Apakah 'Memiliki Anak' Satu-Satunya Alasan Sah Untuk Menikah Sekarang? | Dr.Lisa Kaplin

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Catatan Editor: Ini adalah bagian dari bagian Opini YourTango di mana masing-masing penulis dapat memberikan beragam perspektif untuk komentar politik, sosial, dan pribadi nan luas mengenai suatu isu.

Di bumi sekarang ini, sangat mudah untuk menikah dan bercerai. Tampaknya pernikahan dilakukan dengan sedikit pemikiran dan penelitian dibandingkan dengan membeli mobil. Namun pernikahan tradisional tampaknya berada di periode kematiannya. Psikoterapis terkemuka Ester Perel menunjukkan bahwa anak-anak adalah ikatan terakhir dalam pernikahan tradisional.

TERKAIT: 4 Hal Kecil nan Saya Perlu Diketahui Putri Saya Sebelum Dia Mengatakan 'Saya Bersedia'

Apakah 'memiliki anak' satu-satunya argumen nan sah untuk menikah lagi?

1. Haruskah kita (atau tetap) menikah demi punya anak?

Buktinya tidak jelas apakah anak-anak lebih baik jika orang tuanya menikahjika semua variabel dipertimbangkan secara hati-hati, anak-anak bakal lebih baik jika mempunyai orang tua nan berpendidikan, kelas menengah ke atas – tidak kudu menikah. Jika pernikahan bukanlah kunci utama untuk membesarkan anak-anak nan senang dan sehat, haruskah kita bersusah payah?

TERKAIT: Jika Cinta Anda Lulus 9 Ujian Ini, Anda Siap Menikah

2. Sejarah perkawinan tradisional tetap ternoda, mengingat wanita pernah dipandang (secara harfiah) sebagai properti.

Wanita dihadiahkan alias dijual kepada orang-orang seperti peralatan bergerak untuk meningkatkan stabilitas ekonomi orang-orang nan terlibat dalam transaksi tersebut. Tentu saja, kita mau beranjak dari type pernikahan seperti itu, namun type “menikah lantaran cinta” di era fashionable tampaknya tidak jauh lebih baik lantaran perceraian dan ketidakbahagiaan adalah perihal nan biasa.

Jika pernikahan hanyalah 'transaksi keuangan' di masa lampau dan 'dorongan romantis' di masa kini, tak heran orang-orang tampak ragu untuk melangkah ke pelaminan akhir-akhir ini. Jika kita tidak menikah lantaran argumen anak alias ekonomi, kenapa kita menikah?

mereka sangat jatuh cinta

Foto: Campur Tape melalui Shutterstock

3. Bagaimana jika kita memilih pernikahan untuk meningkatkan kehidupan kita?

Bagaimana jika kita mencari kawan sejati untuk menghabiskan hari-hari kita bersama? Bagaimana jika kita meneliti calon pasangan kita untuk memahami gimana kita bisa cocok dan gimana kita bisa saling membantu melalui tahapan kehidupan nan rumit dan seringkali berantakan? Bagaimana jika kita tidak hanya memandang kesukaan bentuk calon pasangan, melainkan memandang sistem nilai dan tujuan hidup masing-masing?

4. Pernikahan di era fashionable bisa menjadi jenis komitmen terbaik nan pernah kita lihat dalam sejarah manusia.

Dua orang dewasa, nan telah berkembang sepenuhnya dan mandiri, berasosiasi untuk membangun family nan lebih kuat dan lebih penuh kasih sayang (pertama-tama dengan menjadi jenis diri mereka sendiri nan lebih kuat dan lebih penuh kasih). Anak-anak bukanlah satu-satunya ikatan nan menyatukan pernikahan melainkan hasil dari dua orang nan saling mencintai dengan sengaja memilih untuk membawa anak ke dalam hidup mereka dengan sengaja. Anak-anak tidak bakal bertanggung jawab untuk menjaga perkawinan tetap utuh alias menghancurkannya.

TERKAIT: Wanita Dengan Sifat Kepribadian Ini Memiliki Pernikahan nan Jauh Lebih Baik

5. Bagaimana jika kita menikah lantaran argumen nan benar, seperti cinta, persahabatan, pertumbuhan pribadi, nilai-nilai bersama, dan angan hidup?

Bagaimana jika kita mempunyai visi pernikahan nan matang dan realistis? nan bukan romansa manis alias sinisme nan letih. Mungkin sejarah pernikahan dengan segala kesalahan dan kegagalannya bakal membawa kita pada visi pernikahan nan baru dan lebih baik. Bukan untuk anak-anak alias keuangan, tapi untuk cinta dan hubungan nan dewasa dan setara.

Cerita Terkait Dari YourTango:

TERKAIT: 4 Cara Berani Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Dan Mencintai Diri Sendiri Apa Adanya

Lisa Kaplin adalah seorang psikolog, pembimbing kehidupan dan pelaksana ahli bersertifikat, dan pembicara korporat nan sangat berpengalaman. Dia membantu orang mengatasi stres dan kewalahan untuk menemukan kegembiraan dalam kehidupan pribadi mereka dan kesuksesan serta makna dalam kehidupan ahli mereka.

www.yourtango.com

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita