Cerita Samad dan Samid, sulitnya mendapatkan pekerjaan di tapal batas Karawang

Sedang Trending 4 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Kondisi rumah Samad di kampung Jati Udik II RT04/RW03, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang memprihatinkan (foto: Andyka Nugroho/SekitarKita.id)

Karawang | SekitarKita.id,- Lolongan anjing kampung dari arah hulu memecah keheningan pagi di pelosok perkampungan Jati Udik II RT04/RW03, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang.

Sinar surya kekuningan perlahan bangun dari peraduan, cahayanya berlindung mengintip canggung dari kembali dedaunan menembus rumah bilik berukuran minimalis. Burung-burung pun mulai berkicau menyambut hari baru.

Saat itulah, Samad (48) seorang pekerja harian lepas mengais rejeki di perspektif kota industri di Kabupaten Karawang. Mengenakan kaos oblong, Samad sesekali menatar ke cermin, menampilkan penampilannya dari ujung kaki ke ujung kepala.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Senyum mengembang di wajahnya menandakan sudah siap melangkah mengais rezeki. Samad bergegas menawarkan jasa kepada siapapun nan memerlukan tenaga Samad. Dengan hasil pas-pasan ditambah kerjaan tak menentu dia lakoni nyaris puluhan tahun.

Lelaki berumur 48 tahun itu tinggal di rumah berukuran 4x 5 meter, tembok anyaman bambu, lantai beralasakan tanah, dihiasi 1 bilik tidur reot tanpa bilik mandi, cuci, kakus (MCK) sedangkan genting genteng bolong dilapisi terpal biru.

Kondisi rumah Samad di kampung Jati Udik II RT04/RW03, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang memprihatinkan (foto: Andyka Nugroho/SekitarKita.id)Kondisi rumah Samad di kampung Jati Udik II RT04/RW03, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang memprihatinkan (foto: Andyka Nugroho/SekitarKita.id).

Semenjak Samad berpisah dengan sang istri, sekarang dia tinggal satu genting berbareng adik kandung berjulukan Samid Suhardi (43), dilahan seluas 6×7 meter itu Samad menempati rumah peninggalan kedua mendiang orang tuanya.

“Sudah lama berpisah sama istri, orang tua sudah meninggal sekarang tinggal sama adik (Samid), tanah gedung ini milik bapak,” kata Samad saat ditemui SekitarKita.id dikediamannya dirilis, Kamis (16/05/2024).

Ia terpaksa tinggal di rumah nan sudah tidak layak huni (rutilahu) dengan kondisi memperihatinkan berbareng sang adik lantaran tak mempunyai biaya memperbaiki rumah miliknya. Jangankan biaya merenovasi rumah, untuk makan sehari-hari saja dia kesulitan.

“Buat makan sehari hari ajah susah kang, paling jika dapet dari hasil disuruh penduduk kadang dapet Rp 20 ribu apalagi benerin rumah, kadang juga enggak dapet seharian. Kerja apa saja disuruh suruh penduduk (serabutan),” ujarnya dengan nada lirih.

Kini, rumahnya tidak sekokoh dulu, malahan terbilang tidak layak huni. Parahnya, dia tidak pernah merasakan pemberian support dari pemerintah. Ia tetap berterima kasih kendati haya mendapatkan bayaran minim dalam sehari.

Kondisi rumah Samad di kampung Jati Udik II RT04/RW03, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang memprihatinkan (foto: Andyka Nugroho/SekitarKita.id)Kondisi rumah Samad di kampung Jati Udik II RT04/RW03, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang memprihatinkan (foto: Andyka Nugroho/SekitarKita.id)

Meski demikian, tak ada raut kesedihan tampak pada wajahnya. Dia seperti sudah sangat biasa menjalani hidup nan begitu susah dan pasrah.

“Ya Alhamdulillah buat makan sehari-hari, kita berdua sudah terbiasa hidup mandiri,” jelas Samad.

Ia khawatir, sesekali rumahnya nan terbuat dari bilik bambu itu ambruk kala hujan angin disertai angin kencang menimpa. Terlebih malah hari, Samad tak bisa tidur nyenyak dengan kondisi itu.

“Kalau hujan takut, apalagi kena angin kencang takut ambruk, udah pada bolong dindingnya,” kata Samad seraya muka penuh melas.

Samad mengakui support sosial (bansos) dari pemerintah nan kurang merata. Dirinya juga banget sangat kesulitan mencari pekerjaan nan layak di tanah kelahirannya.

Kondisi rumah Samad di kampung Jati Udik II RT04/RW03, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang memprihatinkan (foto: Andyka Nugroho/SekitarKita.id)Kondisi rumah Samad di kampung Jati Udik II RT04/RW03, Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang memprihatinkan (foto: Andyka Nugroho/SekitarKita.id)

Sembari duduk menawarkan secangkir kopi, Samad menjelaskan, diusia menginjak 48 tahun Samad tetap bisa mengerjakan pekerjaan apa saja asalkan legal dan bisa untuk memperkuat hidup.

“Kerja apa saja saya sih enggak pilih-pilih, cuman jika disini susah nyari kerja diusia udan kepala 4 susah dapet kerja,” keluhannya sesekali menyeruput kopi.

Mirisnya, kondisi ini mengingatkan kita pada kemiskinan ekstrim di wilayah Kabupaten Karawang kian memprihatinkan, banyak dari penduduk berpenghasilan rendah keluhkan support pemerintah kurang dirasakan manfaatnya.

“Saya tidak pernah kecewa alias jengkel meski tidak pernah mendapatkan support dari pemerintah. Dengan keadaan seperti ini pun sudah cukup bersyukur,” ujar Samad kembali.

Bicara Kabupaten Karawang, merupakan wilayah maju di Jawa Barat dengan penghasilan lumbung padi dan sumber alam nan melimpah. Berdiri tembok megah pencakar langit ditengah kota industri tebesar di Asia. Namun tetap saja ada penduduk miskin nan kesulitan mencari pekerjaan.

“Meskipun banyak pabrik disini, kami hanya bisa liatin saja, mau kerja apa kang susah banget,” cetusnya.

Jika boleh berharap, kata dia, adanya support pemerintah nan mengalir kepada family Samad. Agar sedikitnya membantu ditengah himpitan ekonomi serba sulit.

“Kami berambisi mau di perhatikan dengan pemerintah Karawang bisa membantu kami dengan kondisi rumah saya dan mau bisa merasakan faedah support program dari pemerintah Karawang khususnya,” jelasnya.

Sementara itu, ditemui di letak berbeda, Ketua RW03 Jati udik II, Tirman, dia menjelaskan, kondisi rumah Samad memang memperihatinkan, di samping tidak ada sanak saudara, Samad tinggal hidup berbareng sang adik ialah Samid.

“Memang sudah lama di samping dia (Samad) orang tuanya meninggal mantan istrinya di Jawa, hidup sendiri kebetulan untuk makan sehari-hari hanya mengandalkan dari orang lain. Bantuan dari pemerintah nol besar,” kata Tirman saat ditemui pewarta SekitarKita.id di lokasi.

Pihaknya selaku RW turut prihatin sebagai jiwa corsa kemanusiaan, dirinya sudah berupaya membantu family Samad dengan melakukan musyawarah ke pihak kelurahan maupun kecamatan, agar mereka mendapatkan bantuan, faktanya hingga saat ini belum membuahkan hasil.

“Langkah-langkah itu semenjak saya sebagai Ketua RW 03 Samid belum pernah menerima support sama sekali, tapi pernah kami ajukan namun belum muncul datanya sampai saat ini support tersebut,” ucap Tirman.

“Di lihat kondisi gedung jika hujan besar dan angin kencang hasilnya bakal fatal, kemungkinan itu 90 persen roboh, bicara status kepemilikan lahan memang
itu milik Samid pribadi, selama dia tinggal disitu,” sambung Tirman.

Tirman menyampaikan, Samad ini kesehariannya pekerja pekerja harian lepas, terkadang Samad menjadi kuli gedung dan tergantung jika orang lain meminta support tenaga Samad sendiri.

“Program Rutilahu sempat kami ajukan kepihak BPBD(Badan penanggulangan bencana) pernah dulu di survei sama pihak BPBD pada tahun 2023 tapi saat ini belum ada tindakan sama sekali,” ucap Tirman

Tirman menegaskan, pihaknya memohon kepada dinas mengenai dan juga para personil majelis di Kabupaten Karawang untuk kiranya bisa membantu rumah family Samad. Dengan adanya perhatian dari pemerintah agar bisa memacu semangat hidup lebih bertambah.

“Untuk pihak kelurahan sudah kunjungi ke letak tetapi saat ini apakah menunggu proses alias gimana saya tidak tahu untuk mendapatkan pembangunan program rumah bapa samad ini,” sambung Tirman.

“Untuk pemerintah dimanapun, lantaran wilayah saya semuanya nan ada di RW 03 Jati Udik II untuk sama rata dalam proses rutilahu maupun support sosial lainnya, untuk segera selayaknya dipercepat lantaran kami tidak mau memandang penduduk saya ada nan roboh sampai menimpah rumah ataupun jatuh korban,” tandasnya.

Penulis : Abdul Kholilulloh

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Laporan: Andyka Nugroho (Kontributor Karawang)

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita