Apa Metodologi Lean untuk Pengembangan Perangkat Lunak

Sedang Trending 5 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Pengembangan perangkat lunak lean adalah salah satu metodologi inovatif nan merevolusi seluruh aliran nilai di bagian TI.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Metodologi lean dapat diterapkan untuk mengurangi upaya pemrograman, penganggaran, dan tingkat kerusakan dalam pengembangan perangkat lunak. Pemikiran Lean telah ada sejak lama, namun baru belakangan ini Lean mendapatkan ketenaran di industri jasa – di rumah sakit, perbankan, dan pabrik perangkat lunak. Saat ini, banyak perusahaan pengembangan perangkat lunak memilih Lean Device Construction untuk mengelola proyek.

Artikel ini memberikan pedoman komprehensif tentang apa itu pengembangan perangkat lunak Lean, definisinya, perbedaan antara lean dan agile, prinsip-prinsip utama dan faedah teknologi lean.

Ikuti perkembangan teknologi terkini dan tren industri melalui sertifikasi rekayasa perangkat lunak Simplilearn. Percepat pertumbuhan ahli Anda dengan kursus perangkat lunak terbaik Simplilearn.

Apa Itu Pengembangan Perangkat Lunak Lean?

LSD adalah kerangka tangkas nan telah dikembangkan oleh Toyota – raksasa otomotif Jepang – pada awal abad ke-20. Hal ini didasarkan pada filosofi mengoptimalkan waktu dan sumber daya pengembangan dalam proses manufaktur sekaligus menghilangkan pemborosan dan memaksimalkan nilai bagi pelanggan.

Istilah ini pertama kali digunakan dalam kitab berjudul sama nan ditulis oleh Tom And Mary Poppendieck pada tahun 2003. Istilah ini bermaksud untuk menghilangkan segala sesuatu nan tidak diperlukan, alias nan tidak memberikan nilai pada produk akhir. Pendekatan Lean, juga disebut strategi Minimal Viable Product (MVP), melibatkan peluncuran jenis minimal suatu produk di pasar, mempelajari preferensi, kesukaan, dan ketidaksukaan pengguna, dan kemudian melakukan perulangan berasas umpan kembali nan menghilangkan banyak kekurangan. spesifikasi nan telah direncanakan sebelumnya.

Semakin banyak organisasi nan mengadopsinya prinsip pengembangan perangkat lunak nan ramping dibandingkan metodologi tangkas untuk mendapatkan perbaikan nan sigap dan sederhana dalam jangka waktu singkat sehingga menghasilkan pengambilan keputusan nan kuat.

Apa Prinsip Pengembangan Perangkat Lunak Lean?

Pengembangan lean berfokus pada pengurangan 7 pemborosan dalam proses manufaktur — ialah produksi berlebih, waktu tunggu, transportasi, pemrosesan, inventaris, pergerakan, dan sisa. Prinsip LSD dimulai di bagian manufaktur dan bermaksud untuk mengoptimalkan lini produksi guna mengurangi limbah dan meningkatkan nilai bagi pelanggan.

Seperti halnya manufaktur, pengembangan perangkat lunak juga:

  • Mengikuti proses berulang
  • memerlukan standar kualitas tertentu
  • bergantung pada kerjasama dalam sekelompok pekerja ahli

Namun, pengembangan manufaktur berangkaian dengan produksi peralatan fisik, sedangkan dalam pengembangan perangkat lunak, nilai diciptakan dalam pikiran pengembang.

Prinsip utama LSD adalah:

Menghilangkan limbah

Pengembangan lean bermaksud untuk menghilangkan segala sesuatu nan tidak menambah nilai bagi pelanggan.

Menurut Toyota Faculty of lean production, ada tujuh pemborosan antara lain:

  • Produksi berlebih – memproduksi produk sebelum dibutuhkan
  • Transportasi nan tidak diperlukan – Memindahkan inventaris dari satu tempat ke tempat lain, dimana terdapat akibat kerusakan tanpa adanya penambahan nilai
  • Persediaan – menyimpan persediaan meningkatkan biaya tanpa menambah nilai apa pun bagi konsumen; kelebihan persediaan menghabiskan ruang nan berharga, meningkatkan waktu tunggu, dan menyebabkan tertundanya inovasi
  • Gerakan – menunjukkan aktivitas pekerja nan tidak perlu
  • Cacat – masalah kualitas menyebabkan keharusan pengerjaan ulang alias pembongkaran dan dapat menyebabkan biaya tambahan nan berlebihan bagi perusahaan nan biasanya tidak menemukan langkah untuk menghilangkan sumber cacat.
  • Pemrosesan berlebihan – merujuk pada penggunaan perangkat nan canggih dan mahal, bukan perangkat nan sederhana.
  • Menunggu – ketika inventaris menunggu sementara langkah-langkah penambahan nilai sedang dilakukan.

Tom dan Mary Poppendieck menerjemahkan pemborosan ini menjadi langkah menghilangkannya dalam pengembangan perangkat lunak guna meningkatkan kepuasan pelanggan:

  • Kode alias fungsionalitas Redundan – tidak memberikan nilai tambahan kepada pengguna; memerlukan waktu untuk diskusi, pengembangan, pengujian, dan dokumentasi; menunda putaran umpan balik.
  • Keterlambatan dalam proses pengembangan perangkat lunak – memperlambat waktu henti bagi pelanggan, menunda putaran umpan balik.
  • Persyaratan nan tidak jelas alias berfluktuasi – berhujung dengan pengerjaan ulang, frustrasi, masalah kualitas, dan kehilangan fokus.
  • Komunikasi nan lambat alias tidak efektif – mengakibatkan penundaan, komunikasi nan jelek nan dapat mempengaruhi reputasi tim TI.
  • Pekerjaan nan diselesaikan sebagian – tidak memberikan nilai kepada pengguna alias memungkinkan tim memperoleh pengetahuan dari pekerjaan.
  • Masalah abnormal dan kualitas – pekerjaan terbengkalai, menyebabkan pengerjaan ulang, dan kepuasan pengguna nan buruk.
  • Peralihan Tugas – berhujung dengan penundaan, kualitas kerja nan buruk, masalah komunikasi.

Membangun kualitas

Setiap organisasi mau membangun kualitas dalam pekerjaan mereka, dan manajemen kualitas nan efisien adalah salah satu prinsip utama dalam metodologi pengembangan lean. Permasalahan pada space ini dapat menimbulkan beragam macam limbah. Dalam upaya memastikan kualitas, banyak tim justru menciptakan pemborosan melalui pengetesan kode nan berlebihan alias kesalahan dalam mencatat dan menyelesaikannya, nan memerlukan waktu dan mendorong biaya pengembangan lebih tinggi. LSD berupaya untuk mengatasi masalah tersebut sebelum terjadi.

Berbagai perangkat pengembangan lean digunakan dalam pengembangan lean dan agile untuk memastikan kualitas tetap terjaga sepanjang proses. Beberapa perangkat pengembangan lean nan paling terkenal untuk membangun kualitas adalah:

  • Pemrograman berpasangan – metode rekayasa perangkat lunak ini menggabungkan keahlian dan pengalaman dua pengembang, bukan satu. Setiap tugas dilakukan oleh dua pengembang, nan membantu menemukan solusi nan lebih efektif dan memberikan kualitas kerja nan lebih baik.
  • Pengembangan berbasis pengetesan – pengetesan ditulis sebelum menulis kode sehingga teknisi dapat memastikan kode tersebut memenuhi persyaratan bisnis.
  • Pengembangan berjenjang dan umpan kembali nan konstan
  • Minimalkan standing menunggu – menurunkan peralihan konteks, kesenjangan pengetahuan, dan kehilangan fokus
  • Otomatisasi – setiap proses guide nan membosankan alias proses nan rentan terhadap kesalahan manusia bakal diotomatisasi

Ciptakan pengetahuan

Prinsip LSD ini terkesan sederhana namun perlu disiplin dan konsentrasi dalam penerapannya. Tim lean menggunakan kombinasi alat-alat berikut untuk mendokumentasikan dan mempertahankan pembelajaran berbobot dengan benar.

  • Pemrograman Berpasangan
  • Tinjauan Kode
  • Dokumentasi
  • Berbagi pengetahuan
  • Pelatihan

Tunda Komitmen

Prinsip ini mendesak tim untuk menunjukkan pengambilan keputusan nan bertanggung jawab dengan menjaga pilihan mereka tetap terbuka dan terus mengumpulkan info daripada mengambil keputusan tanpa information nan diperlukan.

Pengiriman Cepat

Setiap upaya berupaya untuk memberikan hasil dengan cepat, untuk memberikan nilai kepada pengguna secepat mungkin. Namun, ada beberapa masalah nan dapat memperlambatnya seperti:

  • Perencanaan nan berlebihan
  • Pemblokir nan tidak segera ditangani
  • Solusi rekayasa berlebihan dan kebutuhan bisnis

Dalam perangkat lunak, pengembangan lean mengikuti konsep membangun solusi sederhana, menyampaikannya kepada pelanggan, dan meningkatkannya secara berjenjang berasas umpan kembali pelanggan.

Menghormati Orang

Rasa hormat terhadap orang lain dapat diterapkan pada setiap aspek langkah upaya lean beraksi – mulai dari langkah berkomunikasi hingga menangani konflik, merekrut dan menerima personil tim, hingga menangani peningkatan proses.

Pengembangan lean mendorong rasa hormat terhadap orang lain dengan:

  • Komunikasi proaktif
  • Mendorong bentrok nan sehat
  • Memecahkan masalah mengenai pekerjaan sebagai sebuah tim
  • Saling memberdayakan untuk bekerja lebih baik

Optimalkan Keseluruhan

Menurut Mary dan Tom Poppendieck, tim pengembangan perangkat lunak lean sering kali kandas lantaran merilis kode nan asal-asalan demi kecepatan alias kelebihan beban penguji.

Mengoptimalkan keseluruhan adalah prinsip pembangunan ramping nan mendorong bumi upaya untuk mengurangi masalah ini dengan beraksi dengan pemahaman nan lebih baik tentang kapabilitas dan akibat hilir dari pekerjaan. Aliran nilai suatu upaya — yaitu, rangkaian aktivitas nan diperlukan untuk merancang, memproduksi, dan menyampaikan produk alias jasa kepada pengguna — kudu dioptimalkan untuk memberikan nilai maksimum kepada pelanggan.

Menerapkan Pengembangan Perangkat Lunak Lean

Sekarang mari kita pelajari lebih dalam gimana developer menyelaraskan prinsip lean production dengan siklus pengembangan perangkat lunak lean agar dapat menggunakannya dengan sukses.

Lean dianggap sebagai salah satu metodologi agile nan paling efektif lantaran sifat iteratifnya. Siklus hidup lean dimulai dengan perencanaan proyek, diikuti dengan perencanaan iterasi.

Penerapan Pengembangan Perangkat Lunak Lean dimulai setelah rencana perulangan dirumuskan.

Pengembang lean menggunakan perangkat manajemen proyek saat mengerjakan keahlian tugas. Mereka kudu terus-menerus melacak prosesor pengembangan perangkat lunak agar tidak ada trojan horse pada produk antara dan produk akhir. Penghapusan trojan horse menyebabkan banyak pemborosan waktu. Jadi, developer lebih memilih untuk menghindari abnormal alias mengidentifikasinya pada tahap awal.

Setelah rencana diterapkan, tim lean memulai proses pengujian, nan membantu developer mengirimkan produk ke pengguna tepat waktu. Berakhirnya siklus berulang juga menandai waktu penghapusan pemborosan. Setelah itu, siklus berulang baru dimulai.

Karena metodologi pengembangan perangkat lunak lean menawarkan sistem berbasis pelanggan, mudah beradaptasi dan fleksibel, tidak ada patokan ketat nan kudu diikuti dalam proyek lean. Organisasi mencari master pengembangan lean nan konsentrasi pada peningkatan dan peningkatan keahlian pengembangan lean untuk membangun aplikasi mereka.

Tingkatkan karir Anda sebagai developer tumpukan MEAN dengan Pengembang Internet Complete Stack – Program Grasp MEAN Stack. Daftar sekarang!

Jika Anda mempunyai keahlian untuk pekerjaan tersebut, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengejar karir di bagian pengembangan lean. Pertimbangkan langkah untuk pengembangan profesional, seperti sertifikasi training manajemen dari Simplilearn, kamp training on-line terkemuka di dunia. Untuk mengetahui lebih lanjut, kunjungi Simplilearn.

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita