Oknum Bea Cukai diduga peras pedagang warung klontong di Ngamprah Bandung Barat

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Bandung Barat | SekitarKita.id,- Yati Oktavia (51) seorang pedagang warung klontong di Kampung Tanjakan Mama Utara, RT01/RW01, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diduga diperas oknum penindakan dari instansi Bea Cukai Bandung.

Wanita paruh baya itu menceritakan awal terjadinya dugaan pemerasan tersebut, di tanggal (17/01) kemarin, datang seorang laki-laki nan membeli rokok tanpa cukai (ilegal) di warung tersebut sekitar pukul 16.20 WIB.

“Sebelumnya itu ada sales nan nawarin rokok merek Jaya Bold sebanyak 2 slop, saya enggak tau murah ya saya beli, nah pas tanggal 17 ada nan beli rokok itu sembari di foto,” kata Yati dengan raut muka melasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut, keesokan harinya tepat pada tanggal (18/01/2024) datang kembali tiga orang laki-laki mengatasnamakan petugas instansi Bea Cukai Bandung.

 Abdul Kholilulloh)Yati Oktavia (51) pedagang warung klontong (foto: Abdul Kholilulloh)

Lalu kemudian, oknum tersebut meminta sejumlah rokok tanpa pita cukai itu untuk dikeluarkan, sembari menunjukkan foto bukti nan sudah dipegang sebelumnya dan mengatakan bahwa warung tersebut menujual rokok ilegal.

“Minta rokok dua slop itu (tanpa cukai), terus dia bilang jika diproses di instansi bakal dikenakan biaya 40 juta, anehnya dia enggak menunjukkan surat tugas,” lanjut Yati.

Lantaran panik, kata dia, oknum tersebut meminta duit sebesar Rp 2.500.000.00- dilokasi, duit itu diakui Yati sebagai tanda tenteram ditempat agar tidak diproses.

“Awalnya tiga orang ini minta duit sejuta ditempat, buat peralatan bukti rokok (tanpa cukai) diambil, mintanya maksa lantaran saya enggak ada nan akhirnya menggunakan modal warung, penghasilan enggak seberapa kang,” lirihnya dibalut rasa resah trauma mendalam.

warung klontong di Kampung Tanjakan Mama Utara, RT01/RW01, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diduga kena tipu oknum Bea Cukai (foto: Abdul Kholilulloh)warung klontong di Kampung Tanjakan Mama Utara, RT01/RW01, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diduga kena tipu oknum Bea Cukai (foto: Abdul Kholilulloh)

Pemerasan tak sampai disitu, ironisnya, oknum tersebut bersambung meminta duit melalui aplikasi perpesanan dengan meminta duit sebesar Rp1,500.000.00,-, dia diminta transfer ke rekening BRI melalui BRI link.

“Minta duit lagi sisanya, sejuta separuh lewat BRI link atas nama Mahfud Yunus, transfer di pemasok BRI jalan Ngamprah,” tandasnya.

 Abdul Kholilulloh)Fungsional Satpol PP KBB, Aldi (foto: Abdul Kholilulloh)

Sementara itu, Fungsional Satpol PP KBB, Aldi mengatakan, setelah mendengar info dugaan pemerasan mengatas namakan instansi bea cukai, pihaknya menegaskan bahwa operasi tersebut bukan dari petugas resmi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan bea cukai Bandung TMPP Bandung bahwa dibulan Januari 2024 ini belum ada agenda operasi sidak cukai ilegal,” kata Aldi saat ditemui dilokasi.

Teknisnya, saat operasi rokok terlarangan itu terdapat petugas campuran diantaranya, Bea Cukai, Satpol PP, TNI Polri. Pada kasus dugaan pemerasan itu dipastikan itu oknum nan tidak bertanggungjawab.

“Itu dipastikan oknum, untuk tindak lanjut nya kami bakal melakukan sosialisasi kepada warung sekitar, terdampak oknum tersebut dan kami bakal mencari tau oknum tersebut,” jelasnya.

“Saya berharap, untuk warung klontong lebih berhati-hati tidak menjual rokok ilegal, lantaran itu melanggar hukum,” tandasnya.

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita