Hubungan Paling Fungsional dan Sehat Semuanya Memiliki 3 Kualitas Kecil | Marni Feuerman

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jika Anda salah satu dari orang-orang nan tampaknya tidak pernah mempunyai hubungan nan sehat dan memuaskan, mungkin Anda apalagi tidak tahu seperti apa rasanya menjalin hubungan. Mungkin pernikahan orang tua Anda tidak baik, dan Anda tidak punya panutan hubungan positif. Mungkin hubungan Anda dengan mereka berdua juga bukan nan terbaik, menyebabkan Anda membentuk pola keterikatan tidak kondusif nan terus menerus terjadi. Apa pun alasannya, Anda mungkin bisa mematahkan kebiasaan tersebut dan berakhir mengulangi pengalaman hubungan nan tidak sehat ini.

Untuk melakukannya, Anda kudu berbekal pengetahuan, wawasan, dan tujuan pribadi untuk mengenali perbedaan antara hubungan nan berbisa alias tidak sehat dan hubungan nan sehat dan fungsional dengan pasangan romantis nan positif. Jika Anda belum pernah mempunyai hubungan nan sehat, tugas ini mungkin sedikit rumit. Ada kemungkinan Anda dapat memandang kembali hubungan masa lampau Anda dan menyadari bahwa Anda telah membikin beberapa pilihan nan tidak tepat alias buruk. Namun, mengetahui apa makna “sehat” secara teori berbeda dengan mengetahui seperti apa rasanya hubungan nan sehat dari dalam.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Hubungan nan sehat adalah hubungan nan seimbang dan timbal balik. Harus ada rasa kesetaraan dalam upaya nan Anda berdua lakukan untuk menciptakan serikat pekerja nan sukses. Misalnya, Anda berdua kudu meletakkan perhatian satu sama lain, menunjukkan rasa terima kasih satu sama lain, dan saling menjunjung tinggi. Jika pasangan Anda tidak menunjukkan sisi terbaik Anda alias Anda tidak dapat menghitungnya, sirine bakal berbunyi.

TERKAIT: 4 Komponen Penting nan Dimiliki Setiap Hubungan nan Sehat dan Berkomitmen

Hubungan nan paling fungsional dan sehat mempunyai tiga kualitas kecil:

1. Kepercayaan dan kejujuran

Kepercayaan sangat krusial dan mendasar dalam hubungan Anda. Anda kudu merasa percaya bahwa pasangan Anda mengutamakan kepentingan Anda dan tidak bakal melakukan apa pun nan merugikan Anda. Anda kudu merasa bahwa mereka dapat dipercaya dan jujur ​​berdasarkan perilaku dan perkataan mereka. Anda kudu selalu memanfaatkan keraguan sampai Anda melihat, mendengar, alias mengetahui sebaliknya. Anda tidak perlu cemas jika Anda jujur ​​dan terbuka bakal ada akibat negatifnya.

2. Komunikasi dan komitmen untuk menyelesaikan konflik

Harus ada komunikasi nan terbuka, produktif, dan saling menghormati, apalagi selama konflik. Tidak boleh ada penghinaan, intimidasi, alias pelecehan dalam corak apa pun. Anda kudu selalu merasa kondusif untuk menyampaikan masalah dan kekhawatiran Anda kepada pasangan, dan mereka juga kudu merasakan perihal nan sama terhadap Anda.

3. Nilai-nilai nan dimiliki berbareng dan/atau serupa

Nilai lebih krusial dibandingkan (dan tidak sama dengan) kepentingan serupa. Anda berdua kudu sepakat mengenai kepercayaan inti tentang hal-hal seperti monogami, komitmen, anak-anak, karier, agama, penggunaan narkoba, meminta bantuan, gimana waktu dihabiskan, di mana kudu tinggal, tujuan hidup, dan sebagainya. Anda juga kudu menyepakati batas antara Anda dan orang lain di lingkaran Anda (seperti kawan dan keluarga). Anda kudu menikmati menghabiskan waktu bersama, tetapi ada juga ruang untuk menjadi diri sendiri di luar hubungan. Jika salah satu dari Anda merasa melakukan sesuatu nan bertentangan dengan nilai-nilai inti Anda, Anda bakal mengalami perselisihan dan ketidakbahagiaan nan hebat.

4. Saling berbagi bumi jiwa Anda

Anda berdua kudu berbagi sejarah Anda – nan baik, nan buruk, dan nan jelek. Bagikan peristiwa nan telah terjadi pada Anda dulu dan sekarang. Komunikasikan ketakutan dan masalah Anda, riwayat family Anda, dan sebagainya. Berbagi kudu dilakukan secara berjenjang dan terukur. Rasakan reaksinya. Apakah pengungkapan Anda selalu dipenuhi dengan empati dan kasih sayang? Jika tanggapannya dirasa kurang tepat, apakah Anda dapat memberikan masukan, dan apakah tindakan orang tersebut benar? Ketika kepercayaan Anda dihancurkan oleh mereka nan semestinya menjaga Anda di masa lalu, membicarakan perincian ini bisa jadi sulit. Namun jika Anda memilih untuk menutup diri dan tidak berbagi, maka bakal berakibat pada jarak dan keterputusan di antara Anda.

TERKAIT: 15 Tanda Pasti Anda Bersama Pria Baik (Seperti nan Ditulis Oleh Seseorang)

5. Empati

Anda berdua kudu baik hati dan peduli satu sama lain. Anda kudu bisa bersandar satu sama lain dan bersikap suportif. Anda berdua kudu merasa tidak lezat dan meminta maaf atas kesalahan nan Anda lakukan satu sama lain. Anda berdua kudu merasakan bahwa kepentingan terbaik Anda adalah nan utama. Anda menghargai dan mendiskusikan kepercayaan dan pendapat satu sama lain. Tidak ada posisi satu atas/bawah, dan Anda berdua kudu merasa setara. Anda dapat memahami persepsi satu sama lain terhadap suatu situasi meskipun Anda tidak setuju. Hal ini mungkin tidak terjadi setiap saat, namun semestinya sering terjadi.

6. Keintiman fisik

Unik dalam hubungan romantis, bukan persahabatan platonis, Anda juga kudu berbagi keintiman dan kasih sayang fisik. Hubungan kudu berkembang dengan kecepatan nan nyaman dan tidak ada di antara Anda nan terlalu sigap menekan satu sama lain untuk keintiman alias komitmen. Sadarilah juga bahwa mengembangkan keintiman bentuk lebih mudah dan berbeda dengan mengembangkan keintiman emosional. Dengan keintiman emosional, Anda berdua merasa dekat dan terhubung mulai dari berbagi perasaan, mengungkapkan pengertian, saling menguatkan, dan menunjukkan kepedulian. Keintiman emosional kudu didahulukan, alias paling tidak, diimbangi dengan keintiman fisik.

Berikut 7 tip untuk membantu Anda pulih dari hubungan déjà vu dan menemukan hubungan nan sehat dan penuh kasih meskipun Anda belum pernah menjalinnya sebelumnya:

1. Perhatikan intuisi dan firasat Anda

Perasaan naluriah Anda, emosi nan berada di bawah rasa takut (tentang kesendirian, ditinggalkan, bahwa Anda tidak dapat dicintai alias tidak berharga), adalah “antena hubungan” Anda. Keraguan tentang nilai dan daya tarik Anda bukanlah perihal nan rasional. Itulah nan dikondisikan ketika Anda ditinggalkan, dianiaya, tidak ditanggapi, dan sebagainya. Intuisi Anda adalah bunyi alam bawah sadar Anda nan dengan kuat menyatukan pikiran, tubuh, dan jiwa Anda. Dengarkan dengan merenungkan pertanyaan nan Anda miliki dan tanyakan langsung pada diri sendiri apa nan mau disampaikan oleh hatikecil Anda. Naluri Anda bakal dapat memberi tahu Anda apakah Anda berada dalam hubungan nan sehat alias tidak.

2. Jangan biarkan emosi Anda nan menentukan

Pelajari strategi menenangkan diri. Ketakutan dan kepanikan dapat memicu Anda untuk melawan alias lari. Jika Anda merasa tidak diperhatikan oleh pasangan, Anda mungkin bertindak tidak pantas. Anda mungkin bakal menyerang, meningkatkan, menarik diri, alias menguji cinta pasangan Anda. Anda tidak memerlukan pengesahan terus-menerus dari orang lain. Anda dapat belajar menenangkan diri, memvalidasi diri sendiri, dan mengubah pembicaraan negatif pada diri sendiri. Anda juga bisa mengekspresikan diri dengan tegas.

3. Buat beberapa perubahan pribadi

Lihatlah kebiasaan dan perilaku jelek Anda. Apakah Anda pasif? Dramatis? Negatif? Tidak pernah puas? Lakukan inventarisasi diri nan jujur ​​untuk menentukan gimana Anda dapat berkontribusi terhadap dinamika berulang nan Anda alami. Apa nan mau Anda ubah baik dalam suatu hubungan alias tidak? Apakah ada tema familiar dalam masukan nan Anda dapatkan dari pasangan, teman, dan kolega romantis nan perlu Anda sebutkan juga?

TERKAIT: Orang Dalam Hubungan Sehat Keren Dengan Menyerahkan 12 Hal Ini

4. Menolak untuk menoleransi ketidakabsahan emosional dari orang lain

Ketika pikiran dan emosi Anda ditolak, diabaikan, alias dihakimi secara negatif, Anda mengalami apa nan disebut “ketidakabsahan emosional.” Banyak orang dewasa nan berjuang dalam hubungan romantis sering kali menjadi korban dari pengalaman tidak sah seperti nan dialami anak-anak. Anda mungkin mendapati pikiran dan emosi Anda sering diabaikan alias diremehkan oleh orang lain saat Anda sudah dewasa. Penawarnya adalah dengan melatih penerimaan diri dan belas iba pada diri sendiri. Tegaskan kewenangan Anda untuk sembuh dan mempunyai hubungan nan senang dan sehat.

5. Berhati-hatilah untuk tidak membikin ramalan nan menjadi kenyataan

Jika Anda berpikir Anda bakal dihantui, diremehkan, ditindas, alias disembunyikan lantaran itulah pola sejarah romantis Anda, jangan berasumsi bahwa perihal itu bakal terus terjadi. Lihatlah cara-cara Anda menciptakan hasil ini dengan menyabotase alias menerima jenis pasangan nan salah. Apa nan Anda prediksi bakal terjadi mungkin bakal terwujud hanya lantaran Anda percaya perihal itu bakal terjadi. Keyakinan Anda memengaruhi tindakan Anda. Mewujudkan pola pikir positif bakal jauh lebih menguntungkan. Harapkan sesuatu nan berbeda terlepas dari apakah Anda pernah mengalaminya sebelum hari ini.

6. Jangan terjebak dalam pola pikir nan merugikan diri sendiri

Mirip dengan ramalan nan menjadi kenyataan, pikiran nan tidak logis dan merugikan diri sendiri bakal menyabot upaya Anda untuk menemukan hubungan nan memuaskan. Jangan percaya bahwa pikiran negatif itu betul tanpa pengecekan fakta. Contohnya: percaya bahwa Anda tidak bisa berubah, menganggap semua pria/wanita itu sama, mengatakan pada diri sendiri bahwa apa pun nan Anda lakukan tidak bakal sukses alias bahwa Anda sudah terlalu tua untuk berubah, dan sebagainya, bakal membikin Anda terjebak dan putus asa. Paling tidak, jika Anda tidak bisa bersikap positif, setidaknya bersikaplah netral, terbuka, dan penasaran bahwa Anda bisa berubah, dan hidup Anda bisa berbeda.

Cerita Terkait Dari YourTango:

7. Menolak menerima perilaku buruk

Pasangan Anda kudu bebas dari penyalahgunaan bahan kimia alias kecanduan apa pun — video dewasa, alkohol, keintiman fisik, narkoba, perjudian, video game, dan sebagainya. Hal ini tidak bakal membikin pasangan menjadi tersedia secara emosional, transparan, konsisten, dan dapat diandalkan. Anda tidak boleh merasa tidak kondusif alias terancam dengan langkah apa pun. Anda juga tidak boleh dikontrol alias dianiaya secara emosional, verbal, ekonomi, dan tentu saja, secara fisik. Jika Anda tidak percaya apa saja bentuk-bentuk pelecehan tersebut, pelajari diri Anda sendiri dan pahami tanda-tanda nan kudu diperhatikan.

Ketika Anda telah belajar sejak awal bahwa orang lain tidak dapat dipercaya, tidak responsif, alias apalagi kasar, kemungkinan besar Anda sekarang memilih jenis orang nan sama ketika Anda sudah dewasa. Ini bisa menjadi perjuangan nyata untuk melepaskan diri dari kenyamanan dan keakraban itu semua. Namun, perubahan besar dan pemulihan penuh bisa dilakukan. Memiliki hubungan nan sehat, meskipun Anda belum pernah menjalin hubungan sebelumnya, adalah perihal nan bisa dicapai. Anda dapat mempelajari apa nan kudu dicari dan gimana rasanya. Dan Anda tidak boleh menerima kurang dari itu.

Jika Anda merasa mengalami depresi alias kekhawatiran akibat pelecehan emosional nan terus-menerus, Anda tidak sendirian.

Kekerasan dalam rumah tangga dapat terjadi pada siapa saja dan bukan mencerminkan siapa Anda alias kesalahan apa pun nan telah Anda lakukan.

Jika Anda merasa seolah-olah berada dalam bahaya, tersedia support 24/7/365 melalui Hotline KDRT Nasional dengan menelepon 1-800-799-7233. Jika Anda tidak dapat berbincang dengan aman, kirim SMS LOVEIS ke 1-866-331-9474.

TERKAIT: 15 Tanda Hubungan Sehat nan Dibangun Agar Abadi

Marni Feuerman adalah psikoterapis berlisensi dalam praktik swasta, master hubungan, dan penulis Ghosted and Breadcrumbed: Berhenti Tertarik pada Pria nan Tidak Ada dan Cerdaslah dalam Hubungan nan Sehat.

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita