Bagaimana Memperbaiki Pernikahan yang Rusak Secara Kritis dan Di Ambang Keruntuhan | Karen Finn

Sedang Trending 6 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Mengingat sungguh pentingnya hubungan, sungguh menakjubkan sungguh seringnya orang mengharapkan mereka untuk mengurus diri sendiri. Terlebih lagi, ketika sebuah hubungan telah memasuki tahap selanjutnya menuju pernikahan, nampaknya terlalu banyak pasangan nan lupa untuk konsentrasi pada kegigihan upaya nan diperlukan untuk membikin pernikahan mereka berhasil. Anda melakukan pekerjaan cinta dimuka untuk mendapatkan untuk menikah. Namun pada akhirnya, Anda mungkin bertanya-tanya gimana langkah memperbaiki pernikahan nan tidak sehat.

Ketika sebuah pernikahan telah terkikis hingga menjadi tidak sehat, pendapat untuk kembali jatuh cinta mungkin tampak mustahil untuk dicapai. Mencari tahu langkah memperbaiki pernikahan nan tidak sehat – dengan dugaan pernikahan itu bisa diperbaiki – adalah satu hal. Kembali ke alur “perasaan penuh kasih” mungkin terlalu susah untuk ditanyakan. Atau itu? Pertimbangkan itu 42 hingga 45 persen pernikahan pertama berhujung dengan perceraiandan persentase itu meningkat pada setiap pernikahan berikutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cara memperbaiki pernikahan nan rusak dan berada di periode kehancuran:

TERKAIT: Cara Memperbaiki Pernikahan nan Rusak Menurut Terapis

Ada apa dengan melangkah menuju pelaminan nan membikin angan cinta awal itu begitu rentan terhadap kehancuran? Apakah masyarakat tidak tahu langkah memilih mitra nan tepat? Apakah mereka tidak tahu gimana menjadinya mitra nan tepat? Apakah mereka menganggap remeh satu sama lain dan pernikahan mereka? Mungkin mereka mengira pekerjaannya cinta bakal mudah setelah mereka jatuh jatuh cinta lantaran jatuh itu mudah. Jika Anda bertanya-tanya gimana langkah memperbaiki pernikahan nan tidak sehat, berikut beberapa kunci terpenting untuk memperbaikinya. Dan kejutan bawaannya? Anda tidak hanya bakal memulihkan kesehatan pernikahan Anda. Anda juga bakal mendapatkan emosi cinta itu kembali.

Pilihlah untuk mencintai, apa pun emosi Anda. Saat Anda dan pasangan berpacaran, Anda mungkin lebih sadar bakal emosi Anda daripada pilihan Anda. Limerensi adalah begitu penuh dengan hormon kegilaan sehingga Anda merasa penuh kasihdan lantaran itu tentu saja menginginkannya untuk bertindak dengan langkah nan penuh kasih. Tapi sedikit demi sedikit, debu peri itu hilang, dan pilihannya hilang menjadi penentu keberhasilan perkawinan. Cinta sejati berlabuh pada pilihan-pilihan nan penuh kasih, belum tentu emosi nan penuh kasih. Dan sering kali, emosi bakal mengikuti tindakan. Ingat apa nan membuatmu jatuh cinta.

Jika Anda bisa menoleh ke belakang dan tersenyum mengingat jatuh cinta dengan pasangan Anda, pernikahan Anda mempunyai angan besar. Lakukan perjalanan mendetail menyusuri jalan kenangan. Abaikan apa nan terjadi dalam hidup Anda sejak saat itu, dan fokuslah pada apa nan membentuk kesukaan awal Anda dan mempertahankan hubungan Anda. Hentikan hal-hal negatif. Anda tidak bisa mencapai keadaan nan lebih baik jika peta jalan Anda penuh dengan kemarahan, sarkasme, kritik, keluhan, dan bentuk-bentuk negatif lainnya. Pilih untuk berakhir dan berbalik. Sekalipun Anda tidak tahu langkah memperbaiki pernikahan nan tidak sehat, setidaknya berhentilah melakukan apa nan menjamin kegagalannya.

TERKAIT: Yang #1 Menandatangani Pernikahan Anda Dalam Krisis, Menurut Seorang Terapis

Mulai berkencan lagi. Pasangan Anda, yaitu. Terlalu sering “kehidupan” menyelinap masuk dan menyedot daya nan menyatukan pasangan. “Kalau saya mulai bekerja di malam hari, kita bisa menabung untuk membeli rumah nan lebih besar dalam beberapa tahun…” “Anak-anak butuh… orang tuaku butuh… bosku mengharapkan….” Dan sebelum Anda menyadarinya, kencan malam nan pernah menjadi aktivitas utama minggu Anda adalah makan malam ulang tahun nan terbaik. Sekarang setelah Anda memilih untuk mencintai dan merenungkan apa nan membikin Anda jatuh cinta, inilah waktunya untuk berkencan. Mulai dari awal. Ciptakan kembali romansa Anda. Berikan kualitas nan Anda sukai dengan waktu dan tempat untuk mengekspresikan diri lagi.

Ubah langkah Anda mendengarkan. Ada saatnya Anda peduli dengan apa nan dikatakan pasangan Anda. Anda mendengarkan untuk belajar. Anda tidak takut dengan pendapat alias reaksi pasangan Anda dan tidak jenuh dengan cerita mereka. Berikan pasangan Anda untung dari keraguan tersebut. Percayalah bahwa mereka tetap mempunyai pemikiran dan buahpikiran nan layak untuk didengarkan. Tunjukkan minat pada hal-hal mini dari hari satu sama lain. Berusahalah untuk mempelajari nuansa orang nan Anda nikahi. Dan ingatlah itu, jika Anda telah berevolusi selama bertahun-tahun, pasangan Anda juga demikian. Dengarkan dengan niat untuk belajar sehingga Anda bisa bersama-sama memetakan arah baru.

TERKAIT: 3 Kesalahan Mematikan nan Membunuh Pernikahan (dan Cara Memperbaikinya)

Ubah langkah Anda berbicara. Sayangnya, banyak orang tidak mempertimbangkan akuntabilitas mereka atas langkah mereka berbicara. Mereka “membiarkannya merobek” dan tidak peduli bahwa orang nan mendengarkan merasakan kepedihan dari setiap tuduhan, mengkritik “Anda”. “Kamu membuatku merasa,” “Kamu selalu”, “Kamu tidak pernah.” Ketahui perbedaan antara pikiran dan perasaan, dan bicaralah sesuai dengan itu. Miliki apa nan keluar dari pikiran Anda dan keluar dari lidah Anda. “Saya merasa sedih ketika….” “Saya pikir Anda tidak peduli dengan pekerjaan saya. Benarkah itu?” Dengan tetap terpusat pada diri sendiri, Anda bakal menghindarkan pasangan Anda dari persepsi diserang. Anda bakal mencegah perlunya sikap melindungi dan bakal mendorong komunikasi nan jelas dan terfokus nan bakal berhasil.

Fokus untuk mengubah diri sendiri. “Anda tidak dapat mengubah orang lain. Anda hanya dapat mengubah diri Anda sendiri.” Kedengarannya sederhana… Sampai Anda berakhir dan mengakui bahwa nyaris semua argumen adalah tentang mencoba mengubah orang lain. Tujuan Anda adalah menjadi jenis terbaik dari diri Anda, apa pun nan dilakukan pasangan Anda.

Cerita Terkait Dari YourTango:

Prioritaskan kebahagiaan pasangan Anda daripada kebahagiaan Anda sendiri. Tidak, Anda tidak perlu menjadi martir alias mengabaikan kebahagiaan Anda. Namun jika nan Anda lakukan hanyalah mengalihkan pemikiran Anda ke, “Bagaimana saya bisa membahagiakan kekasih saya hari ini?” Anda bakal mengubah arah pernikahanmu. Anda mungkin kehilangan arah dalam pernikahan Anda. Anda mungkin bertanya-tanya gimana langkah memperbaiki pernikahan nan tidak sehat – alias apakah Anda bisa melakukannya. Apa nan mungkin terjadi didasarkan pada kekuatan pilihan. Pilihan untuk mencintai bakal menentukan semua perilaku selanjutnya. Dan perilaku baru itu bakal membawa Anda kembali pada emosi cinta itu.

TERKAIT: Ketika Pernikahan Anda Gagal, Anda Punya 3 Pilihan — Pilihlah dengan Hati-hati

Karen Finn adalah seorang perceraian dan pembimbing kehidupan. Tulisannya tentang pernikahan, perceraian, dan pengasuhan berbareng telah muncul di antara lain MSN, Yahoo, Psych Central, Huffington Post, Prevention, dan The Good Men Project.

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita