Bittime Gandeng UPH, BlockDevId, Asosiasi Blockchain Indonesia dan Bappebti Gelar Literasi Blockchain untuk Generasi Muda

Sedang Trending 6 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Melalui seminar bertajuk 'Blockchain 101: Tantangan & Peluang', aktivitas ini sukses diikuti lebih dari 500 peserta. Seminar ini membahas teknologi blockchainmulai dari implementasi, tantangan dalam pengembangan, hingga izin mengenai industri itu sendiri.

Dekan Eksekutif Sekolah Tinggi Bisnis dan Teknologi UPH, Dra. Gracia Shinta Ugut, MBA, Ph.d mengatakan dalam Perayaannya bahwa aktivitas ini adalah salah satu upaya UPH untuk membawa pembaruan mengenai apa nan terjadi di industri saat ini.

IKLAN

Post ADS 1

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

“Kesempatan ini adalah kesempatan nan jarang sekali terjadi. Ini merupakan upaya kita untuk membawa isu-isu terkini nan berasosiasi dengan teknologi blockchain kepada para pelajar,” ujarnya.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti, Tirta Karma Senjaya dalam Berbagainya mengungkapkan bahwa teknologi blockchain ini tetap luas dan belum digali sepenuhnya, terutama di Indonesia. Ia menjelaskan, saat ini Bappebti baru meregulasi ranah perdagangan aset mata uang digital nan mana hanya salah satu produk hilir dari teknologi blockchain.

Moderator, Panelis, Pembicara Utama, dan Eksekutif Dekan Universitas Pelita Harapan</p><p><i>sumber: pengarsipan perusahaan</i>“/><figcaption>Moderator, Panelis, Pembicara Utama, dan Pelaksana Dekan Universitas Pelita Harapan</p><p><i>sumber: pengarsipan perusahaan</i></p></figcaption></figure><p><b>“Hal ini merupakan kesempatan bagi pemerintah untuk bersama-sama terus mengembangkan mengambil teknologi blockchain serta pengembangan pengembangan mengenai Blockchain yangimplementatif.  Pengembangannya ke depan tetap banyak, seperti gimana menciptakan jangkauan dari teknologi blockchain ini.  Jadi tidak hanya terfokus pada perdagangan aset kripto,” jelasnya.</b></p><p>Adapun aktivitas ini dimoderasi oleh Dekan Fakultas Ilmu Komputer UPH, Dr. Andree Emmanuel Widjaja.  Panelis nan dihadirkan antara lain <i>Kepala Pemasaran </i>(CMO) Bittime – Immanuel Giras Pasopati, <i>Pendiri</i> BlockDevId – William Sutanto, dan Anggota Komite Etik ABI – Duwi Sudarto Putra.</p><p>CMO Bittime, Immanuel Giras Pasopati mengatakan teknologi blockchain telah banyak diimplementasikan di beragam industri.  Sebagai <i>platform</i> investasi aset kripto, Bittime sendiri menjadi salah satu ujung tombak penggunaan teknologi blockchain nan banyak digunakan masyarakat.</p><p><b>“<i>Pertukaran kripto</i>Ini adalah salah satu corak produk <i>pengguna akhir</i> dari blockchain.  Di mana <i>pertukaran kripto</i> menghubungkan beragam <i>proyek blockchain</i> nan mempunyai token untuk bisa dinikmati masyarakat,” ujarnya.</b></p><p>Selain itu, Giras mengatakan bahwa <i>pertukaran kripto</i> juga mengimplementasikan teknologi blockchain melalui platform token.  Seperti diketahui, token platform merupakan salah satu aset mata uang digital nan dikembangkan melalui blockchain untuk digunakan dalam platform ekosistem <i>pertukaran kripto</i>. </p><p>“Salah satu contoh nan kami lakukan, Bittime mengembangkan token Palapa.  Palapa sebagai platform token bakal berkedudukan banyak dalam mendukung ekosistem Bittime.  Dengan utilitas nan menguntungkan bagi pengguna Bittime nan mempunyai token Palapa,” jelasnya.</p><p><i>Pendiri</i> BlockDevId, William Sutanto menjelaskan bahwa sederhananya, <i>blockchain</i> merupakan bentuk dari sistem pedoman data, nan terjamin keamanan dan transparansinya.  Berbeda dengan sistem pedoman info nan kita kenal pada umumnya, dalam pengelolaannya blockchain menerapkan teknologi terdesentralisasi nan dapat diakses oleh banyak pihak.</p><p><b>“Dalam sejarahnya, aset mata uang digital lewat blockchain diciptakan untuk menjawab masalah nan selama ini belum bisa diselesaikan oleh industri Web 2.0.  Seperti halnya DeFi, mata uang digital merupakan corak penerapan aplikasi <i>blockchain </i>pada industri finansial”, tambah William.</b></p><p>Pengembangan teknologi blockchain tidak terbatas pada aset dan investasi saja, namun juga berkedudukan pada industri lain.  Contohnya pemanfaatan metaverse pada industri perhotelan dan pariwisata, hingga penerapan dArray dalam bagian akuntansi.</p><p>Anggota Komite Etik Asosiasi Blockchain Indonesia, Duwi Sudarto Putra menyampaikan bahwa peran pemerintah mulai dari pengawasan hingga pengembangan teknologi blockchain menjadi perihal nan sangat krusial dan perlu diperhatikan. </p><p><b>“Harapannya, teknologi blockchain juga dapat kita manfaatkan dalam mengelola info publik, mengingat tingkat keamanan info pada <i>blockchain</i> lebih aman,” tambah Duwi.</b></p><p>Pemrakarsa aktivitas Selaku,<a href= sedikit waktu berambisi agar masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda dapat lebih mengenal teknologi blockchain dan implementasinya. Tak hanya itu, Bittime juga berencana menggelar program biaya untuk pelajar melalui peta jalan token pengembangan Palapa.

Penafian

Investasi aset mata uang digital mengandung akibat dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bittime membikin info ini melalui penelitian internal perusahaan, tidak mempengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi.


Sumber: vritimes

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita