Melakukan Perjalanan Khusus Ini Bersama Pasangan Adalah Rahasia Cinta Abadi | Pegotty dan Randy Cooper

Sedang Trending 3 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Sebagai pasangan, apakah Anda merasa kewalahan, kehabisan tenaga, dan betul-betul terputus? Jika Anda seperti kebanyakan pasangan, jawabannya adalah ya. Ketika tekanan seperti ini memuncak, mudah bagi kita untuk berteriak “mundur!” dan lari sejauh mungkin dari pasangan Anda (dan kenyataan). Namun gimana jika “mundur” adalah buahpikiran nan bagus? Apakah Anda pikir retret hanya untuk perusahaan besar, perusahaan rintisan di bagian teknologi, golongan non secular, alias pembimbing yoga? Nah, pikirkan lagi. Konsep “retret” sangat cocok untuk pasangan nan perlu melepaskan diri dari rutinitas standard mereka nan terjebak untuk menemukan kembali (dan terhubung kembali) satu sama lain. Dan retret berbareng pasangan bisa menjadi langkah untuk melakukan perihal itu.

Jika Anda seperti kebanyakan orang, percakapan sehari-hari terfokus pada element dan keputusan sehari-hari. Di akhir pekan, Anda merasa capek dan menghabiskan waktu senggang Anda dengan panik mengejar tugas dan tanggungjawab nan terabaikan selama seminggu. Dan begitulah seterusnya. Hidup dihabiskan untuk menangani momen saat ini dan sedikit waktu nan tersisa untuk memandang (memimpikan dan merencanakan) perjalanan lebih besar nan Anda dan pasangan jalani bersama. Daripada menunggu waktu “kita” muncul secara ajaib, klaimlah ruang itu dengan sengaja dan lakukan “retret hubungan”.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

TERKAIT: Jika Anda Bisa Melakukan 4 Hal Ini Bersama-sama, Hubungan Anda Akan Langgeng

Pasangan nan berbagi upaya membesarkan keluarga, pasangan nan belum menikah nan bekerja-sama dalam proyek-proyek penting, pasangan nan bakal segera menikah, dan pasangan lanjut usia nan menghadapi masa pensiun, semuanya bisa mendapatkan faedah dari meluangkan waktu untuk hidup (dan jauh dari rumah) di luar parameter lingkungan standard mereka. . Meluangkan waktu untuk mendiskusikan hal-hal nan krusial bagi Anda berdua dan bagi “urusan” hidup dan cinta berbareng mungkin merupakan perihal terbesar dan terpenting nan pernah Anda lakukan. Bagaimana saran hubungan nan bakal berhasil?

Kedengarannya bagus, tapi gimana langkah kerja “retret hubungan”? Suami saya dan saya mulai merencanakan retret hubungan tahunan kami sekitar 5 tahun nan lampau lantaran kami tidak dapat meluangkan waktu selama hiruk pikuk aktivitas sehari-hari untuk duduk dan membicarakan kehidupan kami bersama. Kami mendapati diri kami memfokuskan lebih banyak waktu dan daya pada kehidupan kami nan terpisah, pada pekerjaan, dan tujuan kami, dan kami tidak betul-betul mempunyai pemikiran nan sama untuk sebagian besar keputusan nan kami coba ambil nan memengaruhi kehidupan kami bersama.

Meskipun kami telah menikah selama beberapa tahun dan mempunyai latar belakang nan sama, saya menyadari bahwa masing-masing dari kami mempunyai “cara melakukan sesuatu” nan sangat berbeda, patokan tak terucapkan nan kami ikuti (dan berasumsi orang lain juga mengikutinya), langkah berpikir dan reaksi nan kita warisi dari pengalaman awal berfamili — seperti langkah kita masing-masing berbincang tentang uang, menghadapi konflik, mengekspresikan emosi, dan apalagi langkah kita memandang dunia. Jadi rencanakan waktu berbareng untuk mendapatkan pemahaman nan sama dan menciptakan “jalan” kita sendiri Kami melakukan sesuatu” adalah salah satu nilai tambah besar nan didapat dari retret kami.

Tidak seperti liburan di mana kita tergoda untuk mengambil pendekatan “ayo lakukan semuanya” dan melakukan sebanyak mungkin aktivitas menarik, dalam retret hubungan kita sengaja memperlambat dan konsentrasi pada “kita”. Kami memandang seluruh aspek dalam satu tahun terakhir (bagaimana dan di mana kami menginvestasikan waktu kami, bersama-sama dan terpisah): keterlibatan dalam pekerjaan dan komunitas, pertumbuhan pribadi dan non secular, keputusan keuangan, dan beragam prioritas lainnya.

Kita juga meluangkan waktu untuk bermimpi tentang gimana kita mau memperkaya kehidupan kita di tahun-tahun mendatang dan gimana mengembangkan pekerjaan kita secara terpisah sehingga dapat memenuhi banyak aspek kebutuhan ahli dan pribadi serta kehidupan kita bersama. Tentu saja, separuh kesenangannya adalah merencanakan retret. Saya senang mencari tempat liburan mini nan paling keren — meneliti penginapan dan tempat tidur dan sarapan; Situs AirBnB, HomeAway, dan VRBO, memilih tempat nan tepat di mana kita tidak mempunyai gangguan, memasak makanan jika kita mau, dan tetap dapat menikmati pemandangan lokal di mana pun kita berada.

Setelah saya mengumpulkan beberapa pilihan menyenangkan, saya dan suami duduk untuk meninjaunya berbareng dan memilih letak nan tampaknya merupakan keseimbangan terbaik antara petualangan dan kenyamanan. Setelah kami sepakat, kami memesan waktu dan memesan tempat. Kemudian kami mulai menikmati sensasi membangun antisipasi, memvisualisasikan gimana minggu retret kami bakal berjalan berasas foto-foto tempat nan kami pilih dan apa lagi nan kami temukan tentang lingkungan sekitar di dekatnya. Bagian dari proses perencanaan kami adalah mengembangkan garis besar retret hubungan – sebuah time table untuk waktu dan niat kami nan mencakup agenda tentang apa nan mungkin bakal kami lakukan di pagi hari, siang hari, dan malam hari, termasuk entri terpisah untuk sarapan, makan siang, dan makan malam.

TERKAIT: Rahasia Pernikahan nan Lebih Bahagia: Ambil Liburan Terpisah

Karena suami saya mempunyai pandangan nan berbeda tentang “sedang retret” dibandingkan saya, saya memastikan untuk menyertakan dia dalam menguraikan agenda setiap hari — kapan kami bakal bekerja alias membicarakan tujuan kami, kapan kami bakal bersantai, di mana kami bakal makan. , dan apa nan mungkin kami lakukan untuk hiburan. Jadwal ini membantu kita menetapkan ekspektasi untuk retret kita sebelumnya dan memberi kita gambaran tentang berapa banyak waktu nan kita miliki untuk bagian “bekerja” dari retret (yang merupakan bagian paling krusial dan inti dari retret).

Tahun demi tahun, retret kami terasa seperti bingkisan nan membahagiakan atas upaya nan kami lakukan baik dalam kehidupan kerja maupun kehidupan kami bersama. Kita meninggalkan retret dengan gambaran nan lebih jelas tentang gimana upaya-upaya kita dalam hidup menggabungkan dan meningkatkan hubungan kita, apa peran dan tanggung jawab kita, dan gimana jalan kita masing-masing saling mengenai — semua melalui percakapan nan terfokus dan terarah selama retret Anda. Apa nan kita lakukan untuk bagian “mengerjakan diri kita” dalam retret?

“Pekerjaan” retret dimulai dengan pemeriksaan umum satu sama lain – di manakah posisi Anda masing-masing sekarang dalam perihal kepuasan, kepuasan, dan energi? Cobalah untuk mengidentifikasi kapan Anda masing-masing merasa dalam kondisi terbaik (dalam hidup dan hubungan Anda), nilai-nilai apa nan krusial bagi Anda, dan gimana emosi Anda tentang beragam bagian kehidupan Anda (seperti intelektual, rekreasi, keuangan, komunitas/lingkungan, non secular). aktivitas dan kesehatan serta kesejahteraan Anda). Poin krusial nan perlu diingat? Tujuan dari retret pasangan adalah untuk berasosiasi kembali, bukan bertengkar. Jadi, tetaplah konsentrasi pada apa nan Anda lakukan Mengerjakan mau merasakan dan mengalami berbareng dibandingkan menggunakan retret sebagai kesempatan untuk saling menyalahkan atas setiap kesalahan langkah nan Anda lakukan. Rayakan apa nan mau Anda lihat lebih banyak!

Setelah menjelajahi “keadaan persatuan” dalam hubungan Anda, keluarlah dari situ dan lihatlah kegembiraan dan kekhawatiran nan mungkin Anda miliki tentang pekerjaan, komunitas, dan apalagi mungkin dunia. Dengan menghubungkan bagian dalam dan luar, Anda mungkin menemukan inspirasi, tujuan, alias tema umum dan memutuskan untuk menjadikannya konsentrasi utama dari percakapan retret Anda nan tersisa. Ingat, hasil terbaik dari eksplorasi ini adalah Anda berdua menyepakati visi untuk kehidupan pribadi dan ahli Anda bersama. Jangan terpaku pada “melakukannya dengan benar” – apa nan Anda coba lakukan adalah mengungkap rasa lapar untuk melakukan sesuatu nan lebih besar bersama-sama daripada nan dapat Anda capai sendiri sebagai individu, dan kemudian manfaatkan kekuatan dan talenta kolektif Anda untuk mewujudkannya. terjadi.

Dengan semua refleksi dan berbagi ini, Anda sekarang dapat mulai membentuk buahpikiran dan emosi Anda menjadi sebuah visi nan menentukan tentang apa nan Anda berdua mau dapatkan dari retret. Kedengarannya mudah, tetapi ini mungkin memerlukan waktu lebih lama dari nan Anda bayangkan saat Anda memilah setiap prioritas dan kekhawatiran Anda serta memahami keterkaitannya. Bersabarlah. Penasaran. Dan bersedia mendengar apa nan dikatakan orang lain. Jangan biarkan percakapan mendalam ini menggagalkan hubungan Anda. Anda di sini lantaran Anda mencintai dan menghargai satu sama lain. Jadi bernapaslah dan bersandarlah pada apa nan pasangan Anda bagikan.

Ulangi, nyatakan kembali, dan bingkai ulang di mana Anda memandang hubungan antara perspektif pandang Anda dan pasangan Anda, apalagi ketika Anda merasa terpisah jauh. Pada akhirnya, Anda berdua mau merasa seolah-olah Anda telah menyepakati rencana nan bakal memuaskan Anda berdua, tanpa ada nan merasa seolah-olah mereka dikendalikan oleh kepribadian nan lebih dominan.

TERKAIT: 10 Kebiasaan nan Didukung PhD nan Dapat Membuat Hubungan Anda Lebih Baik Dibandingkan 98% Pasangan Lain

Agar pikiran dan tujuan kami tetap lurus, saya dan suami telah mengembangkan kisi-kisi untuk membicarakan semua aspek kegembiraan dan kekhawatiran kami dalam rentang waktu 1 tahun, 2-4 tahun, dan 5 tahun. Karena kami tahu bahwa tidak semua nan mau kami lakukan adalah proposisi 1 tahun, kami mengembangkan proses ini untuk memandang pandangan jangka panjang.

Jika kita bisa menyepakati pandangan jangka panjang, kita bisa mulai membangun landasan dan mengidentifikasi tindakan nan perlu kita ambil saat ini, sehingga kita bisa lebih berhati-hati dalam menentukan gimana masa depan kita berkembang, berkembang, dan gimana peran kita. keluar dalam family kami. Kami kemudian konsentrasi pada gimana hasil nan kami inginkan dapat dicapai, dimulai dengan tujuan terjauh nan dapat dicapai dan dilanjutkan ke belakang. Jika perihal ini nan kita inginkan dalam lima tahun, apa nan kudu kita miliki pada tahun keempat, ketiga, kedua, dan pertama agar perihal tersebut dapat terwujud? Anda dapat membangun istana Anda di udara, sekarang letakkan fondasi di bawahnya. Setelah Anda dan pasangan mengidentifikasi rencana besar Anda, fokuslah pada hasil nan Anda inginkan di tahun mendatang untuk mewujudkan visi tersebut dan menentukan setiap hasil. Pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu:

  • Apa nan bakal tujuan ini terlihat seperti (dan gimana rasanya) ketika sukses dicapai?
  • Sumber daya apa nan kita miliki dan perlukan untuk mencapai hasil ini?
  • Siapa orang lain nan mungkin Anda libatkan untuk menjadi bagian dari perihal ini?
  • Keadaan alias pola pikir apa nan mungkin menghalangi kesuksesan kita?
  • Tindakan apa nan dapat kita ambil untuk mengatasi tantangan tersebut?
  • Pemikiran alias perilaku apa nan mungkin kudu diubah untuk melakukan perihal tersebut?

Bagian dari retret ini (yang bisa dilakukan dalam satu hari, alias sesi nan lebih mini dalam beberapa hari) adalah saat Anda mungkin memerlukan keberanian, dan inspirasi dari satu sama lain untuk keluar dari area nyaman Anda masing-masing dan bergerak melampaui ketakutan Anda menuju jalan di depan. Tindakan apa nan perlu Anda ambil, info apa nan tetap Anda perlukan, perspektif mahir apa nan perlu Anda manfaatkan, dan gimana Anda bakal menghasilkan sumber daya nan Anda perlukan — tidak hanya sumber daya finansial, namun juga keahlian, teknologi, dan orang-orang nan mungkin diperlukan. menjadi pendukung nan baik? Saat Anda mulai memandang gambaran keseluruhan tentang apa nan bakal terjadi di tahun depan, Anda pasti mau menata semua buahpikiran nan menarik (namun mungkin menakutkan) ini alias Anda bakal segera kewalahan dan keseluruhan rencana bakal langsung melangkah lancar. jendela.

Cerita Terkait Dari YourTango:

Juga (dan sama pentingnya), Anda mungkin kudu memandang apa nan Anda lakukan sekarang dan memutuskan apa nan kudu Anda korbankan alias ubah untuk memberi ruang guna mencapai tujuan nan Anda, sebagai pasangan, putuskan sebagai hasil paling krusial untuk tahun ini. di depan. Ingatlah untuk menunjukkan penghargaan kepada pasangan Anda atas kesediaan mereka untuk berkorban alias melakukan perubahan (yang tidak pernah mudah, apalagi ketika menuju tujuan nan positif).

Gabungkan bagian dari retret ini dengan membikin daftar tindakan nan disertai tanggal jatuh pace untuk mulai diterapkan segera setelah Anda tiba di rumah, dan sertakan dalam rencana itu langkah di mana Anda berdua bakal menjaga langkah-langkah tindakan ini tetap hidup dan bergerak maju. tahun depan. Lalu, bersenang-senanglah dan rayakan pekerjaan penuh kasih nan baru saja Anda selesaikan bersama.

Bagaimana kita menjaga retret tetap hidup setelah kita kembali ke rumah? Ketika Anda tiba di rumah, bakal sangat mudah untuk kembali ke kebiasaan “berbisnis seperti biasa”, mengingat waktu retret Anda dengan penuh kasih sayang namun tidak mengambil tindakan nyata apa pun terhadap tujuan nan telah Anda janjikan. Untuk membantu menjaga semangat retret (energi ide-ide Anda dan “gambaran lebih besar” nan menjadi komitmen Anda) tetap hidup secara fisik, temukan alias buat pengingat nan terlihat. Kolase, karya seni, foto, alias representasi skematis lainnya nan sangat mengingatkan Anda tentang apa nan mau Anda buat berbareng (bahkan mungkin garis waktu visible nan dapat Anda beri catatan dengan gambar alias bintang emas saat Anda mencapai sesuatu). nan terpenting, sepakati untuk secara rutin merayakan setiap pencapaian menuju tujuan bersama, tidak peduli seberapa besar alias kecilnya. Dan kemudian, tetapkan tanggal untuk mengungkapkan penghargaan satu sama lain dan menghormati pencapaian Anda pada retret pasangan berikutnya.

TERKAIT: 4 Alasan Mengapa Akhir Pekan Retret Pernikahan Bisa Lebih Produktif Dibandingkan Konseling Pasangan Berbulan-bulan

Pegotty dan Randy Cooper adalah pembimbing perceraian, pendiri Program Pelatihan dan Sertifikasi Pelatih Perceraian Bersertifikat CDC, dan penulis Perceraian: Atasi Kewalahan dan Hindari Enam Kesalahan Terbesar dalam Perceraian – Wawasan dari Pelatih Perceraian Pribadi.

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita