IDB, laporan Financial institution Dunia tentang modal darurat dapat membuka jalan bagi perluasan pinjaman Oleh Reuters

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Oleh Andrea Shalal

WASHINGTON (Reuters) – Financial institution Pembangunan Antar-Amerika dan Financial institution Dunia pada hari Jumat mengeluarkan laporan terpisah mengenai modal nan dapat ditarik, ialah modal darurat nan dijanjikan oleh pemerintah tetapi belum dibayarkan, nan dapat membantu financial institution pembangunan multilateral meningkatkan kapabilitas pinjaman mereka.

Laporan-laporan tersebut merupakan hasil dari kajian teknis selama berbulan-bulan dan uji tekanan kembali (opposite pressure take a look at) nan menunjukkan bahwa para pemegang saham memandang komitmen mereka untuk memberikan modal darurat sebagai perihal nan mengikat secara hukum, namun memandang kemungkinan mini bahwa perihal itu bakal diperlukan.

Financial institution IDB mengatakan pihaknya melakukan uji stres terbalik (opposite pressure take a look at) nan menunjukkan bahwa seluruh pemegang sahamnya menganggap tanggungjawab penarikan modal tersebut mengikat secara hukum, namun seruan mengenai modal darurat tetap merupakan “skenario nan sangat kecil.” Financial institution Dunia mengatakan analisisnya menunjukkan kemungkinan adanya panggilan telepon “sangat kecil”.

IDB mengatakan manajemen seniornya percaya bahwa lembaga pemeringkat angsuran bakal menganggap kajian tersebut berfaedah dalam menilai nilai modal nan dapat ditarik. Studi ini merupakan bagian dari upaya besar IDB dan financial institution multilateral lainnya untuk memperluas sumber daya nan tersedia guna membantu negara-negara miskin melawan perubahan iklim.

Financial institution Dunia mengatakan tinjauannya terhadap prosedur dan tata kelola callable capital telah memberikan kejelasan dan transparansi mengenai komitmen pemegang saham, dan dapat membuka jalan bagi perubahan untuk memungkinkan lebih banyak pinjaman.

“Informasi ini bakal membantu lembaga pemeringkat untuk menilai dengan lebih baik nilai modal nan dapat ditarik ke Financial institution Pembangunan Multilateral (MDB),” katanya. “Pengakuan tambahan dari lembaga pemeringkat atas nilai modal nan dapat ditarik berpotensi memungkinkan Financial institution Dunia dan MDB lainnya untuk memperluas kapabilitas finansial guna memenuhi kebutuhan pembangunan nan terus meningkat dan meningkatkan taraf hidup jutaan orang.”

Laporan serupa mengenai modal nan dapat ditarik juga diterbitkan oleh Financial institution Pembangunan Afrika, Financial institution Pembangunan Asia, dan Financial institution Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan.

Seorang pejabat senior Departemen Keuangan AS mengatakan laporan tersebut menandai kemajuan setelah kerja keras selama berbulan-bulan, dengan perhatian sekarang beranjak ke peningkatan keterlibatan dengan lembaga pemeringkat kredit.

“Pernyataan-pernyataan ini semestinya memberikan kepercayaan bahwa ada potensi ruang untuk memberikan nilai lebih pada modal nan dapat ditarik,” kata pejabat itu kepada Reuters. “Ini adalah pekerjaan nan teliti dan terperinci dari pihak MDB dan para pemegang saham sangat senang.”

Menteri Keuangan AS Janet Yellen telah meminta MDB untuk memprioritaskan memasukkan “bagian nan bijaksana” dari modal nan dapat ditarik ke dalam kerangka kecukupan modal mereka, sebagai bagian dari reformasi nan lebih luas nan bermaksud untuk memperluas pilihan pendanaan untuk membantu negara-negara berkembang di tengah krisis suasana nan memburuk.

 Logo Bank Dunia terlihat pada Pertemuan Musim Semi Kelompok Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional 2023 di Washington, AS, 13 April 2023. REUTERS/Elizabeth Frantz/File Foto

Para pelaksana senior di financial institution pembangunan multilateral (MDB) telah berjumpa dengan lembaga pemeringkat angsuran terkemuka di tengah dorongan luas untuk memperluas kapabilitas pinjaman mereka dan membantu negara-negara bersiap menghadapi perubahan suasana dan tantangan lainnya.

Beberapa penelitian mengatakan Financial institution Dunia dan MDB lainnya dapat meningkatkan kapabilitas pinjaman mereka hingga ratusan miliar dolar jika lembaga pemeringkat mengubah tunjangan nan mereka berikan untuk modal nan dapat ditarik (callable capital), tanpa membahayakan ranking angsuran AAA mereka, nan memungkinkan mereka meminjam dengan suku kembang rendah dan lolos. pada penghematan ke negara-negara berkembang.

2024-04-13 14:09:44

www.making an investment.com

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita