Golkar dan Demokrat Jabar Bertemu Bahas Rencana Pilkada 2024, Kang Ace: Tak Menutup Kemungkinan Berkoalisi 

Sedang Trending 4 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

DPD Partai Golkar Jabar menerima kunjungan silaturahmi dari pengurus DPD Partai Demokrat Jabar (Ist)

Politik, SekitarKita.id – DPD Partai Golkar Jawa Barat (Jabar) menerima kunjungan silaturahmi dari pengurus DPD Partai Demokrat Jabar nan berjalan di Kantor DPD Partai Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, pada Kamis, (16/5/2024).

Kedua pengurus partai di Jawa Barat nan saling berjumpa ini tidak ada lain adalah membahas tentang persiapan Pilkada Serentak 2024 di Jabar, dengan suasana nan sangat hangat diantara keduanya.

Kehadiran pengurus DPD Partai Demokrat Jabar nan dipimpin langsung oleh Anton Sukartono Suratto disambut hangat oleh Ketua DPD Partai Golkar Jabar Tubagus Ace Hasan Syadzily nan berkawan disapa Kang Ace itu.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Dalam pertemuan itu, Kang Ace didampingi oelh Sekretaris MQ Iswawara, Ketua Harian Daniel Mutaqien, Wakil Ketua Bidang Organisasi Yod Mintaraga, personil Fraksi DPRD Jabar Cucu Sugyati, Ketua Bapilu Golkar Jabar Yomanius Untung, Bendahara Metty Triantika, serta pengurus DPD Partai Golkar Jabar lainnya.

DPD Partai Golkar Jabar menerima kunjungan silaturahmi dari pengurus DPD Partai Demokrat Jabar (Ist)

“Kami merasa sangat berbahagia, sangat berbahagia dengan silaturahmi melalui kunjungan nan dilakukan DPD Partai Demokrat ke markas besar DPD Partai Golkar Jawa Barat. Ini merupakan kehormatan besar Pak Anton. Karena tentu kita selama ini satu perahu dalam Koalisi Indonesia Maju tapi untuk saling beranjangsana sesama partai baru kita laksanakan sekarang,” kata Kang Ace.

Dalam sambutannya, Kang Ace memuji Anton Sukartono Suratto sebagai orang hebat, dan mengakui seringnya berkomunikasi lantaran sama-sama personil DPR RI.

“Beliau ini (Anton Sukartono Suratto) orang hebat, makanya di Komisi I (DPR RI). Kalau saya belakang-belakang aja, komisinya, Komisi VIII. Jadi kami sangat senang dengan kunjungan ini,” ujar Kang Ace.

Kang Ace menyatakan, walaupun dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2024, kedua partai bersaing, namun saat ini bisa bersanding. Dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 juga Partai Golkar dan Demokrat juga bersanding dalam satu perahu Koalisi Indonesia Maju.

“Alhamdulillah dalam pemilihan legislatif mengalami kenaikan signifikan. Tentu, kenaikan Partai Golkar pada Pemilu 2024, dalam pileg kudu kita satukan tekad berbareng dalam konteks gimana membangun Provinsi Jawa Barat,” tutur Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu.

Kebersamaan Partai Golkar dengan Demokrat, Kata Kang Ace, bukan sesuatu nan baru baik di tingkat nasional maupun provinsi. Karena, sebagaimana diketahui, Partai Demokrat secara kultural segmentasi sama dengan Golkar, ialah catch all party, partai nan mempunyai kesamaan ideologis, yaitu, nasionalis kebangsaan.

“Karena itu, tentu kunjungan ini sangat berfaedah bagi kami. Apalagi kelak kita, insya Allah, Pak Anton, pada 27 November 2024 bakal sama-sama melaksanakan Pilkada Serentak 2024,” ujar caleg terpilih dari Dapil Jabar II (Kabupaten Bandung dan Bandung Barat).

Partai Golkar dan Demokrat, kata Kang Ace, tentu mempunyai sistem tersendiri dalam menentukan calon-calob kepala daerah. Tapi tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk bersama-sama dalam satu koalisi, meneruskan koalisi berbareng kita dalam Koalisi Indonesia Maju,” ucap Kang Ace.

Yang paling penting, ujar dia, adalah kebersamaan Golkar dan Demokrat baik di tingkat pusat maupun provinsi. Tentu banyak agenda nan diselesaikan berbareng dalam konteks pembangunan Jawa Barat. Partai Golkar dengan 19 kursi, krusial untuk menyatukan tekad memajukan Jawa Barat.

“Jadi Pak Anton, sekali lagi kami menyampaikan selamat datang di Kantor DPD Partai Golkar Jabar. Mungkin bagi sebagian besar bapak dan ibu sekalian bukan sesuatu nan asing lantaran Demokrat itu bin Golkar. Sebab, kita tahu juga Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) sebagai pendiri Partai Demokrat, dulu adalah Ketua Fraksi ABRI DPR RI dan ABRI itu sudah pasti Golkar,”

“Makanya dulu ada istilah ABG, ABRI, Birokrasi, dan Golkar. Namun lantaran sistem politik nan memungkinkan kita menjadi partai politik secara berbeda-beda, maka kita hormati. nan terpenting adalah kesamaan gagasan, platform perjuangan partai untuk membangun bangsa sesuai ideologi kebangsaan,” ujarnya.

Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Anton Sukartono Suratto mengatakan, dalam kunjungan ini didampingi oleh Sekretaris DPD Demokrat Jabar Andaru, Wakil Ketua DPD Demokrat Jabar Iwan Sudrajat, Bendahara Ratnawati, dan pengurus lainnya.

“Terima kasih atas kesediaan waktunya Kang Ace. maksud kehadiran kami, kita ini kan di KIM (Koalisi Indonesia Maju). Sebelum, saya takut, saya ada deklrasi dengan nan lain, saya di KIM dulu. Kira-kira KIM ini mau gabung alias tidak untuk Pilgub Jabar 2924, jangan sebut nama..Tapi mau gabung enggak. Kalau tidak ya kami cari nan lain,” kata Ketua DPD Demokrat Jabar.

Sebab, ujar Anton, Demokrat tidak mau tertinggal kereta dalam kontestasi Pilkada Serentak 2024, terutama Pilgub Jabar. Sementara partai lain sudah maju ke depan. Saat ini, Golkar mempunyai 19 bangku dan Demokrat 8 bangku di DPRD Jabar, sudah bisa mengusung pasangan calon siapa pun orangnya.

“Mudah-mudahan Kang RK (Ridwan Kamil) dan wakilnya Kang Daniel Muttakin. Tapi dibaginya berubah, Kang Daniel, Demokrat dulu,” ujar Anton.

Menanggapi rayuan koalisi itu, Kang Ace mengatakan, sesuai pengarahan DPP Partai Golkar, prioritas Golkar berkoalisi di Pilkada Serentak 2024 dengan partai dalam KIM.

“Jadi pengarahan dari Ketua Umum (Airlangga Hartarto) dalam rapat, pengarahan beliau kepada seluruh calon kepala daerah, menginstruksikan kepada pengurus partai, prioritas koalisi dengan partai nan sama-sama di dalam KIM. Karena kita sudah mempunyai chemistry,” kata Kang Ace.

Partai Golkar, ujar Kang Ace, mempunyai sistem sendiri dalam menentukan calon kepala wilayah nan diatur dalam Juklak Nomor 3 Tahun 2020. Proses dan tahapan dalam pilkada, telah berjalan sebelum Pileg dan Pilpres 2024 lalu.

Beberapa nama calon kepala wilayah di kabupaten kota dan provinsi, tuturnya, telah diberikan surat tugas oleh Ketua Umum Partai Golkar. Untuk provinsi, DPD Golkar Jabar menginginkan Ridwan Kami dicalonkan kembali menjadi Gubernur Jawa Barat. Walaupun, Ridwan Kamil juga mendapatkan tugas maju di Pilgub DKI Jakarta.

“Terus terang saja, kami lapor ke Pak Emil, kami bakal mendapat kunjungan Pak Anton, Ketua DPD Partai Demokrat Jabar. Beliau (Ridwan Kamil) menyampaikan salam hormat. Nakun, kata belau, saya ini tergantung para dewa dewa di Koalisi Indonesia Maju. Jadi penugasannya tergantung oleh Pak Prabowo, Jokowi, Ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Karena ini menyangkut soliditas KIM di daerah,” ujar dia.

Bagi kepentingan subjektif Golkar Jabar, Kang Ace menginginkan Ridwan Kamil kembali menjadi gubernur, lantaran didorong maju di Pilgub di Jawa Barat.

“Saya kira, kita sudah satu frame untuk di Jaw Barat. Perlu kami sampaikan ke Kang Anton dan Demokrat Jabar, kami memasuki tahap survei. Ternasuk calon-calon nan ada di Demokkrat pun kami deteksi. Ada 20 nama nan kami saring melalui survei tahap pertama. Kami belum membuka hasil survei tapi telah diserahkan ke DPP. Hasil survei juga bakal menentukan koalisi ke depan dan siapa nan bakal didukung,” tutur Kang Ace.

“Tidak menutup kemungkinan, ada kader-kader Demokrat nan bakal maju, jika hasil surveinya rupanya mempunyai elektibilitas nan tinggi, tentu Golkar bakal memberikan dukungan. Tapi tentu take and give, simbiosis mutualisme,” ucapnya.

Menurut Kang Ace, untuk partai mungkin bisa bersama, tapi untuk tokoh nan bakal diusung, belum tentu. Karena saat ini tetap dalam tahap survei.***

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita