Pengiriman triwulanan Tesla menurun untuk pertama kalinya dalam hampir empat tahun Oleh Reuters

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Oleh Akash Sriram dan Hyunjoo Jin

(Reuters) – Tesla pada hari Selasa membukukan penurunan pengiriman triwulanan untuk pertama kalinya dalam nyaris empat tahun dan meleset dari perkiraan Wall Boulevard, sebuah keahlian nan oleh beberapa orang digambarkan sebagai “jelek” lantaran pemotongan nilai kandas menggerakkan permintaan di pasar nan sangat kompetitif.

Saham perusahaan nan dipimpin Elon Musk turun 5,2% menjadi $166,08 pada Selasa sore, kehilangan nilai pasar sekitar $30 miliar. Sahamnya telah jatuh sekitar 33% sepanjang tahun ini.

Setelah bertahun-tahun mengalami pertumbuhan penjualan pesat nan membantu mengubah Tesla (NASDAQ 🙂 menjadi produsen mobil paling berbobot di dunia, perusahaan ini bersiap menghadapi perlambatan pada tahun 2024.

Produsen kendaraan listrik ini lamban memperbarui model-model lamanya lantaran suku kembang nan tinggi telah melemahkan selera konsumen terhadap barang-barang mahal dan para pesaingnya di Tiongkok, pasar mobil terbesar di dunia, meluncurkan model-model nan lebih murah.

Pengiriman Tesla turun 8,5% pada kuartal pertama menjadi 386,810 kendaraan dari tahun lampau dan perusahaan memproduksi 433,371 kendaraan selama periode tersebut. Wall Boulevard memperkirakan Tesla bakal mengirimkan 454,200 kendaraan, menurut proyeksi rata-rata 18 analis nan disurvei oleh Visual Alpha.

Terakhir kali produsen mobil tersebut mencatatkan penurunan penjualan adalah pada kuartal kedua tahun 2020 ketika pandemi COVID-19 memaksa Tesla untuk menghentikan produksinya.

Tesla mengaitkan penurunan quantity ini sebagian lantaran upaya mempersiapkan pabriknya di Fremont, California, untuk menangani peningkatan produksi Type 3 nan diperbarui dan penutupan pabriknya di Berlin lantaran akibat bentrok Laut Merah dan serangan pembakaran.

Namun Tesla memproduksi 46.000 kendaraan lebih banyak daripada nan terjual pada kuartal pertama, menandakan permintaan nan lebih lemah, kata para analis.

Inventaris kendaraan “mengkonfirmasi bahwa selain halangan produksi nan diketahui, mungkin juga terdapat masalah permintaan nan serius,” tulis analis Deutsche Financial institution Emmanuel Rosner dalam sebuah catatan.

Tesla telah menghadapi persaingan nan ketat di Tiongkok dari pemain lokal termasuk pemimpin pasar BYD (SZ 🙂 – nan mengambil alih posisi perusahaan AS sebagai kreator kendaraan listrik terbesar di bumi pada kuartal keempat – dan pendatang baru Xiaomi (OTC :).

Nilai pasar Xiaomi, kreator smartphone dan peralatan, melonjak sebanyak $4 miliar pada hari Selasa dengan merilis mobil debut sportynya, sebuah kendaraan listrik dengan nilai lebih rendah dari Tesla Type 3.

Tesla sukses mengungguli BYD, nan menjual sekitar 300,000 kendaraan baterai-listrik (BEV) pada kuartal tersebut.

Namun, produsen mobil Tiongkok nan didukung oleh Warren Buffett membukukan peningkatan penjualan BEV secara international sebesar 13% pada kuartal pertama dibandingkan tahun sebelumnya. Hyundai Motor (OTC 🙂 mengatakan penjualan kendaraan listrik Ioniq 5 dan Ioniq 6 melonjak nyaris 80% menjadi 10,468 unit di Amerika Serikat pada kuartal pertama.

Gene Munster, Managing Spouse di Deepwater Asset Control, menyebut kuartal ini “buruk” bagi Tesla, menyalahkan suku kembang nan tinggi dan mengurangi kegembiraan seputar kendaraan listrik. Namun dia tetap optimis terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

Kepribadian CEO Musk, kecenderungannya terhadap politik sayap kanan, dan pernyataan publiknya nan terpolarisasi juga membikin beberapa calon pengguna Tesla di Amerika Serikat menjauh, menurut survei dan para ahli.

Tesla secara terpisah menghadapi sejumlah masalah citranya sendiri, termasuk tuntutan norma dan investigasi nan melibatkan sistem support pengemudi Autopilot dan tuduhan, nan pertama kali dilaporkan oleh Reuters, bahwa Tesla mencurangi perkiraan jarak berkendara di dasbor pada mobilnya. Reuters melaporkan pada bulan Desember bahwa kreator mobil menyalahkan pengemudi atas kegagalan kronis pada suspensi dan bagian kemudi nan sudah lama diketahui rusak.

Tesla menyebut laporan masalah suspensi “sangat menyesatkan” dan menyalahkan pengemudi lantaran tidak memperhatikan jalan ketika mobil mereka mengalami kecelakaan saat menggunakan Autopilot. Produsen mobil tersebut mengatakan mereka tidak menyadari bahwa penyelidikan nan sedang berjalan telah menemukan kesalahan.

Analis Wedbush Securities Dan Ives menyebut hasil Selasa sebagai “bencana nan tidak tanggung-tanggung” dan menyebutnya sebagai momen krusial bagi Tesla.

“Ini adalah kecelakaan kereta api nan menjadi tembok bata bagi Musk & Co,” tulisnya dalam catatan penelitian.

Pada bulan Januari, Tesla juga memperingatkan pertumbuhan penjualan nan “sangat rendah” tahun ini lantaran mereka konsentrasi pada produksi kendaraan listrik generasi berikutnya.

 Pengunjung memeriksa mobil Tesla Model 3 di sebelah Model Y nan dipajang di showroom kreator kendaraan listrik (EV) AS di Beijing, Cina 4 Februari 2023. REUTERS/Florence Lo/File Photo

Tesla mengirimkan 369,783 Type 3 dan Type Y, serta sekitar 17,000 kendaraan mannequin lainnya, termasuk sedan Type S, Cybertruck, dan SUV top class Type X.

Sementara itu, kreator kendaraan listrik nan berbasis di California, Rivian (NASDAQ 🙂 melaporkan pengiriman kendaraan triwulanan nan lebih kuat dari perkiraan, namun sahamnya terpuruk akibat hasil keahlian Tesla dan kekhawatiran terhadap permintaan, menurut para analis.

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita