KPSBU Lembang sebut siap dukung program Prabowo ‘makan siang dan susu gratis’

Sedang Trending 4 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Bandung Barat | SekitarKita.id,-Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) siap mendukung program Presiden dan wakil Presiden terpilih 2024 Prabowo Subianto- Gibran Rakabuming Raka.

Ketua KPSBU Lembang, Dedi Setiadi mengatakan, pihaknya sangat setuju, makan siang dan susu cuma-cuma sebagai program nan bagus. Kalau APBN-nya diurus pemerintah.

Ia menyebut, jika masyarakat dikasih susu cuma-cuma tentu bakal menyehatkan dan mencerdaskan otak serta edukasi dalam menyiapkan Indonesia Emas Tahun 2050.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

“Berdasarkan penelitian, susu ini juga dapat meningkatkan keimunan apalagi nomor stunting di Indonesia tetap tinggi maka dengan program itu saya kira nomor stunting bisa diturunkan secara drastis,” kata Dedi saat dihubungi wartawan, Senin (20/05/2024).

Mengenai konsumsi susu sapi, Dedi menjelaskan, pada dasarnya orang tidak minum susu itu ada dua hal. Pertama belum tahu tentang faedah susu, nan kedua tidak terbeli.

“Sudah tahu ini sehat tapi gak kebeli,” ujarnya.

Publikasi dan sosialisasi bagi masyarakat tentang faedah susu sangat penting. Walaupun banyak juga orang nan Intoleransi laktosa.

“Maka krusial adanya edukasi bagi masyarakat gimana susu itu krusial sebagai upaya mempersiapkan generasi emas. Karena jika sekarang anak-anak minum susu, ini bakal menambah kepintaran mereka,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya menyinggung mengenai pemahaman susu sapi segar layak konsumsi. Hal ini tentu tidak sembarang, susu sapi segar layak konsumsi itu kudu melalui beberapa tahap pengetesan oleh para ahli.

Istilah tester, kata Dedi, merujuk pada petugas pemeriksa susu segar sapi nan ada di koperasi nan sudah mempunyai kemampuan.

“Jadi nan pertama diuji organoleptik (rasa, warna, bau). Dari sini saja petugas sudah bisa membedakan susu nan bagus alias jelek lantaran penglihatan mereka, pengecap mereka, memandang dan merasakan susu itu sudah sangat paham,” kata dia.

Setelah uji organoleptik, lanjut dia, susu tersebut kemudian diuji dengan alkohol tes memakai alkohol 70 persen. Jika terjadi pecah bintik-bintik itu kudu ditolak.

“Kemudian susu ini diuji kembali keasliannya pakai uji rejozanin kombinasi air dan susu, itu bakal tetap. Kemudian diperiksa berat jenisnya, minimal kudu 1,026 alias 1,027,” ujarnya.

Dedi menyayangkan, produksi susu sapi tetap terpengaruhi oleh kejadian Penyakit Mulut dan Kuku PMK dan Lumpy Skin Disease (LSD) lantaran sekarang pun dibeberapa tempat tetap ada indikasi PMK dan LSD nan terjadi. Sehingga recovery produksi susu dan sapi-sapi nan terkena PMK ini memang cukup lama pemulihannya.

“Saya memandang 2-3 tahun lah untuk melakukan recovery sapi-sapi nan telah terkena PMK,” katanya menandaskan.

Penulis : Abdul Kholilulloh

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : laporan tim SekitarKita.id

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita