Pengertian Cash Ratio, Fungsi, dan Cara Menghitungnya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Rasio kas alias Cash Ratio adalah salah satu komponen dari analisa rasio finansial nan bermaksud mengevaluasi tingkat likuiditas perusahaan. Rasio ini biasanya digunakan untuk mengukur keahlian perusahaan dalam melunasi hutang jangka pendeknya. Cara menghitung Cash Ratio adalah dengan membandingkan aset perusahaan nan paling likuid dengan tanggungjawab lancarnya.

Sebagai seorang wirausaha Anda wajib mengetahui gimana langkah menganalisa finansial upaya dengan cepat. Perusahaan wajib memenuhi tanggungjawab lancarnya dengan baik. Jika kesiapan kas lancar tidak cukup untuk bayar tanggungjawab lancarnya, ini artinya ada nan tidak beres dalam pengelolaan finansial di upaya Anda.

Apa nan dimaksud dengan Cash Ratio ? Apa kegunaan Cash Ratio ? Berapa persen Cash Ratio nan baik untuk perusahaan ? Bagaimana langkah menghitung Cash Ratio ? Semua pertanyaan tersebut bakal nan bakal kita jawab:

Apa itu Cash Ratio ?

Rasio kas alias Cash Ratio adalah rasio komparasi antara kas perusahaan dengan tanggungjawab lancarnya. Contoh kas nan dimaksud adalah: duit tunai (kertas/logam), saldo rekening di bank, alias nan setara dengan kas seperti surat berbobot nan bisa dijual sigap untuk menciptakan kas. Contoh tanggungjawab lancar nan dimaksud adalah penghasilan karyawan, utang jangka pendek, utang pajak, invoice, dan lainnya.

Pengertian Cash Ratio

Cash Ratio adalah rasio nan digunakan untuk menilai apakah perusahaan Anda bisa melunasi semua tanggungjawab lancar alias hutang jangka pendeknya. Cash Ratio merupakan rasio likuiditas nan di dalamnya terdapat penilaian keahlian perusahaan untuk menutupi hutang dalam jangka waktu pendek dibandingkan rasio lainnya.

Kemampuan perusahaan untuk menyediakan kas kudu selalu dihitung lantaran menggambarkan duit tunai nan disimpan perusahaan. Jangan sampai perusahaan tidak bisa menyediakan duit kas nan bisa dijadikan perangkat pembayaran paling efektif. Jika tidak bisa bayar tanggungjawab lancar, perusahaan perlu melakukan pinjaman.

Cash Ratio hanya menghitung aktiva lancar jangka pendek nan dinilai paling likuid. Untuk menilai likuiditas dari finansial langkah bisa dengan membandingkan komponen pada neraca, contohnya membandingkan aktiva lancar terhadap pasiva lancar alias utang jangka pendek.

Fungsi Cash Ratio

Fungsi Cash Ratio nan utama adalah untuk mengetahui keamanan likuiditas perusahaan. Rasio kas dipakai untuk mengatasi persoalan likuiditas. Dengan mengetahui rasio kas, Anda bisa mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan kondisi finansial nan sedang bermasalah.

Cash Ratio adalah

Manfaat Cash Ratio lainnya adalah mengetahui akibat perusahaan saat bayar utang. Jika nilai rasio kas rendah, maka perusahaan bisa mencari langkah untuk meningkatkan biaya tunai dan setara kasnya. Manfaat lainnya dari Cash Ratio adalah untuk mengetahui perputaran kas. Jika rasio kas terlalu tinggi bisa dimanfaatkan untuk investasi nan lebih baik.

Pihak manajemen kudu mengontrol rasio kas perusahaan secara rutin agar seluruh aktivitas operasional melangkah lancar. Kas adalah aset utama dengan tingkat likuiditas tinggi. Jadi, jika perusahaan tidak mempunyai aset likuid nan cukup untuk melunasi tanggungjawab jangka pendek dengan sigap maka bisa terancam bangkrut.

Rumus Cash Ratio

Cara menghitung Cash Ratio adalah dengan membagi aset kas dengan tanggungjawab lancarnya. Berikut ini rumus Cash Ratio:

Cash Ratio = (Kas + Setara Kas) / Kewajiban Lancar

Contoh Kasus

Tempat upaya pembuatan dodol betawi “Suka Manis” mempunyai info finansial berikut:

  • Uang tunai: Rp 130.000.000
  • Surat berbobot setara kas: Rp 200.000.000
  • Utang usaha: Rp 70.000.000
  • Gaji karyawan: Rp 30.000.000

Cash Ratio perusahaan dodol “Suka Manis” adalah:

Cash Ratio = (130.000.000 + 200.000.000) / (70.000.000 + 30.000.000)
Cash Ratio = 230.000.000 / 100.000.0000
Cash Ratio = 2.3

Cara menghitung rasio kas

Karena nilai Cash Ratio lebih dari 1, artinya perusahaan dodol “Suka Manis” punya keahlian likuiditas nan cukup untuk melunasi semua tanggungjawab lancarnya. Akan tetapi, jika Cash Ratio kurang dari 1 artinya perusahaan tidak mempunyai kas nan cukup untuk melunasi utang jangka pendeknya.

Berikut ini langkah menafsirkan nilai rasio kas dari rumus di atas:

  • Jika Rasio Kas = 1, artinya aset kas perusahaan sama dengan tanggungjawab lancarnya.
  • Jika Rasio Kas < 1, artinya aset kas perusahaan tidak cukup untuk memenuhi utang jangka pendeknya.
  • Jika Rasio Kas > 1, artinya aset kas perusahaan lebih dari cukup untuk menutup semua utang jangka pendek.

Faktor-Faktor nan Mempengaruhi Cash Ratio

Berikut ini beberapa aspek nan mempengaruhi Cash Ratio:

1. Jenis Industri

Ada beberapa jenis industri nan tidak sering menyimpan kas, alias mempunyai arus kas rendah. Misalnya industri konstruksi, lantaran industri ini menggunakan sebagian besar uangnya untuk modal pembangunan dan pembayaran perjanjian nan baru dibayar sebagian. Sebagai konsekuensinya, perusahaan kudu pintar-pintar mengatur duit agar tidak lenyap begitu saja sampai duit perjanjian pembangunan lunas dibayar.

2. Kondisi Perekonomian

Kondisi perekonomian nan tidak baik, seperti krisis ekonomi alias serangan pandemi membikin arus kas tidak lancar. Saat krisis, beberapa jenis upaya kudu menggunakan sebagian kasnya untuk produksi alias membiayai kebutuhan operasionalnya. Sedangkan pendapatan menurun nan berakibat pada menurunnya kas likuid nan bisa dimiliki perusahaan.

3. Rasio Kas Terlalu Tinggi

Jika rasio kas terlalu tinggi, artinya upaya tidak berkembang dengan baik. Terlalu banyak duit kas nan disimpan, sedangkan tidak ada kenaikan pada pendapatan. Pengeluaran operasional juga tidak besar sehingga menandakan operasional jalan di tempat. Supaya lebih efektif, kelebihan kas bisa digunakan untuk ekspansi alias investasi nan dianggap aman.

4. Profil Risiko Bisnis

Perusahaan nan mempunyai potensi akibat besar condong menyimpan biaya tunai dalam jumlah besar. Tujuannya sebagai upaya preventif terhadap beragam risiko. Sebaliknya, perusahaan nan tidak mempunyai akibat besar biasanya condong menggunakan duit tunainya untuk membeli aset alias inventaris lain secara tidak efisien. Oleh karena itu, sangat krusial untuk menjaga rasio kas bagi perusahaan dengan akibat rendah.

Nah, itulah pengertian cash ratio alias rasio kas nan sering digunakan oleh perusahaan. Cash Ratio sangat krusial untuk mengetahui posisi finansial bisnis. Dengan rasio kas, Anda bisa memandang apakah sebuah perusahaan bisa melunasi semua tanggungjawab jangka pendeknya alias tidak. Bisnis dengan Cash Ratio nan baik sangat bagus untuk diberi suntikan modal.

Selengkapnya
Sumber Kabar Tekno Bhinneka
Kabar Tekno Bhinneka