Buka Potensi Profesional dengan Pemecahan Masalah yang Efektif!

Sedang Trending 6 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Pemecahan masalah adalah seni mengidentifikasi masalah dan menerapkan solusi terbaik. Meninjau kembali keahlian pemecahan masalah Anda mungkin merupakan bagian nan lenyap dalam meningkatkan keahlian upaya Anda, mencapai kesuksesan Lean, alias membuka potensi ahli Anda.

Tanyakan kepada kolega mana pun apakah mereka merupakan pemecah masalah nan efektif dan kemungkinan besar jawabannya adalah, “Tentu saja! Saya memecahkan masalah setiap hari.”

Pemecahan masalah tentu saja merupakan bagian dari sebagian besar penjelasan pekerjaan. Namun tidak semua orang bisa melakukannya secara konsisten.

Proses Pemecahan Masalah

Pemecahan masalah adalah proses mendefinisikan suatu masalah, mengidentifikasi akar permasalahannya, memprioritaskan dan memilih solusi potensial, dan mengimplementasikan solusi nan dipilih.

Tidak ada proses pemecahan masalah nan bisa dilakukan secara universal. Seringkali, ini merupakan metodologi unik nan menyelaraskan tujuan jangka pendek dan jangka panjang Anda dengan sumber daya nan Anda miliki. Meskipun demikian, banyak paradigma nan memusatkan pemecahan masalah sebagai jalan untuk mencapai tujuan seseorang dengan lebih sigap dan cerdas.

Salah satu contohnya adalah kerangka Six Sigma, nan menekankan penghapusan kesalahan dan menyempurnakan pengalaman pelanggan, sehingga meningkatkan hasil bisnis. Awalnya dikembangkan oleh Motorola, proses Six Sigma mengidentifikasi masalah dari perspektif kepuasan pengguna dan meningkatkan pengiriman produk.

Manajemen lean, metode serupa, adalah tentang menyederhanakan proses perusahaan dari waktu ke waktu sehingga proses tersebut menjadi “lebih ramping” sekaligus memberikan hasil nan lebih baik.

Terlepas dari istilah manajemen upaya nan trendi, kedua kerangka kerja ini mengajarkan kita bahwa berinvestasi dalam proses pemecahan masalah Anda untuk arena pribadi dan ahli bakal menghasilkan produktivitas nan lebih baik.

Cara Mengatasi Masalah: 5 Langkah

1. Identifikasi Masalah Secara Tepat

Meskipun terlihat jelas, mengidentifikasi masalah adalah langkah pertama dalam proses pemecahan masalah. Menentukan masalah dengan tepat di awal proses bakal memandu penelitian, kolaborasi, dan solusi Anda ke arah nan benar.

Pada tahap ini, tugas Anda adalah mengidentifikasi ruang lingkup dan substansi masalah. Tanyakan pada diri Anda serangkaian pertanyaan:

  • Apa masalahnya?
  • Berapa banyak subkumpulan masalah nan ada di bawah masalah ini?
  • Bidang studi, departemen kerja, alias kegunaan upaya apa nan paling dapat mendefinisikan masalah ini?

Meskipun beberapa masalah pada dasarnya mempunyai cakupan nan besar, ketelitian adalah kuncinya. Tuliskan permasalahannya sebagai pernyataan dalam lembar perencanaan. Jika info alias umpan kembali pada langkah selanjutnya mengubah cakupan masalah Anda, revisi pernyataan tersebut.

Membingkai masalah pada tahap ini bakal membantu Anda tetap konsentrasi jika gangguan muncul pada tahap selanjutnya. Selain itu, langkah Anda membingkai suatu masalah bakal membantu pencarian solusi Anda. Strategi membangun kesuksesan Lean, misalnya, bakal menekankan pada identifikasi dan perbaikan sistem nan tidak efisien.

2. Kumpulkan Informasi dan Rencana

Langkah kedua adalah mengumpulkan info dan merencanakan proses brainstorming. Ini adalah langkah mendasar lainnya untuk memetakan proses pemecahan masalah Anda. Bagaimanapun juga, info berfaedah dalam mengidentifikasi ruang lingkup dan substansi masalah Anda.

Namun, mengumpulkan info mengenai perincian masalah nan sebenarnya dilakukan untuk mempersempit porsi curah pendapat guna membantu Anda mengevaluasi hasilnya nanti. Jangan membebani diri Anda dengan info nan tidak perlu — gunakan pernyataan masalah nan Anda identifikasi pada langkah pertama sebagai bintang utara dalam proses penelitian Anda.

Tahap ini juga kudu mencakup beberapa perencanaan. Bertanya pada diri sendiri:

  • Pihak mana nan pada akhirnya bakal memutuskan suatu solusi?
  • Suara dan buahpikiran siapa nan kudu didengarkan dalam proses brainstorming?
  • Sumber daya apa nan Anda miliki untuk menerapkan solusi?

Tetapkan rencana dan garis waktu untuk langkah 3-5.

3. Bertukar Pikiran Solusi

Solusi brainstorming adalah inti dari proses pemecahan masalah. Pada tahap ini, fokuslah pada menghasilkan ide-ide kreatif. Selama solusi tersebut langsung mengatasi pernyataan masalah dan mencapai tujuan Anda, jangan langsung mengesampingkannya.

Selain itu, solusi jarang sekali merupakan jawaban satu langkah dan lebih seperti peta jalan dengan serangkaian tindakan. Saat Anda melakukan brainstorming ide, petakan solusi ini secara visual dan sertakan faktor-faktor relevan seperti biaya, langkah tindakan, dan pihak-pihak nan terlibat.

Dengan mempertimbangkan kesuksesan Lean, tetap konsentrasi pada solusi nan meminimalkan pemborosan dan meningkatkan aliran ekosistem bisnis.

4. Memutuskan dan Melaksanakan

Tahap nan paling krusial adalah memilih solusi. Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Pertimbangkan kriteria nan muncul pada langkah sebelumnya saat Anda memutuskan solusi nan memenuhi kebutuhan Anda.

Setelah Anda memilih suatu tindakan, terapkanlah.

Mempraktikkan uji tuntas pada tahap-tahap awal proses bakal memastikan bahwa tindakan nan Anda pilih telah dievaluasi dari semua sudut. Seringkali, penerapan nan efisien mengharuskan kita untuk bertindak dengan betul dan sukses pada saat pertama kali, daripada terburu-buru dan ceroboh. Kompilasi lebih lanjut bakal menimbulkan lebih banyak masalah, membawa Anda kembali ke langkah 1.

5. Evaluasi

Latihlah kerendahan hati dan pertimbangan solusi Anda dengan jujur. Apakah Anda mencapai hasil nan Anda harapkan? Apa nan bakal Anda lakukan secara berbeda di lain waktu?

Seperti nan dicatat oleh beberapa ahli, merumuskan saluran umpan kembali ke dalam pertimbangan Anda membantu memantapkan kesuksesan masa depan. Kerangka kerja seperti kesuksesan Lean, misalnya, bakal menggunakan parameter keahlian utama (KPI) tertentu seperti kualitas, keberhasilan pengiriman, pengurangan kesalahan, dan banyak lagi. Tetapkan metrik nan selaras dengan tujuan perusahaan untuk menilai solusi Anda.

Kuasai keahlian seperti kajian sistem pengukuran, prinsip lean, pengetesan hipotesis, kajian proses, dan perangkat DFSS dengan Kursus Pelatihan Lean Six Sigma Green Belt kami. Daftar hari ini!

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita