Pengiriman Tesla menghadapi pukulan dari perlambatan Tiongkok, permintaan yang lemah Oleh Reuters

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Oleh Akash Sriram dan Hyunjoo Jin

(Reuters) – Tesla (NASDAQ 🙂 diperkirakan bakal melaporkan pengiriman kuartal pertama nan lesu pada minggu depan lantaran dorongan dari pemotongan nilai berkurang dan produsen mobil AS tersebut bergulat dengan persaingan nan kuat untuk mendapatkan pembeli di pasar kendaraan listrik nan melambat.

Setelah bertahun-tahun mengalami pertumbuhan penjualan pesat nan membantu menjadikannya produsen mobil paling berbobot di dunia, Tesla bersiap menghadapi perlambatan pada tahun 2024.

Perusahaan ini lamban memperbarui model-model lamanya di saat suku kembang tinggi telah melemahkan selera konsumen terhadap barang-barang mahal dan para pesaingnya di Tiongkok, pasar mobil terbesar di dunia, meluncurkan model-model murah.

“Tesla mungkin menyaksikan konsumen kelelahan akibat pemotongan nilai dan mungkin sedang menguji tingkat profitabilitas nan mungkin tidak dapat diterima oleh perusahaan,” kata analis Morgan Stanley Adam Jonas dalam laporannya kepada pengguna awal bulan ini.

“Kondisi seperti itu mungkin tidak membaik secara signifikan dalam jangka pendek mengingat usia lini produk Tesla.”

Ekspektasi jelek tersebut telah membikin saham Tesla ambruk nyaris 28% sepanjang tahun ini, menjadikannya saham dengan keahlian terburuk dalam sejarah.

Tesla diperkirakan bakal mengirimkan 458,500 kendaraan pada kuartal hingga 31 Maret, menurut 17 analis nan disurvei oleh Visual Alpha.

Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan 422,875 unit nan diserahkan pada kuartal nan sama tahun lalu, namun bakal menandai penurunan lebih dari 5% dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

Sejak akhir tahun 2022, Musk secara garang memangkas nilai Tesla dengan mengorbankan margin, membantu meningkatkan penjualan tetapi membikin frustrasi banyak pelanggannya nan memandang nilai mobil mereka merosot.

Musk mengatakan pemotongan nilai diperlukan untuk menjaga pabrik tetap beroperasi, dan menyalahkan musim dingin dan tingginya biaya pinjaman sebagai penyebab berkurangnya permintaan.

Tesla melanjutkan pemotongan nilai pada awal tahun ini di Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jerman, sembari meningkatkan potongan nilai dan insentif untuk mendorong permintaan. Misalnya, Tesla sekarang menawarkan potongan nilai $7.680 untuk beberapa Style Y baru di AS

“Teslas mendapat kehormatan sebagai kendaraan dengan depresiasi tercepat di AS,” kata HSBC dalam sebuah laporan minggu ini.

“Kami bisa memandang sungguh murahnya nilai peralatan lenyap pakai, namun kami kurang percaya bahwa perihal ini bisa diterapkan pada barang-barang konsumen nan tahan lama lantaran residu merupakan bagian dari kalkulasi biaya.”

Pada bulan Januari, Tesla memperingatkan pertumbuhan penjualan nan “sangat rendah” tahun ini lantaran mereka berfokus pada produksi kendaraan listrik generasi berikutnya.

TANTANGAN CINA

Perang nilai nan berkepanjangan telah mengubah Tiongkok menjadi pasar nan susah bagi para kreator mobil dan Tesla kehilangan mahkota kreator kendaraan listrik terlaris di bumi pada kuartal keempat dari BYD (SZ :), nan telah menjadi ujung tombak pemotongan nilai besar-besaran di negara tersebut. .

Dalam dua bulan pertama tahun ini, Tesla mengirimkan 131,812 kendaraan buatan Tiongkok, turun 6,2% dari tahun lalu.

Di Amerika Serikat, sedan kompak Style 3 milik mereka termasuk di antara mobil nan tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan angsuran pajak federal sebesar $7.500 tahun ini lantaran pembatasan sumber bahan baterai dari Tiongkok.

Pembeli di AS juga memilih kendaraan hibrida nan lebih murah, nan juga lebih irit bahan bakar dibandingkan mobil berkekuatan fuel dan memberikan jangkauan berkendara lebih jauh dibandingkan kendaraan listrik berkekuatan baterai.

Tesla juga kudu menghadapi penghentian produksi di Jerman pada kuartal ini, meskipun para analis memperkirakan akibat gangguan tersebut terhadap pengiriman tidak terlalu besar.

 Pengunjung memeriksa mobil Tesla Model 3 di sebelah Model Y nan dipajang di ruang pamer kreator kendaraan listrik (EV) AS di Beijing, Cina 4 Februari 2023. REUTERS/Florence Lo/File Foto

Sebagian besar produksi di pabrik Tesla dekat Berlin dihentikan dari 29 Januari hingga 11 Februari setelah krisis pengiriman Laut Merah menghalang pasokan komponen nan dibutuhkan untuk mobilnya.

Pada bulan Maret, pabrik tersebut menghadapi pemadaman listrik selama sekitar satu minggu setelah serangan pembakaran pada tanggal 5 Maret nan diklaim oleh aktivis sayap kiri membakar tiang listrik di dekat pembangkit listrik.

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita