Ratusan Anak di Bandung Barat Ikuti Gelaran Sunatan Massal Eksklusif yang diadakan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

KBB, SekitarKita.id – Wakil Ketua Komisi VIII DPR Tubagus Ace Hasan Syadzily nan didukung BPKH, Baitul Mal Watamwil Muamalah Jabar, dan Superhero Sunat, mengadakan sunatan massal.

Sebanyak 150 anak dari Kecamatan Padalarang, Ngamprah, dan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengikuti sunatan massal ekslusif.

Kegiatan ini berjalan di Food Court ATB Padalarang, Jalan Nasional III, Kertamulya, Kecamatan Padalarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sunatan Massal Ekslusif diselenggarakan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bekerja sama Baitul Mal Muamalah Jabar, dan Superhero Sunat nan dipimpin dr Marogi,” kata Kang Ace, sapaan berkawan Tubagus Ace Hasan Syadzily dalam sambutannya.

Khitanan massal ekslusif di Padalarang, KBB, ujar Kang Ace, merupakan aktivitas kelima. Kegiatan sosial ini digelar di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat (KBB).

“Kegiatan pertama kali digelar di Soreang nan diikuti oleh 150 anak. Kemudian kedua, di Cileunyi diikuti 200 anak. Ketiga Banjaran 150 dan keempat di Cililin 150 anak. nan kelima di Padalarang, KBB, diikuti 150 anak,” ujar Kang Ace.

Kang Ace menuturkan, sunatan massal eksklusif ini dilaksanakan atas aspirasi sebagai wakil rakyat dari wilayah pemilihan (Dapil) Jabar 2 (Kabupaten Bandung dan KBB), nan mendapatkan support dari BPKH selaku mitra Komisi VIII DPR.

“Kami juga berkolaborasi dengan Baitul Mal Watamwil Muamalah. Dalam proses penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Superhero Sunat nan dipimpinan dr Marogi alias Ogi dengan metode sunat paling terbaru, ialah smart klamp,” tutur Ketua DPD Partai Golkar Jabar ini.

“Jangan heran, setelah sunat, anak-anak, insya Allah tiasa lulumpatan (bisa berlari). Kalau dulu, era saya dulu, disunat teh, sasasih (sebulan) pemulihanna teh. Bari jeng nganggo bengkong (sambil menggunakan tukang sunat),” ucap Kang Ace.

Saat ini, ujar dia, metode sunat telah modern. Kegiatan ini didedikasikan bagi masyarakat Kabupaten Bandung dan KBB. Sebab tidak semua masyarakat mempunyai keahlian untuk dapat berkhitan dengan metode canggih.

“Kalau diuangkan, setiap anak nan mengikuti khitanan massal ini, menghabiskan biaya Rp2,5 juta per orang. Biaya dokter, obat-obatan dan lain sebagainya. Namun dalam aktivitas ini, semua gratis,” ujarnya.

Kang Ace menilai, pelayanan khitan nan diberitakan Superhero Sunat nan dipimpin dr Marogi terbaik. Tidak asal potong. “Saya tidak bisa menahan rasa haru atas kebahagiaan nan dirasakan oleh orang tua. Karena khitan ini pasti dirasakan sampai seumur hidup,” tutur Kang Ace.

Dalam kesempatan itu, Kang Ace mendoakan anak-anak nan mengikuti sunatan massal menjadi anak salih, berkhidmat kepada orang tua, agama, bangsa, dan negara.

“Teriring angan agar anak-anak bapak ibu menjadi anak soleh. Anak-anak bapak dan ibu ini kelak bakal menjadi generasi Indonesia Emas pada 2045. Kira-kira 20 tahun lagi. Artinya, anak-anak ibu bapak, orang nan kelak bakal menikmati keberhasilan Indonesia Emas 2045 dan mereka kelak bakal membanggakan agama, orang tua, bangsa, dan negara nan kita cintai ini,” ucap dia.

Sementara itu, ketua Superhero Sunat dr Marogi mengatakan, sunatan massal di Padalarang menggunakan metode mutakhir dan modern, smart klamp, tanpa jahitan. Setelah sunat, anak-anak tidak perlu repot, seperti takut terkena air dan kudu pakai pampers.

“Khitan dengan metode smart klamp ini, anak-anak bisa langsung mandi dan melakukan aktivitas. Tidak perlu repot-repot. Makanya jangan heran setelah aktivitas ini, anak sudah bisa lari dan bermain. Dengan metode smart klamp, antiair, dan kondusif untuk beraktivitas,” kata dr Marogi.

Dokter Marogi berambisi BPKH, biaya umat, dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Tubagus Ace Hasan Syadzily terus berfaedah bagi masyarakat.

“Pilih calon personil legislatif (caleg) nan keberadaannya betul-betul berfaedah bagi masyarakat. Bukan memilih lantaran spanduk dan namanya besar di pinggir jalan, tetapi pilihlah Kang Ace sungguh melalui aspirasinya, BPKH dan biaya umat dirasakan oleh semua,” ujar dia.***

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita