Reaksi analis pertama muncul ketika saham Tesla tenggelam karena pengiriman Q1 meleset Oleh Making an investment.com

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Saham Tesla (NASDAQ:) turun sebanyak 6% di awal sesi perdagangan New York Selasa setelah perusahaan kendaraan listrik (EV) milik Elon Musk melaporkan pengiriman nan mengecewakan untuk kuartal pertama.

Tesla telah melaporkan penurunan pengiriman kendaraan triwulanan untuk pertama kalinya dalam nyaris empat tahun, menandakan potensi tantangan di masa depan lantaran akibat pemotongan nilai nan garang tampaknya berkurang.

Hal ini terjadi di tengah semakin ketatnya persaingan dan melemahnya permintaan di sektor kendaraan listrik. Saham Rivian (NASDAQ 🙂 juga turun hari ini setelah perusahaan menyajikan nomor produksi Q1 nan lebih jelek dari perkiraan.

Selama kuartal nan berhujung pada tanggal 31 Maret, Tesla mengirimkan sekitar 386,810 kendaraan, menandai penurunan signifikan sebesar 20,2% dari kuartal sebelumnya dan jauh dari ekspektasi Wall Side road sebesar 454,200 kendaraan berasas information nan dikumpulkan oleh Visual Alpha.

Penurunan pengiriman sebesar 8,5% dibandingkan periode nan sama tahun lampau merupakan kemunduran krusial bagi produsen mobil paling berbobot di bumi ini, mengingat penurunan penjualan terakhir pada kuartal kedua tahun 2020 di tengah penghentian produksi nan disebabkan oleh pandemi COVID-19.

Berikut adalah reaksi pertama para analis terhadap buletin ini.

Wedbush: “Sebut saja ini apa adanya: Meskipun kami mengantisipasi 1Q nan buruk, ini adalah musibah 1Q nan tidak dapat dimitigasi dan susah untuk dijelaskan. Kami memandang ini sebagai momen krusial dalam kisah Tesla bagi Musk untuk membalikkan keadaan dan membalikkan keahlian 1Q nan buruk. Jika tidak, hari-hari kelam mungkin bakal terjadi dan dapat mengganggu narasi jangka panjang Tesla.”

Oppenheimer: “Kami memperkirakan penanammodal bearish juga bakal menunjuk pada penumpukan inventaris pada kuartal ini nan berjumlah 11 hari berasas pengiriman pada 1Q24 sebagai sinyal melemahnya permintaan dan halangan pada GM nan sedang berlangsung. Meskipun peningkatan inventaris tersebut tidak berjumlah besar, kami percaya secara terarah, jumlah tersebut tidak bakal diterima dengan baik lantaran sebagian besar bakal dicerna pada 2Q24. Kami memperkirakan kenaikan bakal mengarah pada kenaikan nilai pada 2Q24 dan style transisi nan mendukung permintaan untuk memberi sinyal pada 1Q24 sebagai titik terendah dalam perihal pengiriman dan GM. Kami tetap menunggu untuk saat ini lantaran memperkirakan saham bakal melemah menjelang pendapatan 23 April.”

2024-04-03 03:47:41

www.making an investment.com

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita