Percepatan turunkan angka stunting, DPPKB Karawang: Rp5,6 miliar untuk kuota internet TPK

Sedang Trending 6 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Karawang | SekitarKita.id,- Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Karawang terus berupaya menurunkan nomor stunting menjadi satu digit di tahun 2023 ini.

Dalam upaya tersebut, TPPS Karawang melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Karawang menerjunkan 1.879 Tim Pendamping Keluarga (TPK) nan terdiri dari Kader KB, Bidan, dan PKK dengan jumlah 5.637 orang.

Tim Pendamping Keluarga ini kemudian disebar ke 30 kecamatan di Karawang dan bekerja melakukan penyuluhan, memfasilitasi pelayanan rujukan dan melakukan surveilans alias pendampingan kepada sasaran family berisiko stunting. Selain itu, Kader TPK di lapangan juga mempunyai tugas tambahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mulai dari membantu pendistribusian support telur, makanan bergizi, hingga memfasilitas penyaluran support sosial stunting dari pemerintah.

Dari sekian banyak tugas pokok dan kegunaan TPK di lapangan, Kader TPK hanya menerima support operasional dan support kuota internet sebesar seratus ribu per bulan.

Nominal nan diterima oleh TPK itu bukan kewenangan TPPS Karawang maupun DPPKB Karawang. Angka tersebut merupakan anggaran nan diberikan oleh BKKBN kepada setiap pemerintah kabupaten/kota untuk program percepatan penurunan stunting.

Kepala DPPKB Karawang Sofiah menjelaskan, unik untuk anggaran kuota internet kader TPK sudah tertuang dari anggaran nan digelontorkan BKKBN.

Sementara, kata dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang hanya melaksanakan program nan sudah dirancang oleh pemerintah pusat.

“Dalam anggaran tersebut, biaya sebesar Rp 5.637.000.000,- kudu digunakan untuk kebutuhan kuota internet kader di lapangan,” kata Sofiah, Senin (11/12/2023).

Ia menyebut, pasalnya, dalam bekerja Kader TPK kudu melaporkan hasil pendamingannya melalui aplikasi nan ditentukan BKKBN.

“Pulsa nan di injek kepada kader pendamping family di peruntukan sebagai sarana dalam pengisian Aplikasi ELSIMIL serta memfasilitasi Kader TPK dalam melakukan alur pendampingan,” jelasnya.

Seperti merujuk ke Tenaga Kesehatan alias merujuk ke Desa agar sasaran mendapatkan support sosial dan kebutuhan lainnya. Hal itu dilakukan setiap bulan oleh TPK sepanjang tahun.

Dalam pelaksanannya, kata Sofiah, pihak DPPKB Karawang melakukan Kerjasama dengan Bidang Barang dan Jasa Setda Karawang untuk membuka Kerjasama dengan provider internet sesuai kebutuhan selama masa program berlangsung.

Dalam perihal ini, pihak DPPKB Karawang maupun TPPS Karawang tidak terlibat dalam menentukan provider penyedia jasa layanan internet. Sebab dilakukan secara terbuka melalui Barang dan Jasa di Setda Karawang.

Dan tahun ini ditentukan kita menggunakan beberapa provider ialah Indosat, Tri, Telkomsel, XL, Axis, dan Smartfren. Itu semua disesuaikan dengan daya tangkap signal di seluruh wilayah tugas Kader TPK di Karawang.

“Pulsa internet tersebut di injek langsung oleh provider ke nomor TPK nan sebelumnya sudah didaftarkan. Jadi tidak melalui Barjas, TPPS, maupun DPPKB Karawang,” ujarnya.

Dilanjutkannya, program ini dipastikan bakal kembali bersambung di tahun 2024 mendatang. BKKBN sudah kembali menganggarkan aktivitas serupa di tahun depan dan DPPKB Karawang serta TPPS Karawang kudu siap menjalankan apa nan sudah diperintahkan Presiden dalam program percepatan penurunan stunting.

“Karawang berkomitmen untuk terus melakukan penemuan dalam upaya pecerpatan penurunan stunting, tahun ini kami sasaran penurunan hingga satu digit dan di akhir 2024 kelak mudah-mudahan Karawang sudah zero stunting,” imbuhnya .

Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Karawang nan juga Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengatakan, peran TPK dalam program penurunan stunting ini sangat sentral.

Sebab, mereka nan bergesekan langsung dengan family nan mempunyai anak stunting dan family beresiko stunting.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua kader TPK nan sudah bekerja keras dalam upaya menurunkan stunting di Karawang,” ujar Aep.

Aep juga memberikan motivasi sekaligus semangat kepada para kader pendamping keluarga, agar semangat mereka dalam mengemban misi berat menurunkan nomor stunting di Karawang bisa terus terjaga.

“Kami berharap, keahlian nan sudah baik ini dipertahankan. Agar nomor stunting di Karawang menjadi satu digit di tahun 2023 ini sesuai petunjuk dari ibu bupati,” tandasnya.***

Kontributor Karawang: Dik-dik 

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita