Jika Pria Anda Melakukan 6 Hal Ini, Dia Tidak Jatuh Cinta Pada Anda — Dia Terobsesi | Blanca Cobb

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Saya menggunakan ungkapan “setan psikologis nan menyamar sebagai cinta” ketika saya berbincang tentang orang-orang nan telah mengganggu kepercayaan romantis. Anda mungkin terkejut dengan banyaknya orang nan pernah merasa terjebak dalam hubungan nan tidak sehat pada suatu saat dalam hidup mereka. Dalam pekerjaan saya dengan klien, serta dalam percakapan santai, saya memperhatikan pola perilaku tertentu dari kekasih nan berbisa dan kasar secara emosional. Saat saya berbincang tentang cinta, kencan, alias romansa, orang sering kali mau mengetahui tanda ancaman nan kudu diwaspadai sebagai tanda pelecehan emosional dalam hubungan beracun. Saya memberi tahu mereka bahwa masalah muncul ketika emosi mengalahkan logika sehat dalam suatu hubungan – ketika Anda mendengarkan apa nan dirasakan hati Anda dan bukan apa nan diteriakkan oleh pikiran Anda. Ini terjadi ketika ada nan tidak beres dalam hubungan Anda lantaran lonjakan hormon cinta menenggelamkan logika sehat. Perhatikan contoh berikut:

  • Anda mengabaikan peringatan mini nan memberi tahu Anda bahwa ada sesuatu nan tidak beres.
  • Anda membikin argumen – seperti mereka lelah, stres, alias sakit – untuk menjelaskan perilaku jelek mereka.
  • Anda meyakinkan diri sendiri bahwa Anda hanya salah membaca niat pasangan Anda.

TERKAIT: 15 Tanda Peringatan Suami nan Mengontrol (Dan Apa nan Harus Dilakukan Jika Terdengar Akrab)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika emosi mengalahkan logika sehat, Anda mungkin bakal tenggelam dalam lautan pelecehan emosional. Jika Anda tidak mengenali tanda-tandanya, Anda mungkin bakal tenggelam.

TERKAIT: Awas! Jika Pria Anda Melakukan 15 Hal Ini, Dia Sangat Tidak Aman

Jika laki-laki Anda melakukan 6 perihal ini, dia tidak jatuh cinta kepada Anda, dia terobsesi:

1. Mereka menyerang Anda dengan perhatian nan intens dan terus-menerus

2. Mereka menuntut waktu Anda dalam jumlah nan tidak masuk akal

3. Mereka mengabaikan aspek lain dalam kehidupannya demi Anda

4. Mereka menunjukkan kecemburuan terhadap siapa pun dan aktivitas apa pun nan “bersaing” untuk mendapatkan perhatian Anda

5. Mereka mengikuti Anda alias memeriksa Anda saat Anda tidak bersama

6. Mereka secara bentuk mengabaikan ruang pribadi Anda untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa Anda ada nan punya

TERKAIT: 9 Tanda Peringatan nan Sangat Mengkhawatirkan Anda Berada dalam Hubungan nan Beracun

Cinta obsesif dimulai dengan emosi nan kuat, sanjungan, dan perhatian, dan perlahan-lahan berubah menjadi sikap pencemburu nan tidak sehat. Awalnya, cinta obsesif mudah dikacaukan dengan cinta nan sehat. Di awal hubungan romantis baru, wajar jika Anda menjadi satu-satunya konsentrasi pikiran pasangan. Anda menghabiskan banyak waktu berbareng dan memikirkan satu sama lain saat Anda berpisah. Dalam hubungan dengan kekasih nan terobsesi dengan Anda, lama kelamaan Anda bakal menyadari bahwa pasangan Anda tidak lagi mendukung kemandirian Anda. Mereka mau menghabiskan banyak waktu berbareng Anda. Jika Anda mengejar kepentingan dan aktivitas luar maka loyalitas Anda bakal dipertanyakan. Anda mungkin mendengar ragam pertanyaan dan pernyataan seperti ini:

  • “Kenapa Anda lebih memilih jalan-jalan berbareng temanmu daripada menghabiskan waktu bersamaku?”
  • “Kenapa Anda kudu kembali ke instansi malam ini?”
  • “Tidak bisakah Anda menyelesaikan pekerjaanmu lain kali?”
  • “Kamu tahu, saya tidak nyaman berada di tengah keramaian, jadi pastikan Anda tetap berada di sisiku.”

Saat Anda menghadiri aktivitas bersama, Anda bakal memandang bahwa pasangan Anda tidak bakal meninggalkan Anda alias marah ketika Anda berbincang dengan orang lain. Sikap posesif, bertanya-tanya, dan berprasangka dapat menggoyahkan kepercayaan diri Anda terhadap pasangan dan hubungan Anda. Saat Anda mengupas lapisan obsesif pasangan Anda, Anda bakal menemukan orang nan merasa tidak kondusif nan menentukan nilai dirinya berasas hubungan Anda, perhatian Anda, dan eksklusivitas Anda.

Seringkali perihal ini terjadi lantaran pasangan Anda sedang berupaya menyembuhkan rasa sakit dan kehilangan masa lalunya dari hubungan sebelumnya. Mereka merasa bahwa jika mereka dapat mengendalikan Anda, maka mereka bakal pulih dari masa lampau dan mencegah kerugian nan lebih besar di masa depan. Namun jika Anda tidak berhati-hati, Anda mungkin bertanya-tanya gimana Anda bisa terisolasi dari family dan teman-teman dan sepenuhnya dikendalikan oleh pasangan Anda. Mengetahui – dan mewaspadai – tanda-tanda cinta obsesif dan pelecehan emosional ini dapat membantu Anda lebih baik dalam mencari jalan keluar dari hubungan semacam itu.

Jika Anda merasa mengalami depresi alias kekhawatiran akibat pelecehan emosional nan terus-menerus, Anda tidak sendirian.

Kekerasan dalam rumah tangga dapat terjadi pada siapa saja dan bukan mencerminkan siapa Anda alias kesalahan apa pun nan telah Anda lakukan.

Jika Anda merasa seolah-olah berada dalam bahaya, tersedia support 24/7/365 melalui Hotline KDRT Nasional dengan menelepon 1-800-799-7233. Jika Anda tidak dapat berbincang dengan aman, kirim SMS LOVEIS ke 1-866-331-9474.

Cerita Terkait Dari YourTango:

TERKAIT: 10 Tanda Pria Manipulatif nan Tak Terbantahkan

Blanca Cobb adalah master bahasa tubuh dan pendeteksi ketidakejujuran nan diakui secara nasional nan menggunakan skill kajian perilaku dan latar belakang psikologinya untuk mengungkap kebenaran. Dia pernah tampil di hubungan HLN Dr. Drew On-Call, Good Morning America, CNN, USA Today, FOX, ABC, CBS, dan NBC serta dikutip di majalah New York Daily News, The Root, dan Cosmopolitan.

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita