Menteri Vietnam mengatakan pengunduran diri presiden tidak mempengaruhi kebijakan Oleh Reuters

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Oleh David Brunnstrom dan Simon Lewis

WASHINGTON (Reuters) – Menteri Luar Negeri Vietnam Bui Thanh Son pada Selasa mengatakan pengunduran diri presiden kedua negara nan diperintah komunis itu dalam waktu kurang dari setahun tidak mempengaruhi kebijakan luar negeri dan ekonomi Hanoi, mengingat kepemimpinan kolektif dan pembuatan kebijakannya.

Ketika ditanya dalam kunjungannya ke Amerika Serikat tentang pengunduran diri Vo Van Thuong pekan lalu, Son mengatakan kepada lembaga ahli filsafat Brookings Establishment di Washington, Vietnam sedang menjalani kampanye antikorupsi nan disambut baik oleh organisasi internasional dan bumi usaha.

“Pengunduran diri presiden saya pikir di Vietnam tidak mempengaruhi kebijakan luar negeri kita serta kebijakan pembangunan ekonomi kita sendiri,” katanya.

“Jika Anda memandang situasi di Vietnam, kita mempunyai kepemimpinan kolektif, kita mempunyai kebijakan luar negeri kolektif. Kita mempunyai pembangunan ekonomi nan diputuskan secara kolektif.”

Son mengutip kongres Partai Komunis nan diadakan setiap lima tahun di mana rencana pembangunan ekonomi ditetapkan dan disepakati di antara para pemimpin partai. “Dan menurut saya (jika) satu alias dua tokoh ketua mengundurkan diri, (itu) tidak mengubah situasi ini.”

Son, nan mengadakan pembicaraan di Washington pada hari Senin dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan dan Administrator USAID Samantha Energy, mengatakan Vietnam berambisi Washington bakal segera mengakuinya sebagai ekonomi pasar.

AS saat ini menganggap Vietnam sebagai 'ekonomi non-pasar' dalam kasus-kasus impor nan merugikan, nan dapat mengakibatkan bea masuk anti-dumping nan jauh lebih tinggi dan duta besar Hanoi untuk Washington tahun ini memperingatkan bahwa mempertahankan bea masuk nan berkarakter menghukum terhadap barang-barang Vietnam bakal berakibat jelek bagi hubungan bilateral nan semakin erat. hubungan.Son mengatakan Amerika Serikat dan Vietnam kudu meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi ekonomi setelah menyepakati Kemitraan Strategis Komprehensif tahun lalu.

“Kita kudu konsentrasi pada ketahanan rantai pasokan, konektivitas infrastruktur, ekonomi virtual, energi, ekonomi hijau, dan logistik,” ujarnya.

Pengunduran diri Thuong menimbulkan pertanyaan mengenai stabilitas di Vietnam, mengingat dia baru terpilih tahun lampau setelah pendahulunya diberhentikan secara tiba-tiba.

Dengan akumulasi investasi asing langsung nan lebih tinggi dibandingkan produk domestik bruto (PDB), stabilitas Vietnam sangat krusial bagi perusahaan multinasional nan mempunyai operasi besar di pusat manufaktur Asia Tenggara, termasuk perusahaan AS Apple (NASDAQ :), nan mempunyai banyak pemasok utama di negara tersebut.

Stabilitas tersebut, nan telah dijamin selama beberapa dasawarsa oleh negara nan dikontrol ketat oleh Partai Komunis, sekarang tampak kurang pasti, kata para analis, meskipun mereka setuju bahwa pergantian kepemimpinan saat ini tidak bakal berakibat pada kebijakan-kebijakan utama negara tersebut, termasuk “diplomasi bambu” nan bermaksud untuk mencapai tujuan tersebut. menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat dan Tiongkok pada saat nan bersamaan.

© Reuters.  Menteri Luar Negeri Vietnam Bui Thanh Son menghadiri sidang pleno Pertemuan Menteri Luar Negeri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Hotel Shangri-La di Jakarta, Indonesia, 11 Juli 2023. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana/File foto

Son mengatakan Vietnam mengupayakan hubungan baik dengan semua negara besar dan menyambut baik upaya nan sedang berjalan untuk menstabilkan hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

(Cerita ini telah dikoreksi menjadi 'presiden kedua dalam waktu kurang dari satu tahun,' bukan presiden ketiga, di paragraf 1)

2024-03-27 20:31:23

www.making an investment.com

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita