Manfaat Cloud Computing dan Mempersiapkan Tim TI Anda untuk Cloud

Sedang Trending 3 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Ini mungkin bukan masalah “apakah” organisasi Anda bakal beranjak ke platform cloud, tetapi kapan. Dan ketika saatnya tiba, Anda kudu bersiap, apakah Anda manajer nan memastikan Anda telah melatih staf TI alias personil staf tersebut.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Tentu, Anda sudah lama mendengar tentang komputasi awan. Tapi mungkin ini tampak seperti type komputasi futuristik nan hanya dapat dibenarkan oleh merek terbesar alias langkah nan berisiko untuk mengoperasikan prasarana TI nan penting.

Bukan keduanya. Ini adalah masa depan.

Jika Anda ragu tentang arah TI menuju komputasi awan, berikut angka-angkanya Forbes kudu meyakinkan Anda sebaliknya:

  • Komputasi awan diproyeksikan meningkat menjadi $162 miliar pada tahun 2020 (dari $67 miliar pada tahun 2015).
  • Pasar jasa cloud publik di seluruh bumi diperkirakan bakal tumbuh 18 persen dari tahun ke tahun pada akhir tahun 2017, dari $209,2 miliar pada tahun 2016 menjadi $246,8 miliar pada tahun 2017.
  • Lebih dari 50 persen shopping TI bakal berbasis cloud pada tahun 2018.
  • Dari seluruh shopping perangkat lunak, layanan, dan teknologi, hingga 70 persennya bakal berbasis cloud pada tahun 2020.
  • Hampir tiga perempat (74 persen) dari pejabat teknis finansial (CFO) mengatakan bahwa komputasi awan bakal mempunyai akibat paling terukur terhadap upaya mereka pada tahun 2017.

Arsitek Solusi AWS

Manfaat Komputasi Awan

Ada beberapa argumen untuk beranjak ke cloud, itulah sebabnya kami memandang angka-angka signifikan ini saat memandang prediksi. Dengan komputasi awan, perusahaan dapat menghemat uang, mengurangi staf, dan menjadi lebih gesit dan kompetitif. Mereka bisa memasarkan produk baru dengan lebih cepat, lebih efisien, menurunkan biaya operasional, menurunkan biaya TI dan pemeliharaan TI khususnya, menurunkan shopping modal, dan meningkatkan kerjasama antar departemen.

Namun, ini bukan sekadar perubahan nyata dari mainframe bentuk nan dapat Anda sentuh dan lihat ke komputasi awan digital nan tidak dapat Anda sentuh. Pergeseran ini memerlukan TI dan tim untuk berubah juga. Apakah komputasi awan menghilangkan TI? Sama sekali tidak. Di technology komputasi awan, departemen TI dapat menjadi bagian integral dari bisnis, bukan sekedar aspek pendukung nan dipandang sebagai halangan alias beban seperti di masa lalu. Ada kesempatan di sini untuk menjadi nilai tambah bagi bisnis, namun perubahan tersebut memerlukan pengetahuan baru dan perusahaan sudah mencarinya.

Temukan Pelatihan Cloud Computing Kami di Kota-Kota Teratas

Perusahaan Sudah Menuntut Keterampilan Ini

Sekalipun perusahaan Anda belum ada, komputasi awan telah hadir, dan pemberi kerja mencari orang nan terlatih untuk pekerjaan ini. Nyatanya, LinkedIn melaporkan bahwa “komputasi cloud dan terdistribusi” menduduki puncak daftar keahlian nan dicari pada tahun 2016 dan 2017. Dadu melaporkan bahwa daftar pekerjaan untuk platform cloud Amazon Internet Products and services (AWS) meningkat sebesar 76 persen antara tahun 2015 dan 2016. Pada tahun 2015, ada 3,9 juta pekerjaan berafiliasi dengan komputasi awan di AS saja.

Dan duit tersedia bagi mereka nan memenuhi syarat untuk pekerjaan tersebut. Orang Dalam Bisnis mencantumkan 12 pekerjaan di bagian komputasi awan—semuanya bayar lebih dari $100.000.

Mempersiapkan Cloud

Bagi departemen TI, peralihan ke komputasi awan tidak hanya memerlukan skill nan berbeda namun juga pola pikir nan berbeda. Ini adalah perubahan paradigma TI, sehingga disarankan agar kita menyebutnya saja komputasi modern alih-alih. Tanpa jaringan komputer dan server interior untuk memelihara dan memecahkan masalah, tenaga kerja TI Anda perlu memfokuskan daya mereka pada tugas-tugas unik komputasi awan serta kebutuhan bisnis, seperti bekerja sama dengan developer untuk meningkatkan waktu pemasaran dan daya tanggap terhadap interior. dan kebutuhan eksternal.

Pekerjaan komputasi awan berkisar dari umum hingga spesifik dan mencakup kedudukan TI nan sudah Anda kenal, seperti pengembang, insinyur, pengurus sistem, dan manajer, namun semuanya dengan penekanan pada cloud. Staf IT Anda perlu mengetahui komputasi awan, khususnya langkah menerapkan dan mengelola solusi cloud, dan Anda memerlukan orang untuk mengisi peran unik dalam komputasi awan.

Pengetahuan Komputasi Cloud nan Diperlukan

Secara umum, Anda kudu mengetahui pemain-pemain utama di pasar komputasi awan, sehingga Anda dapat memastikan training nan diikuti staf Anda selaras dengan platform tempat Anda bekerja. Tiga pemain cloud publik utama di pasar saat ini adalah:

  • Layanan Internet Amazon (AWS)
  • MicrosoftAzure
  • Google Awan

Tentu saja ada pesaing lain nan bersaing untuk mendapatkan posisi kepemimpinan di pasar serta platform cloud pribadi, namun pengenalan terhadap tiga nama besar nan tercantum di atas bakal memberi Anda awal nan baik. Atau, jika organisasi Anda telah memutuskan salah satunya, training dengan Simplilearn dapat membantu Anda alias staf Anda dilatih tentang satu alias lebih platform ini.

Anda alias staf Anda juga perlu mengetahui DevOps, nan menyatukan sisi pengembangan perangkat lunak dan sisi operasional untuk mengintegrasikan dua tim nan berbeda. Pengetahuan DevOps diperlukan untuk komputasi awan, apa pun platform nan Anda pilih. Simplilearn menawarkan sertifikasi devops, termasuk Sertifikasi Insinyur DevOps, serta program sertifikat untuk Arsitek AWS DevOps.

Pelajari tentang prinsip dan jasa arsitektur AWS seperti IAM, VPC, EC2, EBS, dan lainnya dengan Kursus Arsitek Solusi AWS. Daftar hari ini!

Di bawah ini adalah beberapa skill unik nan mungkin perlu Anda latih alias harapkan dari tenaga kerja baru, berjuntai pada pekerjaannya. Jika Anda mencari pengetahuan baru untuk mempersiapkan karir di bagian komputasi awan, berikut adalah keahlian nan mungkin Anda perlukan alias pilih untuk Anda fokuskan:

  • Manajemen knowledge – Dengan komputasi awan, penyimpanan knowledge tidak lagi menjadi masalah lantaran Anda tidak lagi menghosting knowledge tersebut secara interior, namun akses dan pengelolaan knowledge dapat menjadi perihal nan penting, terutama jika Anda tetap bekerja dengan sistem lama saat beranjak ke cloud komputasi.
  • Keamanan Siber – Meskipun dealer kudu memikul tanggung jawab besar atas keamanan knowledge Anda, Anda tetap memerlukan keahlian ini, lantaran knowledge mungkin lebih berisiko di cloud, dan pada akhirnya Andalah nan bertanggung jawab.
  • Otomatisasi tugas – Kemampuan untuk mengotomatiskan tugas dan proses sangat krusial dalam lingkungan cloud, sebagian lantaran banyaknya knowledge nan sekarang dikelola oleh organisasi. Anda memerlukan staf nan terlatih dalam otomatisasi sistem untuk mewujudkan perihal ini.

Apakah Anda mau menjadi ahli komputasi awan? Dapatkan keahlian nan tepat dengan Kursus Sertifikasi Cloud Computing kami dan unggul dalam karir Anda, mulai hari ini!

Apa pun dealer komputasi awan nan dipilih perusahaan Anda, apa pun tujuan organisasi nan mau Anda capai, Anda kudu memulai dengan orang-orang nan terlatih dalam hal-hal krusial komputasi awan agar migrasi ini sukses sejak awal. Apakah itu berfaedah melatih staf nan ada melalui sertifikasi dan program seperti nan ditawarkan oleh Simplilearn AWS Answers Architect alias mendapatkan training itu sendiri sebagai investasi dalam pekerjaan Anda sehingga Anda dapat mengejar salah satu pekerjaan nan banyak dan menguntungkan di luar sana, langkah pertama menuju cloud mengarah pada pengetahuan dan keahlian baru.

Sumber: www.simplilearn.com

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita