PRINCE2 vs. AGILE: Apa Bedanya?

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Kerangka kerja manajemen proyek PRINCE2 dan AGILE adalah dua kerangka kerja paling terkenal di dunia. PRINCE2 dan AGILE mempunyai kekuatan dan kelemahan masing-masing, dan mungkin susah untuk mengetahui mana nan kudu dipilih untuk proyek Anda.

PRINCE2 adalah pendekatan berbasis proses nan cocok untuk proyek nan lebih besar. Ini sangat terstruktur dan mempunyai beberapa peran, tanggung jawab, dan hasil nan terkait.

AGILE, di sisi lain, adalah pendekatan nan berpusat pada manusia dan lebih cocok untuk proyek-proyek kecil. Ini kudu lebih umum dan lebih elastis serta berfokus pada memberikan ruang bagi umpan kembali dan kerjasama pelanggan.

Artikel ini bakal membandingkan dan membedakan kerangka kerja PRINCE2 vs AGILE dan membantu Anda memahami perbedaan krusial keduanya. Di akhir tulisan ini, Anda bakal lebih memahami kerangka kerja mana nan paling sesuai dengan kebutuhan manajemen proyek Anda.

PRINCE2 Vs. LINCAH

Ada banyak perdebatan baru-baru ini tentang metodologi manajemen proyek mana nan lebih baik: PRINCE2 alias AGILE. Keduanya mempunyai pendukung dan penentang, dan perlu ada konsensus nan jelas mengenai mana nan lebih baik. Mana nan kudu Anda gunakan untuk proyek Anda? Itu tergantung pada kebutuhan dan tujuan spesifik Anda.

Berikut adalah beberapa aspek utama nan perlu dipertimbangkan ketika membikin keputusan:

  • Fleksibilitas: AGILE lebih elastis dibandingkan PRINCE2, sehingga lebih cocok untuk proyek nan condong berubah alias dimana persyaratannya kurang dipahami.
  • Biaya – Dalam perihal biaya, PRINCE2 biasanya memerlukan investasi awal nan lebih besar dibandingkan AGILE. Namun, PRINCE2 juga dapat menawarkan lebih banyak penghematan jangka panjang. Tergantung pada kebutuhan proyek Anda, ini bisa menjadi untung alias kerugian.
  • Kompleksitas: PRINCE2 lebih kompleks daripada AGILE, sehingga lebih cocok untuk proyek besar dan kritis.
  • Dokumentasi: PRINCE2 memerlukan lebih banyak pengarsipan daripada AGILE, nan dapat memberikan untung alias kerugian tergantung pada kebutuhan proyek Anda.
  • Pemanfaatan sumber daya: AGILE secara umum lebih baik dalam memanfaatkan sumber daya dibandingkan PRINCE2 lantaran pendekatannya nan berulang dan bertahap.
  • Iterasi – Salah satu perbedaan krusial antara PRINCE2 dan AGILE adalah langkah mereka menangani iterasi. Di PRINCE2, perulangan biasanya lebih panjang, sedangkan perulangan AGILE lebih pendek.
  • Manajemen Risiko – Manajemen akibat adalah perbedaan krusial lainnya antara PRINCE2 dan AGILE. PRINCE2 mempunyai pendekatan nan lebih umum terhadap manajemen risiko, sedangkan AGILE mengambil pendekatan nan lebih casual.

Siapa nan Menggunakan PRINCE2?

PRINCE2 adalah pendekatan pengelolaan proyek nan berfokus pada pelanggan. Ini adalah sistem dengan beragam proses dan pedoman nan membantu manajer memutuskan proyek terbaik. Hal ini membantu mereka dalam memahami faedah proyek, nan berkorelasi dengan pengeluaran dan biaya, misalnya. Ini membantu mengelola proyek dengan lebih mudah, apalagi ketika Anda mengubah kondisi alias lingkungan. PRINCE2 digunakan di beragam industri, termasuk konstruksi, IT, teknik, dan manufaktur.

Siapa nan Menggunakan AGILE?

Pengembangan perangkat lunak AGILE adalah serangkaian prinsip dan praktik nan menekankan kerjasama pelanggan, kerja tim, dan pengiriman perangkat lunak nan berfaedah secara berkelanjutan. Pengembangan AGILE banyak digunakan dalam pengembangan perangkat lunak tetapi juga dapat digunakan di bagian lain, seperti manajemen proyek, pengembangan produk, dan sumber daya manusia.

Ada banyak framework AGILE nan berbeda, namun nan paling terkenal adalah Scrum. Scrum adalah kerangka kerja berulang dan berjenjang nan membantu tim menghasilkan perangkat lunak nan berfaedah dengan sigap dan efisien. Kerangka kerja AGILE terkenal lainnya termasuk Kanban dan XP. Jadi siapa nan menggunakan AGILE? Siapapun nan mau meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja timnya!

Perbandingan PRINCE2 dan AGILE

Berikut komparasi singkat metode PRINCE2 vs AGILE:

1. PRINCE2 adalah sebuah metode, sedangkan AGILE adalah sebuah filosofi

PRINCE2 adalah metode nan dapat diterapkan pada proyek apa pun. Ini adalah kumpulan praktik terbaik nan terbukti sukses di beragam industri dan jenis proyek.

AGILE, di sisi lain, adalah seperangkat nilai dan prinsip nan memandu langkah pengelolaan proyek. AGILE bukanlah sebuah metode melainkan sebuah filosofi nan dapat diterapkan dengan beragam metode.

2. PRINCE2 lebih berkarakter preskriptif, sedangkan AGILE lebih mudah beradaptasi

PRINCE2 adalah kerangka kerja nan sangat preskriptif. Dokumen ini memberikan pedoman nan jelas tentang gimana proyek kudu disusun dan dioperasikan. Ini bisa menjadi untung luar biasa bagi manajer proyek nan memerlukan kerangka kerja nan jelas.

AGILE, di sisi lain, lebih mudah beradaptasi. Ini memberikan prinsip dan nilai nan dapat diterapkan dalam beragam cara. Fleksibilitas ini dapat menjadi faedah luar biasa untuk proyek nan perlu lebih elastis terhadap perubahan.

3. PRINCE2 lebih tradisional, sedangkan AGILE lebih inovatif

PRINCE2 adalah kerangka manajemen proyek tradisional. Sudah ada selama beberapa dasawarsa dan digunakan oleh banyak organisasi besar.

AGILE adalah pendekatan nan lebih inovatif untuk manajemen proyek. Ini relatif baru dan sering digunakan oleh startup dan organisasi lain nan perlu lebih gesit.

4. PRINCE2 lebih konsentrasi pada dokumentasi, sedangkan AGILE lebih konsentrasi mengerjakan tool

PRINCE2 sangat konsentrasi pada dokumentasi. Hal ini mengharuskan manajer proyek untuk menghasilkan banyak dokumentasi, seperti rencana proyek dan laporan standing.

AGILE lebih konsentrasi pada perangkat lunak nan berfungsi. Manajer proyek AGILE lebih mementingkan penyampaian perangkat lunak nan berfaedah daripada pembuatan dokumentasi.

5. PRINCE2 lebih berkarakter air terjun, sedangkan AGILE lebih berkarakter iteratif dan lincah

PRINCE2 adalah kerangka manajemen proyek air terjun. Ini berfaedah bahwa proyek direncanakan dan dilaksanakan dalam tahapan nan linier dan berurutan.

AGILE adalah pendekatan berulang dan AGILE dalam manajemen proyek. Ini berfaedah bahwa proyek direncanakan dan dilaksanakan dalam beberapa perulangan alias dash.

6. PRINCE2 lebih preskriptif, sedangkan AGILE lebih fleksibel

PRINCE2 adalah kerangka kerja nan sangat preskriptif. Ini menentukan gimana proyek kudu direncanakan dan dilaksanakan.

AGILE jauh lebih fleksibel. Ini tidak menentukan gimana proyek kudu direncanakan dan dilaksanakan. Fleksibilitas ini berfaedah bahwa proyek AGILE dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik organisasi.

7. PRINCE2 lebih berkarakter top-down, sedangkan AGILE lebih berkarakter bottom-up

PRINCE2 adalah kerangka manajemen proyek top-down. Ini berfaedah bahwa manajer proyek mempunyai banyak kendali atas proyek.

AGILE adalah pendekatan manajemen proyek dari bawah ke atas. Hal ini berfaedah manajer proyek mempunyai kendali nan lebih mini terhadap proyek. Pendekatan bottom-up ini sering dianggap lebih memberdayakan personil tim.

8. PRINCE2 lebih formal, sedangkan AGILE lebih casual

PRINCE2 adalah kerangka kerja nan sangat formal. Ini menetapkan peran dan tanggung jawab unik untuk manajer proyek dan personil tim.

AGILE jauh lebih casual. Aturan ini tidak menentukan peran dan tanggung jawab unik untuk manajer proyek dan personil tim. Informalitas ini sering kali menghasilkan personil tim nan lebih berdaya.

9. PRINCE2 lebih tradisional, sedangkan AGILE lebih inovatif

PRINCE2 adalah kerangka manajemen proyek tradisional. Sudah ada selama lebih dari 20 tahun.

AGILE adalah pendekatan nan jauh lebih inovatif dalam manajemen proyek. Ini baru ada selama beberapa tahun.

10. PRINCE2 lebih mahal, sedangkan AGILE lebih murah

PRINCE2 adalah kerangka manajemen proyek nan mahal. Hal ini memerlukan banyak training dan sertifikasi untuk manajer proyek dan personil tim.

AGILE adalah pendekatan manajemen proyek nan jauh lebih murah. Itu tidak memerlukan training alias sertifikasi unik untuk manajer proyek dan personil tim.

Ingin berkarir di industri dengan pertumbuhan tercepat? Bergabunglah dengan Program Pascasarjana kami dalam Manajemen Proyek. Daftar sekarang!

Hasilkan 146 PDU | Interaksi langsung 8X lebih tinggi | Beberapa Proyek Batu Penjuru

Memilih Sertifikasi nan Tepat untuk Anda

Memilih sertifikasi nan tepat untuk kebutuhan Anda bisa menjadi tugas nan rumit. Di sini, kami membandingkan dua sertifikasi kursus manajemen proyek paling terkenal – PRINCE2 dan AGILE – untuk membantu Anda mengambil keputusan.

PRINCE2 adalah metodologi manajemen proyek nan banyak digunakan di Inggris dan Eropa. Ini adalah pendekatan umum dan terstruktur nan cocok untuk proyek berskala besar. Untuk mendaftar sertifikasi PRINCE2, lihat di sini.

AGILE adalah pendekatan nan lebih elastis dan mudah beradaptasi nan semakin banyak diadopsi di beragam industri. Ini sangat cocok untuk proyek nan dapat berubah alias dimana persyaratannya perlu diperjelas. Untuk mendaftar sertifikasi AGILE Scrum, lihat di sini.

Sertifikasi mana nan cocok untuk Anda? Jika Anda mencari pendekatan umum dan terstruktur, PRINCE2 adalah pilihan nan baik. Jika Anda memerlukan sistem nan lebih elastis dan mudah beradaptasi, maka AGILE mungkin lebih cocok.

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita