Hari ke 2, longsor di Gununghalu Bandung Barat belum bisa dilalui kendaraan

Sedang Trending 5 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Bandung Barat | SekitarKita.id,-Peristiwa musibah longsor memutus jalan utama penghubung Bandung Barat – Cianjur tepatnya di Kampung Tugu, RW 01 RT 05 Desa Cilanggari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Tanah longsor terjadi Selasa awal hari sekira pukul 03:00 WIB. Akibat musibah ini, mobilitas penduduk menggunakan kendaraan roda empat dan sepeda motor tak bisa melewati jalur di hari kedua ini.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Gununghalu, Adang mengatakan, longsor menggerus lenyap bangunan jalan sepanjang 100 meter. Bukan hanya aspal, bongkahan tanah, batu, dan sejumlah pohon besar ikut terbawa longsor.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

“Terjadi 3 letak kejadian tanah longsor di Kampung Tugu RT 003 RW 003 diantaranya jalan utama Kabupaten penghubung Bunijaya, Sindangjaya dan Cilangari terputus lantaran patah dan terbawa tanah longsor dengan panjang sekitar 30 meter lebar 1,5 m tinggi 100 meter (Luas Cakupan = 0,45 Ha persegi),” kata Adang saat dihubungi instansi buletin SekitarKita.id Rabu 15 Mei 2024.

Lalu kemudian, kata dia, nan kedua jalan utama Kabupaten penghubung Bunijaya, Sindangjaya dan Cilangari terputus lantaran tertutup tanah longsor dengan panjang sekitar 5 meter lebar 3 m, tinggi 4 meter.

“Dan titik ke tiga, jalan Desa penghubung Bunijaya, Sindangjaya terputus lantaran tertutup tanah longsor dengan panjang sekitar 6 meter lebar 3 m, tinggi 4 meter,” jelasnya.

Ia menyebut, jalan milik Pemda Bandung Barat ini berada di dua desa ialah Cilanggari dan Sindangjaya. Akses ini baru saja diperbaiki beberapa bulan terakhir menggunakan biaya pinjaman dari PT SMI.

“Ia betul jalan kanupaten lumpuh total, akses Cianjur-Bandung Barat gak bisa dilewati. Paling pakai motor memutar jauh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kejadian ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi dengan lama sangat panjang. Ditambah kontur tanah labil dengan kemiringan cukup curam, sehingga saat diterjang air hujan langsung ambrol.

“Memang tadi malam hujannya besar sekali. Ditambah waktunya cukup panjang, hujan gak berakhir sejak pukul 20:00 WIB sampai 03:00 awal hari,” jelasnya.

Dikatakan dia, akses menuju sejumlah desa Bandung Barat ke Kabupaten Cianjur kudu memutar puluhan kilometer melewati Jalan Raya Tegalega via Pasir Puspa-Cicurug lampau keluar di jalan dekat Kecamatan Gununghalu.

“Memang jalan ini menjadi akses utama. Untuk sementara lewat jalur kendaraan pakai akses pengganti lewat Tegalega lewat Pasir Puspa,” kata dia.

Menurutnya, perbaikan jalan kudu dilakukan secara permanen lantaran seluruh bangunan jalan lenyap tergerus. Perlu penguatan badan jalan serta tebing agar jalan lebih kuat dan tak terjadi longsor susulan. Selain badan jalan, longsor menggerus lahan pertanian dan 5 kendaraan motor terjebak.

“Jadi lantaran badan jalannya lenyap tergerus longsor. Untuk perbaikan kudu ada pembuatan jalan baru,” paparnya.

Pihaknya merinci, terdapat 8 kendaraan motor R2 nan tidak bisa lewat terjebak di letak kejadian lantaran jalan tertutup longsor, dan beberapa tiang telepon, tiang listrik, dan PJU jalan ambruk terdampak tanah longsor.

“Sementara dapat dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, himbauan kepada masyatakat nan bakal melintas jalan tersebut untuk memilih jalur jalan pengganti lainnya dan selalu waspada bakal adanya bencana,” ujarnya.

“Kebutuhan untuk penangan sementara perangkat berat untuk membuang material longsor dan sinso untuk memotong kayu nan menghalang jalan,” tandasnya.

Penulis : Abdul Kholilulloh

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita