Harga minyak naik, diperkirakan akan kuat pada kuartal pertama di tengah spekulasi terbatasnya pasokan Oleh Making an investment.com

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Making an investment.com– Harga minyak naik di perdagangan Asia pada hari Kamis lantaran pertaruhan pasokan nan lebih ketat, terutama di tengah penurunan produksi Rusia, menempatkan minyak mentah di jalur menuju kuartal pertama nan kuat pada tahun 2024.

Harga minyak mentah mengalami penurunan selama dua sesi berturut-turut lantaran peningkatan tak terduga dalam persediaan AS dan kuatnya produksi minyak di negara tersebut memicu beberapa pertanyaan mengenai seberapa ketatnya pasar dalam beberapa bulan mendatang.

Penguatan mata duit ini juga membebani, lantaran para pedagang tetap bias terhadap dollar menjelang isyarat lebih lanjut mengenai inflasi AS dan penurunan suku bunga.

Namun analis JPMorgan mengatakan bahwa tanda-tanda penurunan produksi minyak mentah Rusia kemungkinan bakal mendukung nilai minyak, juga memberikan jalan bagi Brent untuk menguji $100 in line with barel pada bulan September.

nan berhujung pada bulan Mei naik 0,3% menjadi $86,34 in line with barel, sementara naik 0,5% menjadi $81,78 in line with barel pada pukul 20:45 ET (00:45 GMT).

Pasokan nan lebih ketat menyebabkan nilai minyak bersiap untuk kuat di Kuartal 1

Harga Brent dan WTI diperkirakan mengalami kenaikan kuat pada kuartal pertama tahun 2024, dan diperdagangkan naik antara 11% dan 14% selama tiga bulan terakhir.

Harga terdorong terutama oleh prospek pasar nan lebih ketat, lantaran Rusia, Arab Saudi dan personil Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) lainnya terus melakukan pembatasan produksi. Rusia sebelumnya pada bulan Maret mengatakan bakal memperdalam pengurangan produksi nan sedang berlangsung, sementara pasokan bahan bakar di negara tersebut juga menyusut menyusul serangkaian serangan nan melemahkan oleh Ukraina terhadap kilang bahan bakar Rusia.

Tanda-tanda sedikitnya deeskalasi dalam perang Israel-Hamas, nan menimbulkan gangguan geopolitik di area Timur Tengah nan lebih luas, juga mendukung nilai minyak, begitu pula dengan gangguan pasokan nan terus-menerus akibat serangan Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah.

Pemotongan produksi Rusia bakal meningkatkan nilai minyak, AS berpotensi menjadi rintangan – JPM

Analis JPMorgan mengatakan bahwa komitmen Rusia baru-baru ini untuk memperdalam pengurangan produksinya memberikan prospek pasar minyak mentah nan lebih ketat dalam beberapa bulan mendatang, dan juga membuka jalan bagi Brent untuk mencapai $100 in line with barel di akhir tahun.

“Tindakan Rusia dapat mendorong nilai ke $90 pada bulan April, mencapai pertengahan $90 pada bulan Mei dan mendekati $100 pada bulan September,” tulis analis JPM dalam catatannya baru-baru ini.

Namun mereka memandang AS berpotensi menjadi halangan dalam perihal harga, dengan nilai bensin nan tinggi diperkirakan bakal menjadi topik perdebatan menjelang pemilihan Presiden tahun 2024.

Permintaan bahan bakar AS meningkat dalam beberapa minggu terakhir seiring dengan musim semi, sementara peningkatan aktivitas kilang juga menyebabkan persediaan menyusut dalam beberapa minggu terakhir. Namun produksi minyak tetap berada pada rekor tertinggi di atas 13 juta barel in line with hari.

Analis JPM memperingatkan bahwa AS sekali lagi dapat beranjak ke pengeluaran Cadangan Minyak Strategisnya untuk menurunkan nilai minyak. Pemerintahan Biden telah menarik persediaan devisanya ke posisi terendah dalam 40 tahun pada tahun 2022, untuk melawan guncangan nilai minyak nan tinggi nan berasal dari awal perang Rusia-Ukraina.

Harga minyak nan tinggi juga dapat mengurangi permintaan, seiring dengan memburuknya kondisi perekonomian di seluruh bumi nan telah memberikan prospek permintaan nan lemah.

2024-03-28 09:49:09

www.making an investment.com

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita