Pasca kecelakaan kereta Feeder Whoosh, Dishub KBB akan segera pasang palang perlintasan kereta

Sedang Trending 6 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

kecelakaan Kereta Feeder kereta sigap Whoosh nan menabrak sebuah minibus jenis Daihatsu Sigra dengan nomor polisi D 1859 AJY

Bandung Barat | SekitarKita.id,- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal segera memasang palang perlintasan sebidang nan berada di Kampung Sumur Bor, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) KBB, Fauzan Azima, pasca peristiwa kecelakaan Kereta Feeder kereta sigap Whoosh nan menabrak sebuah minibus jenis Daihatsu Sigra dengan nomor polisi D 1859 AJY diwilayah tersebut.

Fauzan menyebut, perlintasan sebidang nan berada di Kampung Sumur Bor, Desa Cilame itu tidak resmi dan sudah digunakan sejak KBB belum berdiri. Seiring dengan berdiri KBB, perlintasan jalan tersebut tetap digunakan dan sekarang sudah berstatus jalan kabupaten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nah, untuk perlintasannya sendiri bukan perlintasan resmi. Seyogianya memang perlintasan itu ditutup,” sebutnya.

Kendati itu, lantaran kebutuhan masyarakat nan cukup tinggi sekarang, akhirnya membikin permohonan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Direktorat Perkeretaapian mengenai dengan perizinan perlintasan sebidang.

“Karena volume lampau lintas cukup tinggi dan sekarang sudah ada lagi kereta tambahan Feeder Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB),” jelas Fauzan.

Oleh lantaran itu, lanjut Fauzan, untuk meningkatkan keselamatan pihaknya telah mengusulkan agar bisa melakukan beragam treatment.

“Sebenarnya jika tidak resmi harusnya ditutup, lantaran kepentingan masyarakat lebih banyak dan tidak ada pengganti lain, kita kudu bijak apa nan kira-kira terbaik untuk dilakukan tanpa mengurangi aspek keselamatan,” ujarnya.

Fauzan menjelaskan, ada beberapa perihal nan pihaknya bisa lakukan antara lain untuk jangka pendeknya memasang perlintasan sebidang palang pintu.

Selain itu, pernah dilakukan kajian juga untuk dibuatkan underpass alias nan lainnya. Bahkan, sebelum KCJB beraksi telah dilakukan pengecekan berbareng nan melibatkan, Kementerian Perhubungan, PT KAI Daop 2 Bandung, Dishub Provinsi Jawa dan Kabupaten Bandung Barat, serta BPTD sudah dilakukan peninjauan mengenai langkah-langkah apa nan kudu dilakukan di situ.

“Berdasarkan hasil studi nan pernah dilakukan diusulkan membikin underpass dan direncanakan membikin double track oleh Provinsi Jawa Barat,” sebutnya.

“Hanya saja sampai sekarang kami belum memandang langkah-langkah penanganan dan tindaklanjut dari Pemprov Jabar. Mungkin tetap berproses,” sambungnya.

Menurutnya, kejadian kecelakaan kemarin, menjadi pembelajaran bagi semua bahwasanya nyawa lebih berbobot dibandingkan sebuah proses nan sedang digeluti.

Guna mengantisipasi ke depan, Pemda dalam perihal ini Dishub KBB sudah merencanakan pemasangan palang pintu pada tahun 2024 untuk mengantisipasi akibat nan ditimbulkan.

“Intinya, keselamatan nan paling utama. Nanti, sembari berproses langkah-langkah nan terbaiknya apa. Tapi, jangka pendek ini kita pasang palang pintu perlintasan,” tuturnya.

“Termasuk pemberdayaan petugas perlintasannya. Intinya, jangan sampai terjadi lagi kejadian seperti kemarin,” sambungnya.

Fauzan memastikan, untuk pemasangan palang pintu perlintasan kereta ini bakal dibuat sesuai standar nan ada. Namun, pihaknya bakal koordinasikan dan dirapatkan dalam forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan stakeholder mengenai dalam waktu dekat.

“Kita rapatkan langkah apa nan kudu kita lakukan. Sekarang sudah tidak lagi bicara siapa alias kewenangan sebagainya. Paling krusial langkah-langkah konkret apa untuk menyelamatkan di perlintasan sebidang tadi dan jangan sampai peristiwa serupa kembali terulang,” ujarnya.

Fauzan menambahkan, pihaknya tidak mau saling ada nan menyalahkan. Terpenting, saat ini konsentrasi saja di perlintasan untuk keselamatan.

“Apa nan bisa kita lakukan, kita lakukan. Secepatnya bakal kita lakukan, lantaran sekarang sudah Desember akhir dan penganggaran paling di tahun depan. Langkah awal sekarang kita bakal coba undang di forum LLAJ sekaligus membahas Nataru 2023/2024,” ujarnya.

“Karena sekarang kan ada rapat juga Nataru kelak siang dengan provinsi dan bakal coba kami sampaikan juga antispasi-antisipasi di perlintasan sebidang nan selama ini tidak begitu terperhatikan,” tandasnya.

Sebelumnya, peristiwa kecelakaan nahas Kereta Feeder kereta sigap Whoosh nan menabrak sebuah minibus jenis Daihatsu Sigra dengan nomor polisi D 1859 AJY di Kampung Sumur Bor, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Kamis 14 Desember 2023 sekitar pukul 13.00 WIB itu menjadi sorotan beragam pihak.

Kecelakaan di perlintasan sebidang sudah sering terjadi dan kecelakaan nan merenggut beberapa nyawa pada Kamis 14 Desember 2023 kemarin menambah nomor kecelakaan di area tersebut.

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita