Banjir bandang menerjang Lembang Bandung Barat, dua rumah warga terendam

Sedang Trending 5 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Bandung Barat | SekitarKita.id,- Banjir bandang menerjang permukiman penduduk di Kampung Cibodas RT 03 RW 14, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Kamis (11/1/2024).

Kepala Desa Suntenjaya, Asep Wahono, mengatakan, kejadian berasal dari hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Lembang sekira pukul 14.00 WIB tadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut, debit air dari arah hulu mengalir deras dengan membawa material lumpur dan ranting pohon, mengakibatkan banjir bandang diwilayah itu.

“Untuk saat ini kondisinya tetap banjir. Banjirnya lumpur bawa material ranting sejak tadi jam 14.00 WIB. Kami tetap berupaya meminimalisir akibat agar banjir tak meluas,” kata Asep saat dihubungi wartawan, Kamis.

 tangkap layar video istimewa)Banjir bandang menerjang wilayah, Kampung Cibogo, Desa Sunten Jaya, Kecamatan Lembang, KBB (foto: tangkap layar video istimewa)

Dijelaskan dia, banjir ‘cileuncang’ itu datang tiba-tiba sesaat setelah hujan deras melanda. Terdapat beberapa bantaran sungai mengalami longsor sehingga aliran air tertutup.

“Debit air nan tidak tertampung akhirnya meluap dengan membawa material lumpur dan sampah ranting pohon. Banjir lumpur itu seketika menerjang rumah penduduk dan beberapa lahan perkebunan,” ujarnya.

“Awalnya hujan deras kemudian ada longsor nan menutup sungai. Sehingga saluran air mampet dan airnya meluap ke permukiman warga,” sambung Asep.

Atas kejadian itu, kata Asep, sampai saat ini, terhitung dua rumah penduduk terendam banjir lumpur. Masyarakat beserta petugas campuran tengah berupaya mengevakuasi material lumpur nan masuk rumah warga.

 tangkap layar video istimewa)Petugas membersihkan ranting pohon akibat terbawa banjir bandang menerjang wilayah, Kampung Cibogo, Desa Sunten Jaya, Kecamatan Lembang, KBB (foto: tangkap layar video istimewa)

“Ada dua rumah penduduk nan terendam. Saat ini sedang diupayakan pembersihan sampah nan terbawa banjir oleh warga,” kata Asep kembali.

Kendati itu, hingga saat ini, banjir lumpur di letak tetap terjadi meski debitnya mulai reda. Sementara petugas melakukan asesmen dan mendata berapa jumlah rumah dan lahan perkebunan penduduk nan terdampak.

“Kalau perkebunan penduduk belum dicek. nan jelas ada dua rumah penduduk nan terendam. Tapi info keseluruhannya kelak tunggu hasil pengecekan selesai ya,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita