Peringati Isra Miraj 2024, Anggota DPRD Karawang sosialisasi program UHC kesehatan

Sedang Trending 4 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Anggota DPRD Karawang Indriyani hadiri aktivitas Isra Mi'raj (foto: Andyka/SekitarKita.id)

Karawang | SekitarKita.id,- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Karawang Indriyani hadiri aktivitas Isra Mi’raj Nabi Muhamad SAW 1445 Hijriah pada Ahad (28/01/2024).

Dihadiri penceramah dan tokoh masyarakat, di Mushola Nurul Amal, Dusun Krajan RT08/RW06, Kelurahan Tanjung Mekar, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang.

Komisi IV Anggota DPRD Karawang mengucapkan terima kasih atas kehadiran dalam aktivitas Isra Mi’raj dan angan bersama. Antusias sangat tinggi baik dari kalangan remaja dan para ibu-ibu pengajian.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

“Sebagai seorang pemimpin, saya kesini hanya mau bersilahturahmi dengan masyarakat Tanjung Mekar dan mensosialisasikan UHC (Universal Health Coverage) kesehatan,” kata Indriyani.

Indriyani menyampaikan UHC diwilayahnya, dirasa tetap banyak masyarakat di bawah belum mengerti tentang UHC. Kendati itu, dia menjelaskan saat ini masyarakat jangan cemas mengenai akomodasi kesehatan.

 Andyka/SekitarKita.id)Anggota DPRD Karawang Indriyani hadiri aktivitas Isra Mi’raj (foto: Andyka/SekitarKita.id)

“Alhamdulillah hari ini kami memastikan penduduk Tanjung Mekar bahwa Karawang ini sudah terjamin kesehatannya. Jangan galau ketika kena musibah alias sakit bisa mendapatkan akomodasi kesehatan dari pemerintah,” tandasnya.

Melansir dari situs kemenkes.co.id. Dalam ulang tahunnya nan ke-70, WHO-yang beranggotakan 194 negara-kembali menegaskan perlunya Universal Health Coverage (UHC).

Pengertian Universal Health Coverage (UHC).

UHC, menurut WHO, adalah menjamin semua orang mempunyai akses kepada jasa kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif nan dibutuhkan, dengan mutu nan memadai sehingga efektif, disamping menjamin pula bahwa jasa tersebut tidak menimbulkan kesulitan finansial penggunanya

Lebih lanjut WHO juga mengingatkan bahwa:

UHC bukan agunan kesehatan tak terbatas alias pengobatan gratis.
UHC bukan semata tentang pembiayaan kesehatan, namun mencakup pengelolaan semua komponen sistem kesehatan.
UHC bukan hanya terbatas pada pembiayaan jasa kesehatan dasar minimal, namun kudu meningkatkan cakupan pada saat sumber daya sudah makin baik.
UHC bukan hanya mencakup kesehatan perorangan, namun mengupayakan kesehatan masyarakat termasuk promosi kesehatan, penyediaan air bersih, pengendalian nyamuk, dsb.
UHC bukan hanya mengenai peningkatan kesehatan, namun juga langkah menuju ekuiti, prioritasi pembangunan, serta inklusi dan kohesi sosial. (CID)

Lantas apa itu UHC?

Universal Health Coverage (UHC) merupakan sistem penjaminan kesehatan nan memastikan setiap penduduk dalam populasi mempunyai akses nan setara terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, berbobot dengan biaya terjangkau.

UHC mengandung dua komponen inti ialah :

Akses pelayanan kesehatan nan setara dan berbobot bagi setiap penduduk dan Perlindungan akibat finansial ketika penduduk menggunakan pelayanan kesehatan.

Dalam rangka mewujudkan UHC, Pemerintah Indonesia telah menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN/KIS) sejak 1 Januari 2014. Program ini diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Program JKN/KIS bermaksud untuk memberikan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan memberikan perlindungan finansial.

Berapa sasaran UHC?

Pencapaian Universal Health Coverage nan ditargetkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2020–2024), ialah sedikitnya 98% dari total populasi menjadi personil JKN. Capaian UHC tidak hanya menyangkut jumlah peserta JKN-KIS (Kartu Indonesia Sehat), namun kudu berorientasi pada tiga perihal berikut:

Proporsi populasi nan dapat mengakses pelayanan kesehatan esensial nan berkualitas
Proporsi masyarakat nan menghabiskan pendapatan rumah tangga untuk pelayanan kesehatan,
Keadilan terhadap akses pelayanan dan akses pendanaan
Dengan seluruh lapisan masyarakat mengikuti Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat adalah corak pengoptimalisasian UHC.

Kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai penyelenggara JKN mempunyai 2 dua golongan ialah golongan bisa dan tidak mampu. Golongan bisa bakal bayar premi sesuai dengan nan ditetapkan setiap bulannya. Sedangkan bagi golongan nan tidak bisa preminya bakal dibayarkan oleh negara.

Khusus untuk masyarakat nan tidak bisa dan tidak mempunyai akses asuransi Kesehatan di Kabupaten Kuantan Singingi tidak perlu cemas lantaran Pemerintah menjamin masyarakat mendapatkan pelayanan Kesehatan secara cuma-cuma lantaran telah ditanggung oleh Pemerintah Daerah dengan langkah mendaftar Kepersetaan JKN melalui UHC.

Bagaimana langkah mendaftar UHC Bagi Masyarakat tidak bisa di Kabupaten Karawang?

Masyarakat Kabupaten Karawang nan tidak bisa dapat mendaftar sebagai peserta agunan kesehatan nan ditanggung oleh pemerintah dengan membawa kelengkapan arsip sebagai berikut:

Fotocopy KK nan jelas
SKTM dari Desa/Kelurahan
Rekomendasi dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa
Persyaratan tersebut diatas dapat diantar alias diserahkan ke Dinas Sosial PMD Kabupaten Karawang. Kemudahan nan diperoleh dengan adanya UHC ialah masyarakat langsung mendapatkan pelayanan dari program UHC tanpa menunggu (Daftar Langsung Aktif alias disebut Non Cut Off).

Laporan: Andyka Nugroho

Editor: Abdul Kholilulloh

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita