tidak kebal terhadap ledakan alias kritik orang lain ketika mereka merasa marah alias terluka. Bagi kawan dan orang terkasih, menyaksikan sisi gelap INFJ ini bisa membingungkan.

(Berbicara tentang stres, berikut beberapa perihal asing nan dilakukan INFJ saat stres.)

Mari kita lihat sisi gelap INFJ. Dengan kata lain, apa nan terjadi ketika INFJ stres dan berada dalam kondisi terburuknya? Penting untuk diingat bahwa tidak ada dua INFJ nan persis sama, dan ciri-ciri INFJ “gelap” ini mungkin ada pada jenis INFJ lain, meskipun biasanya tidak dalam langkah alias intensitas nan sama seperti INFJ.

Anda Bisa berkembang sebagai orang nan introvert alias sensitif di bumi nan bising. Berlangganan buletin e mail kami. Seminggu sekali, Anda bakal mendapatkan pointers dan wawasan nan memberdayakan. Klik di sini untuk berlangganan.

Sisi Gelap INFJ

1. Keras kepala

Anda memandang “J” di akhir INFJ? Ini bertanggung jawab atas kebutuhan kuat kita untuk merencanakan dan mempersiapkan masa depan. INFJ bisa bersikap spontan, tetapi ada kalanya kita tidak bisa memikirkan buahpikiran baru. Kadang-kadang, apalagi perubahan mini dalam rencana hari itu dapat membikin kita bingung, seperti mendengar, “Kita tidak bakal pergi ke bioskop malam ini; kita bakal nongkrong di sini saja.”

Sebenarnya, jika pikiran kita tertuju pada sesuatu, mungkin perlu beberapa kali upaya untuk mengubahnya. Hal ini mungkin terlihat tidak fleksibel, namun kenyataannya, kita hanya memerlukan sedikit waktu lagi untuk merasa nyaman dengan rencana alias buahpikiran baru tersebut. Selama perihal tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai nan kita pegang teguh, kita mungkin bakal melakukan perihal tersebut… pada akhirnya.

2. Harapan nan tinggi

Terlepas dari apa nan kita para INFJ katakan pada diri kita sendiri, kita sering kali menyimpan ekspektasi nan tinggi — tidak hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk orang lain, terutama orang-orang nan dekat dengan kita, seperti pasangan, sahabat, alias anak-anak kita. Tentu saja, standarnya bakal meningkat semakin tinggi semakin dekat seseorang.

Kami khususnya mempunyai ekspektasi nan tinggi dalam perihal cinta. Dalam hubungan baru, kita mungkin merasa putus asa ketika kegembiraan dan romansa mulai memudar. Kemudian kita mulai bertanya-tanya apakah kita betul untuk menjalin hubungan itu sejak awal. Jika kita jujur ​​pada diri sendiri, nan sebenarnya kita inginkan adalah romansa nan best.

Sebenarnya nan kita inginkan adalah nan best semuanya.

Tentu saja, kita tahu bahwa tidak ada orang nan sempurna, begitu pula kita. Jika kami meletakkan ekspektasi tinggi padamu, itu tandanya kami, INFJ, peduli padamu dan mau Anda juga peduli pada kami.

3. Kemurungan

Kita tahu kapan kudu bersikap terbaik, tapi sejujurnya, kita sering kali terpengaruh oleh emosi kita saat itu. Kita mungkin tampak tenang di luar, meskipun di dalam hati, kita, INFJ, dipenuhi emosi nan kuat. Biasanya perihal ini terlihat ketika ada sesuatu nan mengganggu kita, namun bukan berfaedah kita mau membicarakannya. INFJ, nan mengungkapkan sisi gelap kepribadian mereka, bisa bersalah lantaran mendorong orang menjauh dan mengadakan pesta kasihan. Meskipun kita mau seseorang curhat, kita sering merasa bahwa kebanyakan orang tidak bakal memahami kita, meskipun kita terbuka.

Terkadang, kita para INFJ sama bingungnya dengan suasana hati kita seperti orang lain. Seperti jenis introvert lainnya, kita memerlukan waktu sendiri untuk menyaring emosi dan memahaminya. Jika seorang INFJ terbuka kepada Anda, dia mungkin bakal meminta maaf lantaran telah mengungkapkan perasaannya, tipikal INFJ nan berkulit gelap. Kita sering kali menyimpan segala sesuatunya untuk diri kita sendiri agar tidak membebani orang lain.

Namun, perihal terbaik nan dapat Anda lakukan untuk INFJ adalah membiarkan mereka berbincang jika diperlukan. Seperti orang lain, INFJ biasanya merasa lebih baik hanya dengan bisa mengungkapkan emosi dan kekhawatirannya. Jangan menghakimi, mengkritik, alias menawarkan solusi selain diminta. Dengarkan dan pahami emosi kami, dan mungkin peluk kami. Terkadang, hanya cinta dan dorongan nan diperlukan agar kemurungan kita bisa berlalu.

4. Bersikap terlalu kasar

Kami senang memberikan nasihat nan berfaedah dan dapat memandang situasi dari beragam sudut. Jika Anda hanya menginginkan apa nan mau Anda dengar, kawan INFJ Anda mungkin bukan pilihan terbaik. Kita memberikan pendapat nan jujur ​​dan berupaya bersikap lembut, namun terkadang kita dianggap terlalu blak-blakan, menghakimi, alias kasar. Namun, kami tidak bermaksud kejam, dan kami minta maaf atas kejadian nan terjadi saat ini. Ketahuilah bahwa jika kawan INFJ Anda bersikap sangat jujur, itu mungkin lantaran kepedulian dan kemauan nan tulus untuk kesejahteraan Anda.

5. Memendam amarah, lampau meledak-ledak

Kami bisa beradaptasi dengan kebutuhan orang lain dan senang menjadi sumber kenyamanan. Namun, kami bakal menyerang jika kami merasa dirugikan. Hal ini biasanya terjadi setelah banyak luka ringan nan menumpuk dan kesabaran kita habis. Kita condong memendam emosi negatif lantaran kita lebih memilih menjaga perdamaian daripada menunjukkan seseorang bahwa mereka telah menyakiti kita.

Namun, seperti manusia lainnya, kita hanya bisa menerima sebanyak itu. Pada akhirnya, rasa frustrasi nan terpendam dapat menyebabkan kemarahan INFJ alias apalagi kemarahan INFJ, nan meledak dengan langkah nan seringkali berantakan. Untuk mencegah ledakan ini, INFJ kudu berupaya mengatasi pelanggaran mini nan terjadi, alih-alih membiarkan akibat buruknya membara dan berkembang.

(Berikut beberapa tip dari terapis untuk INFJ untuk mengekspresikan emosi mereka ketika mereka tidak mau mengacau.)

Ingin mendapatkan support pribadi dari terapis?

Kami merekomendasikan Bantuan Lebih Baik. Ini berkarakter pribadi, terjangkau, dan berjalan dalam kenyamanan rumah Anda sendiri. Selain itu, Anda dapat berbincang dengan terapis sesuka Anda, baik melalui video, telepon, alias pesan. Introvert, Pembaca nan berbudi mendapat potongan nilai 10% untuk bulan pertama mereka. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Kami menerima kompensasi dari BetterHelp saat Anda menggunakan tautan rujukan kami. Kami hanya merekomendasikan produk jika kami mempercayainya.

6. Tiba-tiba menyingkirkan orang lain dari hidup kita

Pernahkah Anda mendengar tentang bantingan pintu INFJ nan terkenal kejam? Itu terjadi ketika INFJ menyingkirkan Anda dari kehidupannya lantaran mereka sangat terluka. Mereka melakukan ini bukan lantaran mereka membencimu. Sebaliknya, itu lantaran mereka telah memutuskan bahwa mereka tidak dapat lagi mengatasi rasa sakit emosional nan Anda timbulkan pada mereka.

Ingat, INFJ sering kali sangat sensitif dan emosional. Faktanya, banyak INFJ nan dianggap sebagai orang nan sangat sensitif. Menurut Jenn Granneman, penulis Peka, orang sensitif dilahirkan dengan sistem saraf nan memproses semua jenis info secara mendalam, seperti pemandangan, suara, emosi, dan pengalaman. (Berikut adalah 27 perilaku “aneh” nan mungkin Anda lakukan jika Anda adalah orang nan sangat sensitif.)

Jika INFJ membanting pintu Anda, mereka mungkin tiba-tiba menghentikan semua komunikasi dengan Anda. Jika perihal ini tidak memungkinkan, lantaran mereka memandang Anda setiap hari di rumah, tempat kerja, alias sekolah, mereka mungkin menutup diri secara emosional dan menolak mengizinkan Anda masuk. Mereka mungkin tetap berbincang dengan Anda ketika mereka kudu melakukannya, tetapi mereka bakal tampak dingin dan jauh.

INFJ tidak bakal menutup diri dari orang lain tanpa perenungan nan mendalam. Sebagai “penilai”, kita bukanlah orang nan impulsif. Orang lain mungkin lupa sungguh sensitifnya kita meskipun kita bersikap dingin “semuanya baik-baik saja”. Tetapi apalagi orang nan paling baik pun mempunyai batasnya, dan INFJ tidak terkecuali.

Seringkali, INFJ betul dalam membanting pintu. Orang-orang nan melakukan kekerasan emosional, menipu, alias mengambil untung dari INFJ kudu disingkirkan. (Anda dapat membaca kebenaran tentang bantingan pintu INFJ di sini.)

Namun, terkadang INFJ terlalu sigap membanting pintu. Mereka mungkin membiarkan rasa sakit mini bertambah (lihat #5), kemudian meledak dengan mengucilkan orang lain. Dalam kasus ini, orang lain mungkin tidak tahu kesalahannya, lantaran INFJ tidak menyampaikan bahwa dia terluka.

Bagaimana kita bisa mencegah perihal ini? Dengan menetapkan batas nan sehat.

Expensive INFJ, menjadi orang nan mempunyai emosi mendalam di bumi nan keras ini tidaklah mudah. Kita mungkin mempunyai sisi gelap, tetapi kita juga bisa memberikan cinta, kebaikan, dan empati nan luar biasa. Dan nyaris setiap hari, sisi bagus dari diri kitalah nan menang.

Anda mungkin ingin:

Artikel ini berisi tautan afiliasi. Kami hanya merekomendasikan produk nan betul-betul kami yakini.

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita