Komputasi Tepi Vs. Cloud Computing: Perbedaan Utama (Edisi 2024)

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Poin Penting:

  • Edge Computing dan Cloud Computing: Berbeda namun Saling Melengkapi: Teknologi ini menawarkan keahlian unik untuk memenuhi beragam permintaan dalam pemrosesan information dan prasarana manajemen.
  • Responsif vs. Skalabilitas Actual-Time: Edge Computing memprioritaskan pemrosesan latensi rendah untuk tindakan segera, sementara Cloud Computing unggul dalam pengelolaan sumber daya terpusat dan terukur.
  • Privasi Information nan Ditingkatkan vs. Keamanan Terpusat: Edge Computing meningkatkan privasi information dengan memproses secara lokal, sementara Cloud Computing menawarkan langkah-langkah keamanan terpusat untuk information nan disimpan di pusat information jarak jauh.
  • Integrasi untuk Kinerja Optimum: Organisasi dapat mencapai keahlian optimum dengan mengintegrasikan Edge dan Cloud Computing, menyeimbangkan pemrosesan lokal dan manajemen terpusat secara efektif.

Di technology virtual, ketika information adalah sumber penemuan dan daya saing, pilihan nan kita ambil mengenai penyimpanan, pemrosesan, dan pengelolaannya dapat berakibat signifikan terhadap efisiensi dan kelincahan sistem kita. Masukkan dua paradigma transformatif: Edge Computing dan Cloud Computing. Teknologi-teknologi ini tidak hanya mewakili pendekatan alternatif, namun juga merupakan aspek pelengkap dari prasarana TI fashionable, nan masing-masing menawarkan keahlian unik untuk memenuhi beragam permintaan aplikasi dan jasa saat ini.

Edge Computing mendekatkan kekuatan pemrosesan ke sumber information, memungkinkan wawasan dan tindakan real-time di tepi jaringan. Dengan mendesentralisasi sumber daya komputasi dan penyimpanan, Edge Computing meminimalkan latensi, meningkatkan privasi information, dan menghemat bandwidth, menjadikannya perfect untuk aplikasi nan memerlukan waktu respons instan alias beraksi di lingkungan terpencil alias lingkungan dengan bandwidth terbatas.

Di sisi lain, Cloud Computing merevolusi langkah organisasi menyebarkan dan mengelola sumber daya TI mereka dengan menyediakan akses on-demand ke kumpulan sumber daya komputasi berbareng nan dapat dikonfigurasi melalui web. Dengan skalabilitas, fleksibilitas, dan efisiensi biaya, Cloud Computing telah menjadi tulang punggung prasarana virtual fashionable, memberdayakan upaya untuk berinovasi, meningkatkan skala, dan beradaptasi dengan sigap terhadap kondisi pasar nan dinamis.

Meskipun Edge Computing dan Cloud Computing mempunyai tujuan nan sama ialah memberdayakan upaya dengan keahlian komputasi nan kuat, keduanya berbeda dalam prinsip arsitektur, type penerapan, dan kasus penggunaan. Memahami perbedaan ini sangat krusial bagi perusahaan nan mau merancang prasarana TI nan tangguh, responsif, dan efisien nan dapat mengintegrasikan sumber daya Edge dan Cloud dengan lancar untuk memenuhi tuntutan bumi nan berbasis information.

Dalam eksplorasi komprehensif ini, kami memulai perjalanan untuk mengungkap perbedaan utama antara Edge Computing dan Cloud Computing. Dari arsitektur nan mendasarinya hingga aplikasi praktis di beragam industri, kami mengungkap seluk-beluk teknologi ini, membekali pembaca dengan pengetahuan nan dibutuhkan untuk membikin keputusan tentang kapan dan gimana memanfaatkan komputasi Edge dan Cloud untuk mendorong penemuan dan kelebihan kompetitif. Baik Anda seorang ahli TI nan bekerja mengoptimalkan prasarana organisasi Anda alias pemimpin upaya nan mau memanfaatkan potensi penuh dari teknologi baru, tulisan ini berfaedah sebagai pedoman pasti untuk menavigasi lanskap kompleks Edge dan Cloud Computing.

Tonton rekaman video obrolan api unggun di sini.

Edge Computing: Mendekatkan Pemrosesan

Edge Computing mewakili pendekatan desentralisasi terhadap pemrosesan information, di mana komputasi dilakukan lebih dekat ke sumber information, sering kali di “tepi” jaringan. Kedekatan ini meminimalkan latensi dan memastikan respons real-time, menjadikannya perfect untuk aplikasi nan memerlukan pengambilan keputusan sigap alias beraksi di letak terpencil dengan konektivitas terbatas.

Inti dari Edge Computing terletak pada konsep untuk mendorong keahlian komputasi lebih dekat ke tempat information dihasilkan, seperti perangkat IoT, sensor, alias server lokal. Dengan melakukan perihal ini, Edge Computing mengurangi kebutuhan untuk mengirimkan information bolak-balik ke pusat information terpusat, sehingga menghemat bandwidth dan mengurangi ketergantungan pada prasarana cloud.

Cloud Computing: Pembangkit Listrik Terpusat

Sebaliknya, Cloud Computing memusatkan sumber daya komputasi di pusat information jarak jauh, nan dapat diakses oleh pengguna melalui web. Fashion ini menawarkan skalabilitas, fleksibilitas, dan efisiensi biaya, memungkinkan organisasi mengakses sumber daya komputasi nan besar sesuai permintaan tanpa memerlukan investasi prasarana di muka.

Layanan Cloud Computing mencakup beragam penawaran, termasuk Infrastruktur sebagai Layanan (IaaS), Platform sebagai Layanan (PaaS), dan Perangkat Lunak sebagai Layanan (SaaS). Dari mesin digital dan solusi penyimpanan hingga database dan platform pengembangan, Cloud Computing menyediakan rangkaian perangkat nan komprehensif untuk mendukung beragam kebutuhan bisnis.

Komputasi Tepi Vs. Cloud Computing: Perbedaan Utama dan Kasus Penggunaan

Perbedaan utama antara Edge Computing dan Cloud Computing terletak pada prinsip arsitektur dan type penerapannya. Edge Computing memprioritaskan pemrosesan latensi rendah di tepi jaringan, sehingga cocok untuk aplikasi seperti kendaraan otonom, otomasi industri, dan kajian real-time. Di sisi lain, Cloud Computing unggul dalam skenario nan memerlukan prasarana terukur, perangkat kolaboratif, dan beban kerja intensif information seperti kajian large information dan pembelajaran mesin.

Pertimbangan Keamanan dan Privasi

Keamanan adalah pertimbangan krusial untuk Edge dan Cloud Computing. Edge Computing menawarkan peningkatan privasi information dengan memproses info sensitif secara lokal, mengurangi paparan terhadap potensi ancaman keamanan selama transit. Namun, mengelola keamanan di edge memerlukan sistem enkripsi, autentikasi, dan kontrol akses nan kuat untuk melindungi dari kerentanan.

Penyedia Cloud Computing berinvestasi besar dalam langkah-langkah keamanan untuk melindungi information nan disimpan di pusat information terpusat, menawarkan enkripsi tingkat lanjut, autentikasi multi-faktor, dan sertifikasi kepatuhan untuk memastikan integritas dan kerahasiaan information. Meskipun jasa cloud menawarkan manajemen keamanan terpusat, organisasi tetap kudu menerapkan praktik terbaik untuk melindungi information nan diakses dan dikirimkan melalui web.

Pendekatan Integrasi dan Hibrid

Menyadari sifat Edge dan Cloud Computing nan saling melengkapi, banyak organisasi mengangkat arsitektur hybrid nan menggabungkan kekuatan kedua paradigma tersebut. Dengan mengintegrasikan perangkat Edge dengan jasa cloud, upaya dapat mencapai keseimbangan antara pemrosesan lokal dan manajemen terpusat, mengoptimalkan alokasi sumber daya berasas karakter beban kerja dan kebutuhan operasional.

Seperti Apa Masa Depan Sektor TI?

Meskipun banyak perusahaan nan mengangkat komputasi tepi dan memperkirakan akhir dari komputasi awan, Bernard menunjukkan bahwa perihal ini tidak dapat dibuktikan lantaran saat ini tidak ada kerangka analitis nan dapat membuktikannya. Komputasi tepi bukan satu-satunya solusi untuk tantangan nan dihadapi oleh seller dan organisasi TI dan tidak menangani semua aplikasi di setiap lingkungan, oleh lantaran itu, komputasi awan bakal tetap menjadi bagian krusial dari prasarana TI suatu organisasi. Untuk mendemonstrasikan perihal ini, Bernard mengutip contoh perangkat IoT dengan daya komputasi nan terpasang padanya, berbareng dengan fungsionalitas Azure. Kode nan disebarkan perangkat merespons secara real-time dengan mematikan mesin IoT jika terjadi kondisi kegagalan nan merusak, sementara aplikasi lainnya melangkah di Azure. Mesin berbobot jutaan dolar ini tidak lagi berjuntai pada cloud loop untuk tanggap darurat lantaran pemanfaatan komputasi edge dan tetap bekerja selaras dengan komputasi awan untuk menjalankan, menerapkan, dan mengelola perangkat IoT dari jarak jauh. Hal ini mendukung bahwa komputasi awan bakal tetap relevan dan bekerja sama dengan komputasi edge untuk menyediakan kajian information dan solusi real-time bagi organisasi.

Dengan demikian kita telah sampai pada akhir dari komputasi tepi vs. komputasi awan.

Kesimpulan

Edge Computing dan Cloud Computing mewakili dua pendekatan berbeda namun saling melengkapi dalam pemrosesan dan pengelolaan information. Meskipun Edge Computing menawarkan pemrosesan latensi rendah dan respons real-time di edge jaringan, Cloud Computing memberikan skalabilitas, fleksibilitas, dan pengelolaan sumber daya komputasi terpusat. Dengan memahami perbedaan utama antara kedua paradigma ini dan kekuatan masing-masing, perusahaan dapat mengambil keputusan nan tepat untuk merancang prasarana TI nan handal dan efisien guna memenuhi tuntutan bumi nan berpusat pada information saat ini.

Jika Anda mau meningkatkan keahlian komputasi awan Anda lebih jauh, kami sangat menyarankan Anda untuk memeriksa Program Pascasarjana Simplilearn dalam Komputasi Awan. Kursus ini dapat membantu Anda memperoleh keahlian nan tepat dan membikin Anda siap kerja dalam waktu singkat.

Jika Anda mempunyai pertanyaan tentang edge computing vs cloud computing nan tidak terjawab dalam tulisan ini, bagikan di bagian komentar di bawah.

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita