Keterampilan Terbaik yang Anda Butuhkan untuk Mencapai Standing Pakar dalam Desain UX

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Ini adalah kesalahan umum bagi desainer UX saat ini: terlalu terperosok dalam kesibukan manajemen proyek sehingga mereka kandas menghabiskan cukup waktu pada aspek imajinatif kreasi nan menjadikan pekerjaan mereka sangat krusial dalam proses pengembangan. Kunci dari kreasi UX nan dahsyat adalah memanfaatkan preferensi perilaku konsumen nan menggunakan produk Anda setiap hari, dan menerapkan prinsip pemikiran kreasi terbaru untuk menciptakan kreasi nan tidak dapat ditinggalkan oleh pengguna tersebut. Untuk menjadi desainer papan atas, Anda juga kudu mulai berpikir lebih strategis tentang peran Anda dan menjadi kontributor bagi untung organisasi pembangunan.

Untuk mencapai puncak perdagangan desain, Anda pasti mau memastikan tim kreasi Anda menguasai keahlian dan kemahiran utama ini.

1. Pemikiran Desain

Pemikiran kreasi adalah proses pemecahan masalah tingkat lanjut nan berupaya mengungkap dan memenuhi kebutuhan pengguna secara mendalam. Perusahaan nan terlibat dalam pemikiran kreasi tidak hanya menciptakan UI nan lebih baik; mereka juga menyiapkan landasan untuk menghasilkan hasil upaya nan lebih baik bagi organisasi pembangunan. Tim proyek nan memanfaatkan prinsip pemikiran kreasi bisa memangkas waktu nan diperlukan untuk kreasi awal sebesar 75 persen, mengurangi waktu pengembangan dan pengetesan sebesar 33 persen dan membawa produk ke pasar dua kali lebih cepat. Itulah nan membikin pemikiran kreasi menjadi topik hangat di pasar nan sedang panas. Perusahaan-perusahaan nan didorong oleh kreasi telah mengungguli Indeks S&P sebesar 219 persen selama periode sepuluh tahunyang menggambarkan faedah upaya krusial nan dapat dihasilkan oleh kegunaan desain.

Pelatihan keahlian Design Pondering memberikan pandangan mendalam tentang pemahaman dan pendefinisian kebutuhan pelanggan, membangun rencana kreasi dengan tujuan nan dapat ditindaklanjuti, menciptakan character pengguna, mengembangkan empati pengguna nan kuat, dan menguasai ide, eksperimen, dan pembuatan prototipe. Semuanya bermaksud untuk meningkatkan keterlibatan pengguna, tingkat konversi dan retensi nan bakal membantu menumbuhkan dan meningkatkan skala organisasi pengembangan. Tujuh puluh lima persen banyak organisasi mengatakan bahwa mereka terlibat dalam pemikiran kreasi saat ini.

2. Riset Pengalaman Pengguna (UX).

Desainer tahu bahwa mereka kudu lebih berpusat pada pengguna agar bisa sukses. Mengetahui apa nan memotivasi dan menarik minat pengguna Anda dimulai dengan melakukan penelitian mendalam untuk mengungkap apa nan mungkin Anda duga. Semakin erat ikatan nan dapat Anda kembangkan dengan pelanggan, semakin baik Anda dapat menciptakan kreasi nan membikin mereka tetap terlibat sepenuhnya. Hampir separuh dari seluruh pemimpin desain (46 persen) mengutip hubungan emosional dengan pengguna sebagai karakter unik praktik kreasi tingkat lanjut.

Pelatihan keahlian Riset UX memperkenalkan desainer pada proses krusial dalam meneliti preferensi pengguna secara terstruktur. Kursus ini memberikan gambaran umum tentang konsep dan metodologi penelitian UX, kenapa penelitian UX diperlukan di bumi virtual saat ini dan gimana perihal itu dapat berakibat signifikan terhadap hasil bisnis. Pelajar diberdayakan untuk mengetahui langkah mengumpulkan info ekstensif tentang perilaku pengguna, memetakan perjalanan pengguna, dan menganalisis produk kompetitif untuk menghasilkan pengalaman pengguna nan menarik. Tujuan utamanya adalah untuk lebih memahami apa nan diinginkan, dipikirkan, dirasakan, dan dikatakan pengguna saat mereka menggunakan produk Anda.

3. Desain Interaksi UX

Setelah Anda menguasai riset dan mengungkap preferensi pengguna, tugas selanjutnya adalah belajar membikin kreasi nan memanfaatkan hubungan sempurna antara pengguna dan UI. Pelanggan bakal memilih antarmuka nan lebih baik setiap saat: 86 persen pembeli bakal bayar untuk pengalaman pengguna nan lebih baik, menurut sebuah laporan. Ketika pengguna Anda condong untuk lebih sering berinteraksi dan terlibat dengan produk Anda, Anda dapat meningkatkan merek Anda dan meningkatkan pertumbuhan pasar.

Desain Interaksi UX mengajarkan para desainer proses hubungan pengguna nan berorientasi pada pengguna dan didorong oleh prototipe. Desainer mempelajari prinsip kegunaan, langkah memenuhi kebutuhan pengguna, dan merancang praktik terbaik nan menambah makna pada produk. Desain hubungan dimaksudkan untuk meningkatkan cakupan dan aksesibilitas produk Anda, dan mengajarkan Anda untuk mengakomodasi kebutuhan dan keterbatasan bentuk banyak pengguna potensial.

4. Desain Visible

Membangun kreasi visible nan paling menarik mencakup menyempurnakan tampilan dan nuansa, meningkatkan estetika umum, dan menguasai warna, ruang, bentuk, tipografi, dan corak untuk membentuk hubungan visible nan lebih berdampak. Itulah inti dari training keahlian Desain Visible. Peserta didik dilatih tentang prinsip-prinsip kreasi visible, pola UI dan konsep jenjang visible, teknik membikin sketsa dan Photoshop, serta membikin papan cerita nan lebih berdampak.

Konsumen condong menavigasi aplikasi dengan sigap dan mudah, sehingga desainer kudu konsentrasi pada perihal tersebut taktik kreasi nan menghemat waktu seperti penggunaan pola navigasi dan arsitektur info nan efektif; menyediakan konten dan fitur nan relevan dengan konteks perjalanan pengguna; dan menciptakan perjalanan pengguna linier nan mudah diikuti. Jika konsumen menyukai desainnya, mereka bakal memperkuat lebih lama. Durasi sesi rata-rata adalah 70 persen lebih lama dan rasio pentalan 35 persen lebih rendah dengan aplikasi dan situs nan berkinerja lebih cepat.

Kesimpulan

Baik itu memanfaatkan tren lembaran bawah alias aktivitas menggeser ke atas di aplikasi seluler, alias mengembangkan kreasi antisipatif nan memprediksi dan memenuhi kebutuhan pengguna pada waktu nan tepat, desainer Anda dapat belajar untuk tetap menjadi nan terdepan dalam prinsip kreasi dengan UX dan jalur pembelajaran berpikir desain.

Untuk menjadi mahir dalam Desain UX, Anda kudu menguasai beragam keterampilan, termasuk empati pengguna, kreasi antarmuka, pembuatan prototipe, dan pengetesan pengguna. Kemampuan ini tidak hanya melibatkan pemahaman prinsip-prinsip desain, namun juga menerapkannya secara efektif untuk menciptakan pengalaman virtual nan berpusat pada pengguna. Bootcamp UX UI menyediakan langkah komprehensif untuk mengembangkan keahlian ini.

Program intensif ini dirancang untuk membenamkan Anda sepenuhnya dalam bumi kreasi UX, memberikan pengalaman langsung dalam proyek bumi nyata dan akses ke ahli industri.

Sumber: www.simplilearn.com

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita