Lagi, diduga peredaran obat Tramadol di Cikarang Barat dipasang oknum preman 

Sedang Trending 7 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Kabupaten Bekasi | SekitarKita.id,-Warga kembali dibuat resah dengan maraknya dugaan penjualan obat-obatan terlarang jenis G (Tramadol dan Heximer) di Jl. Raya Gardu, Sawah, Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Menjamurnya penjualan obat terlarang dikalangan masyarakat membikin para oknum bebas menjajakan peralatan haramnya secara bebas, perihal ini nan memicu kemarahan penduduk sekitar lantaran bakal berakibat jelek bagi remaja penerus bangsa.

Diketahui, jejeran Satnarkoba Polres Metro Bekasi Oktober 2023 bulan lalu, sukses meringkus dua tersangka pengedar narkoba diwilayahnya berikut peralatan bukti turut disita. Keberhasilan Polres Metro Bekasi dalam mengungkap kasus pengedaran gelap obat terlarang patut diacungi jempol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kendati demikian, para oknum penjual obat terlarang jenis G di Kabupaten Bekasi kian hari semakin meresahkan. Perlu adanya kerjasama penthahelix baik unsur TNI-Polri pemerintah tokoh masyarakat dan kepercayaan dilibatkan dalam memberantas penyakit masyarakat ini.

 istimewa)Diduga penjual obat terlarang jenis G Tramadol dijual bebas di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi (foto: istimewa)

Seperti pantauan tim pewarta SekitarKita.id Minggu 26 November 2023, untuk mengelabuhi petugas dan penduduk sekitar, modus mereka menjual obat terlarang dengan berkedok toko kecantikan dan counter handphone.

Ironisnya, penjualan obat terlarang itu menyasar kepada pembeli dari kalangan pelajar putra-putri dan remaja tanggung. Perlu adanya pengawasan serius dari Aparat Penegak Hukum (APH).

Protes tersebut dilontarkan Irfan penduduk sekitar, pihaknya geram lantaran wilayahnya dijadikan penjualan obat Tramadol, tak angan mereka juga memasang oknum preman untuk menjaga situasi dilokasi.

Pihaknya berambisi para penegak norma secepatnya mengambil tindakan sebelum adanya jatuh korban.

 istimewa)Terlihat seorang penjaga diduga penjual obat terlarang jenis G Tramadol di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi (foto: istimewa)

“Kami geram, ada lagi ajah diduga menjual bebaskan obat terlarang, pertama petugas keamanan lebih di perketat lagi, agar tidak ada korban dikemudian hari,” kata Irfan saat ditemui dilokasi, Minggu siang.

Ia menjelaskan, pihaknya berambisi kepada abdi negara penegak norma (APH) untuk segera melakukan tindakan sidak ke sejumlah toko obat Khususnya diwilayah Cibuntu umumnya Kabupaten Bekasi.

“Harapan kami sebagai penduduk sekitar untuk dilakukan sidak toko obat se Kecamatan Cibitung, agar memberikan rasa kondusif terhadap masyarakat, kami percaya kepada pihak kepolisian ketika keluhan masyarakat pasti langsung di tindak lanjuti,” jelasnya.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam perihal ini Dinas Kesehatan dan jejeran kepolisian setempat kudu segera bertindak tegas untuk berantas penjual obat tersebut tanpa resep dokter.

“Karena obat tersebut, jika dikonsumsi, bakal mengakibatkan gangguan saraf otak manusia, terutama bagi kalangaan generasi muda,” tutupnya.

Perlu diketahui peredaran obat-obatan golongan (G) tanpa ijin edar dan ijin resep dokter, dan telah diatur dalam UU Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UU nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

Dengan ancaman balasan paling lama 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar dan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) UU nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman balasan 5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.***(Acil)

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita