Penjualan ritel Australia sedikit meningkat di bulan Februari berkat konser Taylor Swift Oleh Reuters

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

SYDNEY (Reuters) – Penjualan ritel Australia sedikit meningkat pada bulan Februari lantaran padatnya konser Taylor Swift nan meningkatkan pengeluaran untuk busana dan makan di luar, meskipun pertumbuhan penjualan tahunan tetap mini lantaran tingginya suku kembang mengurangi pendapatan.

Information dari Biro Statistik Australia (ABS) pada hari Kamis menunjukkan penjualan ritel naik 0,3% di bulan Februari dari bulan Januari, ketika naik 1,1%. Analis memperkirakan kenaikan 0,4%. Serial ini berkembang pesat dalam beberapa bulan terakhir lantaran perubahan kebiasaan shopping berakibat jelek pada penyesuaian musiman.

Penjualan sebesar A$35,9 miliar ($23,43 miliar) hanya meningkat 1,6% dibandingkan tahun sebelumnya, sebuah hasil nan menyedihkan mengingat pesatnya pertumbuhan populasi di negara tersebut.

Tujuh pagelaran Taylor Swift nan terjual lenyap di Sydney dan Melbourne menyebabkan peningkatan pengeluaran untuk pakaian, products, aksesoris, dan tempat makan, kata Ben Dorber, kepala statistik ritel ABS.

“Melihat akibat sementara dan satu kali dari konser Taylor Swift, pertumbuhan omset ritel hanya naik 0,1% dalam perihal tren. Setelah periode volatilitas nan lebih tinggi dari bulan November hingga Januari, shopping pokok mengalami stagnasi.”

Tekanan terhadap konsumen adalah argumen utama Reserve Financial institution of Australia mempertahankan suku kembang tidak berubah pada 4,35% bulan ini untuk pertemuan ketiga berturut-turut dan melunakkan pendiriannya dengan menghilangkan bias pengetatan.

Namun, Gubernur Michele Bullock belum mengesampingkan kebijakan apa pun, dengan mengatakan risikonya “seimbang”. Pasar percaya bahwa penurunan suku kembang selanjutnya bakal terjadi, namun keringanan suku kembang mungkin baru bakal terjadi pada bulan Agustus alias September.

Laporan penjualan ritel bulan Februari menunjukkan ritel makanan turun 0,1% di bulan tersebut dan ritel peralatan rumah tangga turun 0,8%.

“Belanja konsumen berada di tengah periode nan sangat lemah, dengan tingginya suku kembang dan inflasi memberikan tekanan pada finansial rumah tangga,” kata Sean Langcake, kepala perkiraan makroekonomi di Oxford Economics Australia.

 Kaos merchandise Taylor Swift terlihat di toko pop-up nan bakal segera dibuka menjelang konser Eras Tour-nya, di Sands Expo and Convention Center di Singapura 28 Februari 2024. REUTERS/Edgar Su/ Berkas Foto

“Prospeknya bakal membaik sepanjang tahun seiring berkurangnya inflasi dan pertumbuhan bayaran riil. Namun momentum penjualan bakal tidak merata, terutama pada paruh pertama tahun ini.”

($1 = 1,5321 dolar Australia)

2024-03-28 14:55:03

www.making an investment.com

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita