Kota Suwon Mendesak Pembatalan Pageant Aktris Dewasa Jepang

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Di tengah meningkatnya penolakan dari golongan wanita dan organisasi masyarakat, nan menyatakan pageant dewasa merupakan pemanfaatan seksual, kota Suwon mengadakan pertemuan balasan. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah kota mendesak penyelenggara pageant untuk membatalkan aktivitas nan dijadwalkan diadakan di Suwon, Provinsi Gyeonggi.

Menurut laporan Kantor Berita Yonhap pada tanggal 27 Maret, Kota Suwon mengadakan tiga pertemuan jawaban pada tanggal 25 dan 26 bulan ini untuk membahas tindakan terhadap pageant dewasa nan bakal dihadiri oleh aktris AV Jepang.

Selama pertemuan tersebut, Walikota Lee Jae-joon menyatakan, “Saya tidak dapat memahami alias menyetujui diadakannya pageant dewasa nan berjarak kurang dari 50 meter dari sekolah dasar,” dan menyatakan penolakannya nan kuat, dengan mengatakan, “Saya sangat menentang mengadakan aktivitas nan berkarakter seksual terhadap produk-produk berbahaya. .” Untuk remaja. “

Dia lebih lanjut memperingatkan, “Kami bakal menangani masalah ini berbareng dengan polisi dan Kantor Dukungan Pendidikan Suwon.” “Kami berambisi pihak penyelenggara membatalkan aktivitas tersebut secepatnya,” ujarnya, “jika tidak, kami bakal mengambil tindakan berbareng warga.” Sebuah aktivitas bakal diadakan

“2024 KXF The Model,” nan diselenggarakan oleh perusahaan produksi konten dewasa, bakal berjalan selama dua hari mulai tanggal 20 bulan depan di Suwon Messe di Seodun-dong, Gwonseon-gu.

Acara tersebut sebelumnya diadakan di Gwangmyeong pada bulan Desember lalu. Peserta dewasa terverifikasi bayar biaya masuk untuk berperan-serta dalam aktivitas tersebut, di mana mereka dapat memperoleh tanda tangan dari aktris video dewasa (AV) Jepang, mengambil foto bersama, dan menonton peragaan busana pakaian dalam.

Sebelumnya, koalisi organisasi perempuan, termasuk Suwon Girls's Hotline dan Suwon Voters' Neighborhood Council, nan mencakup sekitar 30 golongan masyarakat, menyerukan pembatalan pageant mendatang di Suwon nan menampilkan artis video dewasa Jepang. Mereka beranggapan bahwa peristiwa tersebut merupakan pemanfaatan seksual dan komersialisasi tubuh perempuan. Namun, bertentangan dengan tujuan protes tersebut, penjualan tiket untuk aktivitas tersebut meningkat setelah protes golongan wanita dipublikasikan.

www.asiacue.com

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita