Harga minyak stabil di degree tertinggi 5 bulan, pertemuan OPEC dinanti Oleh Making an investment.com

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Making an investment.com– Harga minyak sedikit naik di perdagangan Asia pada hari Rabu, memperkuat di degree tertinggi lima bulan lantaran tanda-tanda menyusutnya persediaan AS dan potensi gangguan pasokan di Rusia memberikan prospek nan lebih ketat untuk pasar minyak mentah world.

Fokus saat ini sebagian besar tertuju pada pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) nan dijadwalkan hari ini, meskipun golongan produsen diperkirakan bakal mempertahankan produksi tidak berubah.

Kekhawatiran bakal bentrok nan lebih luas di Timur Tengah – setelah Iran berjanji bakal melakukan pembalasan terhadap Israel atas serangan terhadap kompleks kedutaan Iran di Damaskus – menghadirkan kemungkinan gangguan pasokan nan lebih besar di Timur Tengah, sehingga membantu melonjaknya nilai minyak ke tingkat nan terakhir terlihat pada akhir Oktober.

nan berhujung pada bulan Juni naik 0,2% menjadi $89,13 in keeping with barel, sementara naik 0,2% menjadi $84,42 in keeping with barel pada pukul 20:19 ET (00:19 GMT).

Ekspektasi pasokan nan lebih ketat membantu nilai minyak naik melewati penguatan dolar dan meningkatnya ketidakpastian mengenai jalur suku kembang AS. Namun faktor-faktor ini juga membatasi kenaikan nilai minyak mentah secara lebih luas.

Harga minyak naik awal pekan ini setelah Meksiko mengatakan bakal memangkas ekspor minyaknya.

Persediaan minyak AS terlihat menyusut- API

Knowledge dari menunjukkan pada hari Selasa bahwa persediaan menyusut nyaris 2,3 juta barel dalam pekan hingga 28 Maret – lebih besar dari ekspektasi penurunan 2 juta barel.

Meskipun nomor tersebut terjadi setelah peningkatan sebesar 9,3 juta barel pada minggu sebelumnya, perihal ini juga merupakan penurunan persediaan mingguan ketiga selama empat minggu terakhir.

Penarikan ini meningkatkan ekspektasi bahwa pasar minyak AS semakin ketat, terutama di tengah peningkatan ekspor untuk mengisi kesenjangan pasokan nan ditinggalkan oleh Rusia dan OPEC.

Permintaan di negara konsumen bahan bakar terbesar di bumi ini juga terlihat meningkat pada musim semi dan musim panas. Knowledge API menunjukkan tren serupa nan bakal dirilis pada hari Rabu nanti.

OPEC bakal mempertahankan produksi tidak berubah

OPEC+ secara luas diperkirakan bakal mempertahankan produksi tidak berubah selama pertemuan panel tingkat menteri pada hari Rabu nanti.

Kartel tersebut baru-baru ini mengatakan bakal mempertahankan laju pengurangan produksinya hingga setidaknya akhir Juni, dengan menyatakan bahwa pasar sudah cukup ketat hingga akhir tahun 2023 dan awal tahun 2024.

Gangguan kilang di Rusia dan bentrok Timur Tengah mendukung minyak mentah

Ukraina menyerang kilang minyak terbesar ketiga di Rusia awal pekan ini, meskipun laporan Reuters mengatakan serangan itu tidak menyebabkan kerusakan kritis.

Namun serangan ini terjadi setelah beberapa serangan terhadap prasarana daya Rusia – sebuah tren nan berpotensi menghalang ekspor minyak dari Moskow.

Di Timur Tengah, prospek keterlibatan langsung Iran dalam perang Israel-Hamas juga mengguncang pasar, setelah Teheran berjanji bakal melakukan pembalasan atas serangan terhadap kedutaan besarnya di Damaskus, nan kemudian disalahkan oleh Israel.

2024-04-03 10:00:03

www.making an investment.com

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita