Apa yang Sebenarnya Dilakukan Penulis UX?

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Penulis pengalaman pengguna (UX) membikin konten, termasuk salinan dan teks antarmuka untuk pengalaman internet dan produk nan bermaksud membantu pengguna menavigasi produk. Dalam makna sempit, seorang penulis UX berfokus pada komponen tertentu, seperti menu, label, pesan kesalahan, alias chatbots. Mereka juga membikin petunjuk dan pedoman untuk pengguna pertama kali, nan terdiri dari potongan-potongan mini tulisan nan disatukan sebagai mikrokopi. Saat menyusun konten, seorang penulis UX menciptakan keseimbangan antara bunyi merek dan tulisan nan mudah dipahami oleh pengguna dari beragam latar belakang, usia, dan keahlian sehingga meningkatkan pengalaman mereka terhadap produk. Selain itu, mempelajari kursus kreasi UI UX dapat lebih meningkatkan skill dan pemahaman penulis UX tentang prinsip-prinsip kreasi nan berpusat pada pengguna.

Gaji Penulis UX dan Pertumbuhan Pekerjaan

Di Amerika Serikat, Penulis UX dapat memperoleh rata-rata sekitar $120.000 consistent with tahun. Ini menyumbang sekitar $60 consistent with jam. Penulis UX di posisi entry-level dapat mengharapkan sekitar $89.000 consistent with tahun. Dengan pengalaman, Penulis UX dapat menghasilkan hingga $150.000 consistent with tahun.

Penulisan pengalaman pengguna dianggap sebagai salah satu bagian penulisan konten nan mengalami booming. Setiap merek berupaya untuk meningkatkan pengalaman pengguna dengan produknya, nan berfaedah bagi gambaran merek dan penjualannya. Penulisan UX adalah inti dari upaya untuk meningkatkan pengalaman pengguna, seperti halnya kreasi UX.

Penulis UX As opposed to Pekerjaan Lainnya

Meskipun peran pekerjaan seorang penulis UX mungkin tumpang tindih dengan ahli menulis lainnya, seperti copywriter, penulis teknis, dan mahir strategi konten, seorang penulis UX lebih spesifik terlibat dalam proses desain. Ada beberapa perbedaan mencolok antara menulis UX dan pekerjaan lain nan berasosiasi dengan menulis.

Seorang mahir strategi konten membikin rencana konten berasas kebutuhan organisasi. Penulis UX umumnya mengikuti pedoman nan dibuat oleh mahir strategi konten. Seorang penulis teknis membikin konten unik untuk area of interest alias space tertentu agar mudah dipahami oleh pembaca. Meskipun penulis teknis dan penulis UX diharapkan untuk menulis konten nan mudah dipahami, penulis teknis membikin konten berdurasi panjang, sementara penulis UX membikin konten nan berangkaian dengan aspek tertentu dari situs internet alias produk nan melibatkan pembaca secara langsung. Keistimewaan lain dalam penulisan konten adalah copywriting. Copywriter adalah bagian dari tim pemasaran, nan secara unik berfokus pada penulisan semboyan pemasaran, postingan media sosial, dan konten iklan.

Bagaimana Menjadi Penulis UX?

Beberapa aspek nan perlu diperhatikan, ketika Anda berencana menjadi penulis UX, adalah sebagai berikut-

Pertimbangkan Keterampilan nan Anda Butuhkan

Salah satu prasyaratnya adalah mempunyai pemahaman nan baik tentang tata bahasa, keterbacaan, struktur kalimat, dan nada tulisan. Anda dapat mengikuti kursus nan diperuntukkan bagi perseorangan nan mau berlatih menulis UX.

Penelitian memainkan peran krusial dalam menghasilkan konten nan tepat dan spesifik untuk situs internet alias produk. Oleh lantaran itu, Anda kudu meluangkan banyak waktu untuk memahami produk dan maksudnya sebelum menulis.

Karena penulis UX bekerja sama dengan desainer UX, memahami beberapa perangkat kreasi visible standar bakal membantu Anda mendapatkan kelebihan kompetitif.

Buat Portofolio

Portofolio penulis UX kudu mempunyai kumpulan konten unik untuk penulisan UX, termasuk sampel dan karya sebelumnya. Saat melamar posisi menulis UX, portofolio Anda memungkinkan perekrut mengukur keahlian dan pengalaman menulis Anda. Anda dapat mencari sumber daya on-line nan membantu Anda membangun portofolio nan menarik.

Dapatkan Pengalaman

Pengalaman masa lampau dianggap sangat serius oleh perekrut dan sering kali disorot dalam penjelasan pekerjaan. Namun, Anda juga bisa memulai dengan peran serupa lainnya, seperti copywriting dan penulisan teknis nan memberi Anda kesempatan untuk berlatih menulis UX. Anda juga dapat mengikuti kursus menulis UX.

Penulis UX bertanggung jawab untuk membikin konten tekstual nan dilihat pengguna saat menggunakan produk virtual. Tanggung jawab mereka tidak hanya mencakup penulisan salinan nan jelas dan ringkas, namun juga memastikan bahwa salinan tersebut konsisten dengan pengalaman pengguna dan prinsip kreasi produk.

Hal ini termasuk membikin salinan untuk tombol, label menu, pesan kesalahan, dan teks instruksi, semuanya dengan tujuan meningkatkan kegunaan dan memandu pengguna melalui perjalanannya dengan lancar. Mereka nan tertarik untuk mengejar jalur karir unik ini bisa mendapatkan untung besar dengan menghadiri UI UX Bootcamp.

Pahami Cara Orang Membaca On-line

Ada perbedaan signifikan dalam langkah pembaca menerima konten on-line as opposed to konten cetak. Pertama-tama, meskipun media cetak didorong oleh penulis, konten berbasis internet didorong oleh pembaca. Pengguna memperlakukan internet sebagai media aktif dan berinteraksi dengan konten untuk menyelesaikan sesuatu. Hal ini mengharuskan konten on-line dapat ditindaklanjuti.

Salah satu aspek terpenting nan perlu dipertimbangkan oleh penulis UX adalah pola pencarian mata nan biasanya diikuti pembaca saat membaca on-line. Pengguna mengikuti pola membaca berbentuk F baik di ponsel maupun di layar nan lebih besar, nan berfaedah konten kudu dirancang sedemikian rupa sehingga menampilkan banyak info di sisi atas dan kiri.

Selain itu, orang-orang condong hanya membaca sedikit ketika mereka membaca di internet. Membaca sekilas konten dan pemindaian adalah perihal biasa. Oleh lantaran itu, konten on-line kudu lebih tepat dan ringkas. Ini juga berfaedah bahwa konten on-line kudu tepat sasaran dan menawarkan kepada pembaca apa nan mereka cari, nan memastikan bahwa konten Anda tidak menghabiskan terlalu banyak waktu pembaca.

Meningkatkan Penulisan, Pemformatan, dan Penataan Anda

Aspek paling mendasar nan perlu dipertimbangkan saat menulis salinan adalah menentukan goal audiens dan apa nan mau dicapai oleh konten. Ini bakal memberi Anda gambaran nan jelas tentang apa nan kudu dimasukkan ke dalam konten Anda dan apa nan kudu dihindari. Setelah Anda mengetahui audiens Anda dan tujuan konten, berikut beberapa aspek nan perlu diingat untuk meningkatkan tulisan Anda.

Bahasa sederhana

Bahasa nan sederhana, umumnya dikenal sebagai keterbacaan, membantu memastikan audiens goal Anda, meskipun beragam, dengan mudah memahami konten Anda. Menggunakan kata-kata umum dan menghindari penggunaan kalimat nan rumit dapat membantu Anda mencapai keterbacaan nan tinggi.

Nada Suara

Makna konten Anda lebih jelas jika Anda menggunakan nada bunyi nan paling sesuai untuk menyapa audiens Anda. Konten UX mungkin ditargetkan untuk ahli alias orang awam. Jika Anda menggunakan istilah teknis tertentu saat menulis untuk orang awam, perihal ini dapat menimbulkan banyak kebingungan. Oleh lantaran itu, mengetahui audiens Anda untuk menggunakan nada bunyi nan tepat sangatlah penting. Selanjutnya, Anda juga dapat memutuskan untuk menggunakan style penulisan formal, semi formal, alias casual berasas gambaran dan tujuan merek Anda.

Jargon dan Penulisan untuk Pakar

Jargon adalah kata-kata nan dipahami oleh para ahli di bidangnya. Meskipun semboyan mungkin mudah dipahami oleh orang-orang nan memahami topik alias bagian tertentu secara spesifik, semboyan tersebut mungkin tidak mudah dipahami oleh orang luar alias orang awam. Saat menggunakan jargon, Anda kudu memastikan bahwa audiens goal Anda terdiri dari para ahli.

Memformat dan Menata Konten

Konten Anda kudu terstruktur alias diformat sedemikian rupa sehingga memudahkan audiens untuk mengonsumsi konten Anda. Misalnya, Anda dapat membagi konten Anda menjadi beragam sub-judul, menambahkan poin-poin, dan tidak mempunyai lebih dari 4 hingga 5 kalimat dalam satu paragraf agar konten tidak terlihat bertele-tele.

Saat menulis salinan pendek, tiga aspek utama nan perlu diperhatikan adalah judul, label perintah, dan tautan. Judul membantu menentukan isi sebenarnya dari konten tersebut, sehingga memperjelas bagi pengguna tentang apa nan mereka baca. Label perintah mengomunikasikan keberhasilan tindakan tertentu nan diambil oleh pengguna. Lebih lanjut, teks tautan adalah kombinasi kata nan menentukan ke mana pembaca bakal dibawa setelah mengklik tautan tersebut. Saat Anda berfokus pada aspek-aspek ini, kemungkinan besar Anda bakal membikin konten nan tajam dan dapat ditindaklanjuti nan menarik bagi audiens Anda.

Strategi Konten dan Evaluasi Berkelanjutan

Strategi konten adalah proses berkepanjangan nan melibatkan pemeliharaan, pemantauan, dan peningkatan info dari waktu ke waktu. Ketika perusahaan alias organisasi tumbuh dan mempunyai lebih banyak tenaga kerja alias pakar, strategi konten memerlukan perubahan.

Demikian pula, ketika perusahaan melakukan perubahan dalam langkah mereka menangani penggunanya—baik besar maupun kecil—strategi konten memerlukan modifikasi nan sesuai. Oleh lantaran itu, strategi konten pada dasarnya melibatkan penilaian konten nan ada dan menemukan langkah untuk membikin konten nan lebih baik dan langkah meningkatkan alias mempertahankan konten nan ada.

Pertanyaan nan Sering Diajukan

1. Apakah Anda perlu mempelajari UX untuk menjadi penulis UX?

Tidak, perseorangan nan bercita-cita menjadi penulis UX tidak perlu mempelajari UX. Namun, krusial untuk dicatat bahwa mempunyai pemahaman nan baik tentang kreasi UX memberi Anda wawasan nan lebih baik dalam membikin konten nan meningkatkan pengalaman pengguna. Untuk ini, Anda dapat konsentrasi pada proses kreasi UX, nan juga membantu Anda bekerja-sama lebih baik dengan rekan tim dan tim serta ahli lainnya sehingga Anda dapat menambahkan nilai lebih pada konten Anda.

2. Apa nan Anda sertakan dalam portofolio penulis UX?

Beberapa info dasar nan kudu disertakan dalam portofolio penulis UX adalah info konten Anda, info krusial tentang Anda, dan penjelasan singkat masalah beserta solusi nan Anda buat. Portofolio penulis UX memberi kesempatan kepada perekrut untuk memandang keahlian Anda nan sebenarnya. Oleh lantaran itu, salah satu langkah termudah untuk membikin portofolio nan meninggalkan kesan baik adalah dengan menambahkan karya terbaik Anda sebelumnya ke dalam portofolio Anda. Saat Anda melamar posisi penulis UX, portofolio Anda juga kudu mempunyai solusi kreasi sebagai bagian dari konten Anda.

3. Mengapa penulis UX penting?

Penulis UX seperti jembatan antara produk dan pengguna, memastikan pengguna dapat berinteraksi secara lancar dengan produk melalui salinan dan mikrokopi.

Kesimpulan

Semoga tulisan ini dapat memberi Anda pemahaman nan jelas tentang apa sebenarnya nan dilakukan seorang UX author dan gimana menjadi seorang UX author. Jika Anda mau meningkatkan keahlian Anda lebih jauh, kami sarankan Anda memeriksa Program Magister Pakar Desain UI/UX Simplilearn. Kursus ini dapat membantu Anda memperoleh keahlian dan pengetahuan nan relevan dan membikin Anda siap kerja hanya dalam empat bulan.

Jika Anda mempunyai pertanyaan alias pertanyaan, silakan kirimkan di bagian komentar di bawah. Tim kami bakal menghubungi Anda sesegera mungkin dengan solusinya.

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita