Bisnis Waralaba dan Tantangannya Saat Ini

Sedang Trending 5 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Bisnis waralaba alias franchise adalah salah satu model upaya nan sedang terkenal belakangan ini. Sebabnya adalah lantaran upaya waralaba dirancang sebagai upaya nan sesuai dengan kebutuhan, berkelanjutan, dan perkembangannya cepat.

Apa Itu Bisnis Waralaba?

Bisnis Waralaba

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),  waralaba dapat diartikan sebagai kerja sama dalam bagian upaya dengan bagi hasil sesuai dengan kesepakatan, nan di dalamnya mencakup kewenangan kelola serta kewenangan pemasaran.

Menurut Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Waralaba, waralaba adalah kewenangan unik nan dimiliki oleh orang, perseorangan, ataupun badan upaya terhadap suatu sistem upaya dengan karakter unik upaya dalam rangka memasarkan peralatan dan/atau jasa nan telah terbukti sukses dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berasas Perjanjian Waralaba.

Oleh lantaran itu, waralaba dapat dikatakan sebagai suatu model upaya nan berbentuk kerja sama antara pihak pertama sebagai pemilik merek dagang, produk, alias sistem operasional, dengan pihak kedua nan membeli izin untuk pemakaian merek, produk, maupun sistem operasional untuk menjalankan upaya tersebut.

Secara singkat, waralaba adalah model upaya nan dijalankan oleh franchisee (pengguna lisensi waralaba) dengan menggunakan merek dagang, produk, ide, sistem operasional, dan konsep nan dibeli dan dibuat oleh franchisor (pemilik lisensi waralaba).

Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa dalam sistem upaya waralaba terdapat dua komponen penting, yaitu:

  1. Franchisor, adalah pemilik lisensi waralaba, merek dagang, produk, ide, dan sistem operasional.
  2. Franchisee, adalah pembeli merek dagang, ide, dan sistem operasional. Dengan kata lain, franchisee hanya perlu bayar lisensi waralaba kepada franchisor.

Rincian biaya nan perlu dibayar oleh franchisee biasanya terdiri atas franchisee fee dan royalty fee. Franchisee fee hanya dibayar satu kali, ialah di awal pembelian lisensi waralaba, sedangkan royalty fee adalah jumlah biaya nan kudu dibayar dan disesuaikan dengan omzet penjualan dalam periode tertentu.

Jenis Bisnis Waralaba

Contoh Bisnis Waralaba

Berdasarkan produk alias sistem kerjanya, waralaba dapat dibagi menjadi tiga jenis sebagai berikut.

1. Waralaba Sistem

Ini adalah corak waralaba nan franchisornya sudah mempunyai langkah sendiri dalam menyajikan produk kepada konsumen. Dalam model ini, franchisee membeli keseluruhan sistem. Contoh waralaba nan menggunakan model ini adalah restoran sigap saji seperti McDonald’s.

2. Waralaba Produk

Dalam model ini, franchisee hanya bekerja mendistribusikan produk dari frachisor. Contohnya adalah waralaba Bahan Bakar Minyak (BBM) milik Shell dan BP.

3. Waralaba Proses

Pada model ini, franchisee mempunyai peran know-how, alias mengetahui gimana proses produksi dari produk nan bakal dipasarkan. Contoh waralaba dengan sistem ini adalah Coca-Cola dan Fanta.

Tantangan Bisnis Waralaba Saat Ini

Tantangan Bisnis Waralaba

1. Banyak Kompetitor

Bisnis waralaba mempunyai banyak kompetitor, termasuk waralaba alias upaya lain nan bergerak pada bagian serupa. Oleh lantaran itu dibutuhkan peningkatan kualitas pelayanan, kualitas produk, dan strategi pemasaran agar tidak kalah saing dengan waralaba kompetitor.

2. Sulit Memilih Brand nan Tepat

Banyaknya jumlah upaya waralaba nan berdiri saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi Anda nan mau membuka upaya waralaba lantaran Anda kudu bisa memilih brand nan tepat. Nama besar dari sebuah brand bukanlah agunan upaya waralaba nan dijalankan juga bakal sukses.

Sebelum memutuskan memilih suatu brand, Anda kudu memastikan beberapa perihal terlebih dahulu. Mulai dari track record nan positif, legalitas, manajemen, reputasi nan baik di mata konsumen, hingga hubungan franchisor dengan franchisee.

3. Butuh Modal Besar

Anda perlu menyiapkan modal nan cukup besar lantaran semakin besar ketenaran dari suatu waralaba, maka modal untuk membeli lisensi waralabanya juga semakin besar. Apalagi jika brand-nya berasal dari luar negeri.

Selain modal untuk membeli lisensi waralaba, Anda juga perlu memikirkan biaya lain, misalnya biaya untuk penghasilan karyawan, sewa tempat, hingga biaya nan dibutuhkan untuk menutupi kerugian jika upaya waralaba nan Anda jalankan tidak mencapai target.

4. Harus Mengikuti Arahan dan Kesepakatan nan Sudah Dibuat dengan Franchisor

Penting untuk mengingat bahwa dalam menjalankan upaya waralaba, Anda hanya membeli lisensi agar dapat menjalankan upaya nan sudah ada dan dimiliki oleh franchisor. Inilah nan menyebabkan Anda kudu mengikuti pengarahan dari franchisor lantaran biasanya mereka mau mempertahankan citranya di mata konsumen.

Dalam menjalankan upaya waralaba, Anda kudu siap untuk diatur secara ketat oleh franchisor. Tidak jarang franchisor juga menentukan letak dan suasana outlet, produk nan dijual, kualitas pelayanan, hingga bahan baku dan resep nan kudu mengikuti standar tertentu.

Namun ini bukan berfaedah Anda tidak dapat mengutarakan pendapat Anda sama sekali. Jika Anda mempunyai buahpikiran lain mengenai upaya tersebut, Anda kudu mengomunisasikannya ke franchisor agar mencapai kesepakatan.

Itulah sedikit penjelasan mengenai upaya waralaba. Bisnis jenis ini cukup terkenal lantaran merupakan model upaya nan mudah untuk dilakukan. Namun perlu diingat bahwa kemudahan-kemudahan tersebut juga mendatangkan tantangan lain nan kudu dihadapi dan diciptakan solusinya.

Selengkapnya
Sumber Kabar Tekno Bhinneka
Kabar Tekno Bhinneka