Dasar-dasar Metodologi Lean Dijelaskan Dengan Contoh

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Siapapun pasti setuju bahwa sebuah upaya perlu menghilangkan pemborosan dan inefisiensi untuk menghasilkan keuntungan, namun banyak nan tetap belum sepenuhnya menganut prinsip ini.

Metodologi Lean menjawab perihal ini dengan menawarkan metode bagi upaya untuk meminimalkan pemborosan dengan menerapkan proses berkepanjangan untuk mendapatkan umpan balik, peninjauan, dan pembelajaran guna meningkatkan efisiensi (yaitu, menjadi “lean”). Tujuannya adalah untuk memberikan jasa nan paling berharga, irit biaya, dan nilai terbaik nan memuaskan pelanggan.

Apa itu Metodologi Lean?

Metodologi Lean pertama kali muncul di Jepang pada Toyota Manufacturing Device. Kini teknologi ini telah merambah ke bumi bisnis, tempat kerja, dan lingkungan berbasis pengetahuan lainnya di seluruh dunia. Sebagai Jim Benson dari Modus Cooperandi mengatakan, “Lean adalah sebuah filosofi dan disiplin yang, pada intinya, meningkatkan akses terhadap info untuk memastikan pengambilan keputusan nan bertanggung jawab dalam jasa menciptakan nilai pelanggan.”

Bagaimana Metodologi Lean Berasal?

Metodologi lean berasal dari industri otomotif Jepang pada akhir tahun 1940an dan 1950an, khususnya di Toyota Motor Company. Ini dikembangkan untuk menanggapi inefisiensi dan pemborosan metode produksi massal tradisional. Tujuan Lean adalah menghilangkan pemborosan dan meningkatkan kualitas dan efisiensi. Istilah “Lean” dipopulerkan oleh James Womack dan Daniel Jones dalam kitab mereka “The Gadget That Modified the Global”. Prinsip lean telah diadopsi di beragam industri selain manufaktur dan telah menjadi pendekatan nan banyak digunakan untuk perbaikan berkelanjutan.

Dasar-dasar Metodologi Lean

Meskipun pertanyaan penelusuran tentang metodologi lean bakal segera memunculkan “penghilangan pemborosan”, ini bukanlah arti nan lengkap. Pada dasarnya, metode ini menekankan pendapat “perbaikan berkelanjutan.” Pemikir lean nan membawa metodologi dari Jepang ke Barat (khususnya James Womack dan Daniel Jones) menetapkan lima prinsip inti:

  • Nilai: Memahami apa nan pengguna hargai dalam suatu produk alias layanan
  • Price Movement: Apa nan diperlukan untuk memaksimalkan nilai dan menghilangkan pemborosan di seluruh proses mulai dari kreasi hingga produksi
  • Aliran: Semua proses produk mengalir dan tersinkronisasi secara mulus satu sama lain
  • Tarikan: Aliran dimungkinkan oleh “tarikan”, alias pendapat bahwa tidak ada nan dibuat sebelum dibutuhkan, sehingga menciptakan siklus penyampaian nan lebih pendek
  • Kesempurnaan: Mengejar kesempurnaan tanpa henti dengan terus-menerus terlibat dalam proses pemecahan masalah

Idenya adalah untuk menyempurnakan proses inside sebanyak mungkin untuk memberikan konsumen nilai tertinggi dalam suatu produk alias layanan. Apa pun nan tidak berkontribusi terhadap nilai produk bagi pengguna dianggap tidak efisien.

Kunci lain dari lean adalah definisinya tentang pemborosan, nan memang ada delapan jenis:

  • Gerakan: Pergerakan orang alias proses nan tidak perlu (misalnya peralatan dan mesin manufaktur). Gerakan berulang nan tidak memberi nilai tambah berfaedah membuang-buang waktu dan sumber daya.
  • Pemrosesan berlebihan: Melakukan proses alias langkah nan tidak diperlukan untuk menciptakan produk nan berharga.
  • Pemrosesan ekstra: Produk memerlukan lebih banyak pekerjaan alias kualitas daripada nan diperlukan untuk memberikan nilai kepada pelanggan.
  • Cacat: Proses manufaktur menghasilkan produk abnormal — nan menjadi bahan terbuang.
  • Transportasi: Seperti gerak, namun dalam jarak nan lebih jauh untuk mencakup pengangkutan peralatan, inventaris, orang, alias produk lebih jauh dari nan diperlukan.
  • Potensi Manusia: Keterampilan dan talenta nan kurang dimanfaatkan lantaran manajemen tenaga kerja dan struktur tim nan jelek menyebabkan kurangnya semangat dan produktivitas.
  • Menunggu: Peralatan nan menganggur dan menunggu subject material alias peralatan dapat memperlambat proses dan efisiensi.
  • Inventaris: Produk dan inventaris nan berlebihan menghabiskan ruang, menunjukkan produksi berlebih, dan menciptakan pekerjaan rumah.

Sangat mudah untuk memandang gimana peningkatan berkepanjangan selalu mungkin dilakukan dan mencakup setiap tingkat bisnis, mulai dari manajemen talenta, manufaktur, TI, pemasaran, dan banyak lagi.

Apa nan Membuat Metodologi Lean Unik?

Meskipun memaksimalkan efisiensi mungkin tampak seperti nilai common, metodologi lean berkarakter unik lantaran dimulai dengan mempertimbangkan pelanggan. Daripada memaksimalkan untung semata, metodologi lean adalah sebuah paradigma untuk memastikan bahwa nilai pengguna adalah pertimbangan utama di setiap langkah proses.

Namun, perihal ini tidak berfaedah bahwa kepuasan dan kesejahteraan tenaga kerja tidak berharga. Juga tidak berasumsi bahwa efisiensi produksi lebih krusial daripada manusia.

Proses nan menimbulkan kelelahan, kelelahan, alias memicu ketidakharmonisan antara orang-orang alias tingkatan upaya sama bermasalahnya, alias apalagi lebih bermasalah, dibandingkan dengan peralatan nan cacat. Lean mendorong para pemimpin untuk mempertimbangkan gambaran holistik tentang efisiensi, dengan mengutamakan manusia dan hasil.

Apa nan diminta kemarin mungkin tidak bakal dihargai besok. Metodologi Lean menciptakan kerangka kerja untuk penyesuaian terus-menerus terhadap standar nan selalu berubah untuk Anda, upaya Anda, dan produk/layanan Anda.

Pilar Metodologi Lean

Pilar-pilar ini bekerja sama untuk menciptakan sistem nan memberikan nilai pelanggan, melibatkan dan memberdayakan karyawan, dan terus meningkatkan proses.

  1. Penghapusan pemborosan: Tujuannya adalah menghilangkan segala sesuatu nan tidak menambah nilai bagi pelanggan.
  2. Perbaikan berkelanjutan: Metodologi Lean menekankan pentingnya perbaikan berkepanjangan dan mendorong perseorangan untuk mencari langkah untuk meningkatkan proses secara terus-menerus.
  3. Menghormati orang lain: Lean mengakui pentingnya orang dan keahlian untuk berkontribusi terhadap perbaikan berkelanjutan.
  4. Fokus pada pelanggan: Metodologi Lean menempatkan pengguna sebagai pusat dari segalanya dan berfokus pada pemberian nilai kepada pelanggan.
  5. Aliran berkelanjutan: Lean bermaksud untuk menciptakan aliran pekerjaan nan lancar dan tidak terputus, mulai dari pesanan pengguna hingga pengiriman produk akhir.
  6. Produksi berbasis tarik: Metodologi Lean didasarkan pada produksi “berbasis tarik”, di mana pekerjaan hanya dimulai ketika ada permintaan pelanggan.

Mengapa Anda Harus Memilih Metodologi Lean?

Metodologi lean dapat diakses dan dipelajari dengan cepat. Mempelajari metode ini krusial lantaran meskipun penerapannya luas, metode ini dapat dengan mudah disalahartikan dan diterapkan tanpa keterlibatan mendalam dengan perangkat dan strateginya.

Kursus manajemen lean memungkinkan Anda menerapkan prinsip-prinsip lean dalam beragam situasi (seperti instansi dan manufaktur) dan memberi Anda keahlian konkrit (seperti menggunakan metrik dan pemetaan aliran nilai).

Salah satu contoh dari keberhasilan penerapan lean adalah Dakota Our bodies, sebuah perusahaan manufaktur truk nan berbasis di AS di South Dakota. Perusahaan sedang berjuang untuk memenuhi permintaan pasar. Setelah tenaga kerja dan manajer berperan-serta dalam training lean, perusahaan menerapkan kerangka kerja Kanban untuk membantu mengurangi tingkat inventaris dan menjaga agar “manufaktur just-in-time” tetap melangkah (pikirkan Toyota). Hasilnya adalah peningkatan pendapatan sebesar 20 persen dan peningkatan produktivitas sebesar 5 persen.

Metodologi Lean dalam Pengembangan Perangkat Lunak

Metodologi lean dapat diterapkan pada pengembangan perangkat lunak untuk membantu organisasi menciptakan produk perangkat lunak berbobot tinggi sekaligus meminimalkan pemborosan dan memaksimalkan efisiensi. Prinsip-prinsip Lean dapat diadaptasi ke dalam proses pengembangan perangkat lunak dalam beberapa cara, antara lain:

  1. Berfokus pada nilai pelanggan: Pengembangan perangkat lunak nan ramping menempatkan pengguna sebagai pusat proses pengembangan dan memprioritaskan pembuatan perangkat lunak nan memenuhi kebutuhan dan angan mereka.
  2. Meminimalkan pemborosan: Pengembangan perangkat lunak Lean menghilangkan aktivitas nan tidak menambah nilai bagi pelanggan, seperti pekerjaan nan berlebihan, produksi berlebih, dan menunggu.
  3. Meningkatkan alur: Pengembangan perangkat lunak Lean menekankan pentingnya menciptakan alur kerja nan lancar dan efisien, mulai dari pengumpulan kebutuhan hingga penerapan.
  4. Perbaikan berkelanjutan: Metodologi Lean mendorong perbaikan berkelanjutan, dan tim pengembangan perangkat lunak dapat menggunakan prinsip ini untuk meninjau dan meningkatkan proses dan sistem mereka secara berkala.
  5. Memberdayakan tim: Pengembangan perangkat lunak Lean sangat menekankan kerja tim, kolaborasi, dan keterlibatan karyawan, nan dapat membantu tim bekerja lebih efektif dan efisien.

Menerapkan metodologi Lean pada pengembangan perangkat lunak dapat menghasilkan peningkatan kualitas, pengurangan biaya, waktu pengiriman lebih cepat, dan peningkatan kepuasan pelanggan.

Contoh Metodologi Lean

Contoh lain dari penerapan lean telah membuahkan hasil nan tidak terduga. Kapan Nike menerapkan pendekatan leanmereka tidak hanya mengalami lebih sedikit limbah, namun mereka juga memandang peningkatan dalam perlindungan pekerja dan peningkatan praktik ketenagakerjaan.

Penelitian lain menunjukkan bahwa lean manajemen dapat mengurangi pelanggaran ketenagakerjaan nan “serius” dan “kritis”. hampir 15 poin persentase di house tertentu dalam rantai pasokan international. Upaya-upaya ini menunjukkan bahwa lean lebih menghargai keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerja dibandingkan praktik manajemen tradisional. Pada akhirnya, kerangka kerja ini menguntungkan perusahaan secara keseluruhan.

Bidang lain di mana perbaikan berkepanjangan dapat meningkatkan operasional adalah dalam penerbangan komersial. Pertimbangkan berapa banyak waktu menganggur dan proses misterius nan biasa terjadi ketika berhadapan dengan maskapai penerbangan dan bandara. Catatan McKinsey bahwa setelah menerapkan teknik lean, operasional maskapai penerbangan dapat mengurangi waktu penyelesaian penerbangan secara drastis dengan beberapa perubahan sederhana. McKinsey juga menemukan bahwa metode lean dapat meningkatkan pemeliharaan maskapai penerbangan sebesar 30 hingga 50 persen. Lean sangat krusial bagi industri seperti penerbangan, dimana selalu ada ruang untuk meningkatkan nilai pengguna dengan mengubah proses untuk menyederhanakan operasi dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

Kuasai Konsep Metodologi Lean Saat Ini

Ingin berada di jalur sigap menuju pekerjaan nan lebih sukses dalam manajemen kualitas dan optimasi proyek international? Sertifikasi Lean Six Sigma Inexperienced Belt dari Simplilearn adalah sertifikasi elit untuk para ahli Manajemen Mutu Lean Six Sigma dan dirancang untuk membantu Anda menguasai konsep campuran Lean dan Six Sigma.

Dirancang untuk membantu Anda unggul dalam ujian IASSC™, training Lean Six Sigma Black Belt kami membuktikan kepada pemberi kerja saat ini dan calon pemberi kerja — dan Anda — bahwa Anda mempunyai pengetahuan dan keahlian ahli untuk menangani proyek kompleks dengan kompetensi Anda dalam metodologi Six Sigma nan telah terbukti di industri.

FAQ

1. Metodologi apa nan dimaksud dengan lean?

Lean adalah metodologi perbaikan berkepanjangan nan berasal dari industri manufaktur, khususnya di Toyota Motor Company di Jepang. Ini adalah pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan dalam proses untuk memberikan nilai lebih kepada pengguna dengan sumber daya nan lebih sedikit. Metodologi lean berupaya mengoptimalkan alur kerja, meminimalkan inventaris, mengurangi waktu tunggu, dan melibatkan serta memberdayakan tenaga kerja di semua tingkatan. Lean telah diadaptasi dan diterapkan di beragam industri di luar manufaktur, termasuk jasa kesehatan, layanan, dan pengembangan perangkat lunak, untuk mendorong perbaikan berkepanjangan dan mencapai kelebihan operasional.

2. Apa saja 3 metodologi lean?

  1. Lean Production: Metodologi Lean original dikembangkan untuk industri manufaktur dan difokuskan pada pengurangan pemborosan dan peningkatan efisiensi dalam proses produksi.
  2. Lean Workplace: Adaptasi metodologi Lean untuk proses manajemen dan pendukung, dengan konsentrasi pada pengurangan pemborosan, peningkatan aliran, dan peningkatan efisiensi dalam pekerjaan berbasis kantor.
  3. Lean Healthcare: Adaptasi metodologi Lean untuk industri jasa kesehatan, dengan konsentrasi pada peningkatan hasil pasien, pengurangan limbah, dan peningkatan efisiensi dalam pemberian jasa kesehatan.

3. Apa itu Lean vs Agile?

Lean dan Agile keduanya merupakan metodologi perbaikan berkepanjangan namun mempunyai konsentrasi dan pendekatan nan berbeda. Lean berfokus pada meminimalkan pemborosan dan memaksimalkan nilai bagi pengguna dengan secara sistematis menghilangkan aktivitas nan tidak menambah nilai. Sebaliknya, Agile adalah pendekatan pengembangan perangkat lunak nan elastis dan berulang nan memprioritaskan kerjasama pengguna dan perencanaan adaptif. Lean dan Agile dapat saling melengkapi dan sering digunakan berbareng dalam organisasi untuk mendorong perbaikan berkepanjangan dan mencapai kelebihan operasional.

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita