Cara Mengatasi Flashdisk/Hardisk I/O device error di Windows 10

Sedang Trending 2 tahun yang lalu
ARTICLE AD BOX
Artikel Terkait Tutorial Komputer
Memperbaiki flashdisk I/O device error
Flashdisk I/O device error

Suatu permasalahan I/O device error biasanya terjadi pada flashdisk ketika melakukan sebuah perintah baca/tulis ataupun juga copy file. Kejadian ini sebenarnya bukan hanya terjadi pada perangkat flashdisk, namun juga bisa pada Hardisk, DVD, SD Card, dll.

Ciri-cirinya antara lain adalah, misalnya ketika melakukan copy info dari PC/Komputer ke sebuah flashdisk nan bermasalah, maka pada OS bakal di tampilkan sebuah pesan error seperti dibawah:

"DiskPart has encountered an error""The request could not be performed because of an I/O device error"

Nah untuk pengguna OS Windows, dalam beberapa kasus terkadang bakal disertai juga munculnya kode error 0x8007045D atau 2147943517.

Penyebab I/O device error

Sebelum memperbaiki persoalan ini, tidak ada salahnya untuk mengetahui terlebih dulu beberapa perihal nan memungkinkan terjadinya I/O device error pada sebuah media penyimpanan. (termasuk flashdisk, hardisk, dll)

Flashdisk tiba-tiba mengalami I/O device error
I/O device error
  • Bisa jadi hubungan antara port USB dengan Flashdisk tidak terhubung dengan sempurna, hingga berakibat pada kesalahan pada sistem OS dalam membaca perangkat luar nan terpasang. (port USB rusak, kualitas kabel buruk, tegangan kurang sesuai, dll)
  • Perangkat Flashdisk/Hardisk (hardware) belum mendukung "mode transfer" nan di gunakan. (incompatible)
  • Flashdisk/Hardisk pernah terjatuh, terbentur, dll hingga mengalami kerusakan fisik.
  • Dan tetap banyak lagi kemungkinan lainnya.

Jika saat ini kalian mengalami I/O device error, bisa jadi penyebabnya adalah hal-hal nan kami sebutkan di atas. (sekedar info)

SOLUSI : I/O device error

Nah sekarang sampailah kita pada SOLUSI dalam mengatasi persoalan Flashdisk/Hardisk nan mengalami I/O device error. Caranya tergolong cukup mudah, jika mau memperhatikan dengan TEPAT & BENAR.

1. Cek hubungan hardware

Silahkan cek kembali hubungan antara storage (FD/HDD) dengan PC/Laptop nan kalian gunakan. Pastikan port USB, kabel USB, dan konektor lainnya memang betul-betul dalam kondisi terbaiknya.

2. Ubah Mode Transfer

Jika mode transfer tidak terkonfigurasi dengan benar, maka OS tidak bakal bisa melakukan perintah transfer data. Oleh lantaran itu, jika memang penyebab permasalahannya dikarenakan perihal ini, maka nan kudu Anda lakukan adalah mengecek lagi konfigurasi.

Misalnya saja seperti Mode Transfer apa nan di gunakan. (IDE ATA/ATAPI controller)

Lebih detailnya, silahkan Anda lihat saja screenshot tulisan dari www.eassos.com

Mengubah mode transfer pada perangkat flashdisk
Mengubah mode transfer pada perangkat flashdisk

3. Coba masuk ke Safe Mode

Solusi selanjutnya, cobalah untuk masuk ke safe mode (OS Windows), kemudian cek apakah drive USB bisa terbaca alias tidak pada Disk Management. Jika drive USB Anda bisa terbaca pada safe mode ini, berfaedah ada aplikasi pihak ketiga nan menghalangi proses I/O flashdisk.

Silahkan hapus saja aplikasi pihak ketiga nan tidak jelas asal-usulnya.

Caranya dengan membuka "msconfig", arahkan ke "startup", kemudian disable aplikasi startup nan terlihat mencurigakan. Lebih jelasnya, silahkan lihat gambar di bawah.

tekan "Windows + R", kemudian ketik "msconfig", Enter
1. tekan "Windows + R", kemudian ketik "msconfig", Enter

Pilih "startup", kemudian tekan "Open Task Manager"
2. Pilih "startup", kemudian tekan "Open Task Manager"

Disable beberapa aplikasi nan tidak krusial / mencurigakan.
Disable beberapa aplikasi nan tidak krusial / mencurigakan.

4. Matikan Antivirus

Nah bisa jadi penyebab flashdisk nan mengalami kesalaha I/O (input output) itu dikarenakan terhalang oleh antivirus nan mem-blok perangkat asing (flashdisk) tersebut.

Jika antivirus sudah di matikan/disable, silahkan coba untuk pasang kembali flashdisk.

5. CMD Chkdsk

Bukan terlebih dulu Command prompt.

Selanjutnya, ketik Chkdsk /R D: (Ganti Tulisan D: dengan letak flashdisk nan Anda gunakan, jika lokasinya ada di F:, maka D: diganti dengan F:, sehingga bakal menjadi : Chkdsk /R F: ), lampau tekan Enter.

Jika proses checking sudah selesai, restart PC/Laptop kalian.

Tambahan...

Btw, langkah ini tidak hanya untuk Windows 10 saja, TAPI berlakuk juga untuk pengguna OS sebelumnya, misalnya seperti Windows XP, 7, dan 8.

Selain itu, menurut pengalaman pribadi kami ketika "bermain" dalam bumi komputer, kejadian I/O device error pada flashdisk umumnya sering terjadi akibat perangkat flashdisk nan pada "dasarnya" memang sudah rusak dan sudah waktunya untuk di ganti.

Kemungkinan terbesar seperti itu... Bisa di bilang, poin-poin nan lain kemunkinannya relatif kecil. (jarang terjadi dalam real life)

Catatan...

Ingat, poin-poin nan kami tuliskan di atas merupakan pendapat pribadi dari kami sendiri. Jadi wajar saja jika terdapat perihal nan tidak sesuai/sependapat dengan kamu-kamu nan sedang membaca tulisan ini.

Sedangkan untuk kamu-kamu nan tidak sengaja kesasar di blog ini, mending JANGAN langsung keluar. Lebih baik liat-liat dulu Daftar Isi dari kumpulan tulisan nan telah kami tulis blog sederhana ini.

Bisa jadi, Anda bakal menemukan tulisan mengenai lainnya.

Itu saja sarannya...

Sekian...

Itulah tulisan mengenai Cara Mengatasi Flashdisk/Hardisk I/O device error di Windows 10. Semoga info nan kami tuliskan melalui tulisan di atas bisa berfaedah bagi kalian nan membacanya.

Mohon maaf jika ada salah kata,

Sampai bertemu di lain waktu.

Terima kasih

“Tolong bagikan ke kawan Anda jika menurutmu ini bermanfaat”

Selain sebagai media info teknologi, kami juga berbagi tulisan mengenai upaya kreator.

Rekomendasi Web Hosting

  1. 20rb perbulan. Diskon hingga 40% kode kupon: MCP Daftar disini (apache).
  2. 10rb perbulan. Diskon hingga 75% kode kupon: MCP Daftar disini (litespeed).
  3. 10rb perbulan. Diskon hingga 70% kode kupon: aff-MCP Daftar disini (apache).
Selengkapnya
Sumber Kabar Tekno kincaimedia
Kabar Tekno kincaimedia