Apa Itu Pengembangan Tim dan 5 Tahapannya (Dijelaskan)

Sedang Trending 4 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Saat ini, lebih dari sebelumnya, menyatukan tenaga kerja Anda sebagai tim nan efektif sangatlah penting. Di tengah pandemi nan sedang berlangsung, ketegangan ekonomi, dan tantangan kerja jarak jauh, kerja sama tim sangat terpukul. Bagaimana sebuah tim dapat mempertahankan efektivitas dan pertumbuhannya dalam lingkungan nan penuh gejolak?

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Berkomitmen pada pengembangan tim adalah awal nan menjanjikan. Pengembangan tim menyiapkan upaya untuk berkembang—bukan sekadar memperkuat hidup. Artikel ini bakal memandu Anda memahami pentingnya pengembangan tim, tahapannya, dan langkah-langkah tindakan nan dapat diambil oleh para ahli upaya untuk mengarahkan tim mereka menuju pola pikir pengembangan.

Apa itu Pengembangan Tim?

A tim adalah sekelompok individu nan bekerja sama menuju tujuan bersama. Setiap personil tim berbobot untuk mencapai tujuan berbareng dengan caranya masing-masing, menggunakan serangkaian keahlian unik untuk memenuhi peran tim. Namun, semua orang di tim mempunyai orientasi dan sikap nan sama. Meskipun perihal ini mungkin terdengar mudah di atas kertas, menyeimbangkan tujuan perseorangan dan tujuan berbareng dalam sebuah tim cukup sulit, terutama selama periode stres, kegagalan, alias perselisihan.

Ciri-ciri a tim sukses termasuk:

  • Misi: Setiap orang di tim mempunyai pemahaman nan jelas tentang tujuan kolektif.
  • Komitmen: Setiap orang dalam tim menginvestasikan waktu, energi, dan perhatiannya ke dalam tujuan kolektif.
  • 3 R: Setiap orang di tim memahami ATURAN, PERAN, dan TANGGUNG JAWAB dinamika tim.
  • Proses: Mekanisme komunikasi antarkelompok, pengambilan keputusan, dan akuntabilitas disepakati dan dikelola secara efektif.

Hampir semua tim tidak mempunyai satu alias lebih kriteria ini pada suatu saat dalam masa jabatannya. Pengembangan tim berupaya untuk memenuhi kriteria ini dengan refleksi dan pertumbuhan berkelanjutan. Seperti halnya corak pembangunan apa pun, dibutuhkan waktu dan dedikasi agar bisa efektif. Dengan kata lain, sebuah tim tidak berkembang dari awal sampai akhir dalam semalam. Terlepas dari perangkat nan digunakan untuk pengembangan tim, prosesnya kudu dipertahankan melalui kesadaran jangka panjang.

Mengapa Pengembangan Tim Penting?

Mempertahankan tim nan efektif sama seperti memelihara taman; jika dibiarkan, dia kehilangan kemampuannya untuk berkembang. Pengembangan tim memastikan bahwa tim dapat berkembang dalam jangka panjang.

Melibatkan pengembangan tim menguntungkan tim dalam beberapa cara. Setiap personil tim belajar lebih banyak tentang potensi pribadi mereka, tugas, dan bekerja secara bergerak dalam tim. Sebaliknya, pengembangan tim mengenalkan setiap personil dengan talenta dan peran personil lainnya. Kombinasi refleksi inside dan eksternal ini memperkuat komunikasi, produktivitas, dan kesejahteraan dalam tim.

Apa saja 5 Tahapan Pengembangan Tim?

Lima Tahapan Pengembangan Tim dikembangkan oleh psikolog Bruce Tuckman pada tahun 1965. Lima tahap ini maju ketika sebuah tim bekerja bersama, terutama ketika sebuah tim menyadarkan dinamika mereka.

Lima Tahap Pengembangan Tim Tuckman adalah sebagai berikut:

1. Membentuk

Selama tahap “pembentukan” pengembangan tim, personil tim mengenal aspek dasar tugas mereka. Topik obrolan tahap pembentukan sering kali mencakup tujuan proyek, peran personil tim, patokan dasar, dan penunjukan wewenang. Tahap pembentukan betul-betul merupakan fase bulan madu dalam kerja tim—produktivitasnya rendah, namun personil tim tetap terlalu baru untuk menghadapi konflik.

2. Menyerbu

Tentu saja, setiap fase bulan madu pada akhirnya bakal berakhir. Ketika pekerjaan sebenarnya dimulai, proyek ini mungkin menghadirkan tantangan teknis dan antarpribadi. Kebiasaan kerja individu, keputusan kepemimpinan, alias kesalahan komunikasi dapat menyebabkan ketegangan dalam tim. Kekesalan, frustrasi, dan kekhawatiran biasanya muncul sebagai respons. Tahap pengembangan tim ini dikenal sebagai storming.

Storming adalah nan paling susah dan tidak produktif dari lima tahap pengembangan, namun tetap krusial untuk proses pengembangan tim. Ketika personil tim merasa jengkel dengan diri mereka sendiri, tugas, alias satu sama lain, mereka mengetahui apa nan paling menyebabkan disfungsi. Dengan info ini, tim dapat mulai menginginkan dinamika tim nan lebih baik.

3. Norma

Tahap standard dalam pengembangan tim adalah ketenangan setelah badai. Dalam tahap pengembangan tim ini, personil tim mempunyai ritme sebagai satuan tugas nan kohesif. Keterampilan setiap personil divalidasi dan digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas nan diperlukan. Meskipun bentrok mungkin tetap muncul pada tahap ini, bentrok tidak lagi menjadi disfungsi. Tim dapat menangani bentrok dan melanjutkan proyek dengan sukses.

4. Pertunjukan

Beberapa tim mencapai tahap perkembangan di mana mereka sukses dalam tugas perseorangan dan kolektifnya. Keterampilan masing-masing personil dioptimalkan sepenuhnya, pengawasan nyaris tidak pernah diperlukan, dan personil merasakan rasa percaya nan kuat satu sama lain. Tahap pengembangan tim ini disebut pertunjukan.

Mencapai tahap pagelaran merupakan kesuksesan besar dan sering kali memicu beberapa corak pembelajaran tim. Pembelajaran tim adalah proses perilaku mencari, mengumpulkan, mendiskusikan, dan menerapkan metode keberhasilan tim. Baik melalui pelatihan, inisiatif kelompok, alias kepemimpinan inovatif, pembelajaran tim adalah langkah tindakan nan memastikan pengembangan tim nan sehat.

5. Menunda

Tahap kelima pengembangan golongan adalah penundaan. Penundaan sangat bervariasi dari tim ke tim. Beberapa tim menunda pertandingan dengan diam, beberapa dengan perayaan, dan nan lainnya dengan kesedihan. Terlepas dari lamanya alias keberhasilan suatu proyek, setiap tim berkuasa mendapatkan pengakuan nan tulus atas upaya berbareng mereka. Fase penundaan adalah kesempatan luar biasa bagi para pemimpin untuk mendorong hubungan jangka panjang, merefleksikan pertumbuhan tim, dan merayakan penutupan proyek.

Mengapa 5 Tahapan Pengembangan Tim Penting?

Kelima tahapan pengembangan tim ini krusial lantaran memberikan kerangka kerja untuk memahami dan mengelola dinamika tim. Tahapan ini membantu:

  1. Identifikasi dan Atasi Tantangan: Memahami tahapan dapat membantu para pemimpin mengantisipasi dan mengatasi tantangan nan mungkin dihadapi tim, seperti konflik, miskomunikasi, dan penolakan terhadap perubahan.
  2. Meningkatkan Kinerja Tim: Dengan mengenali posisi tim dalam proses pengembangan, para pemimpin dapat menyesuaikan style manajemen mereka agar sesuai dengan kebutuhan tim, sehingga membina tim nan lebih produktif dan efektif.
  3. Meningkatkan Kohesi Tim: Tahapan ini membantu tim mengembangkan rasa identitas dan tujuan bersama, sehingga menghasilkan kerjasama dan komunikasi nan lebih baik di antara personil tim.
  4. Mendorong Pertumbuhan dan Perkembangan: Dengan mengakui kemajuan tim, para pemimpin dapat mendorong dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan lebih lanjut, nan pada akhirnya mengarah pada tingkat keahlian nan lebih tinggi.
  5. Menumbuhkan Transisi nan Efektif: Tahap terakhir, penundaan, membantu transisi tim dengan lancar ke proyek dan tanggung jawab baru, mengurangi stres, dan menjaga hubungan positif di antara personil tim.

Kesimpulannya, lima tahap pengembangan tim memberikan peta jalan untuk membangun dan mengelola tim dengan sukses, membantu para pemimpin untuk membangun tim nan berkinerja tinggi dan kohesif untuk mencapai tujuan mereka.

Bagaimana Membantu Kemajuan Tim Anda Melalui Tahapan Pengembangan Grup?

Untuk membantu kemajuan tim Anda melalui tahapan pengembangan kelompok, pertimbangkan langkah-langkah berikut:

  1. Ciptakan Lingkungan Positif: Mendorong komunikasi terbuka, memberikan kesempatan untuk membangun tim, dan menumbuhkan suasana nan mendukung dan inklusif untuk membantu tim melewati tahap pembentukan.
  2. Kelola Konflik: Konflik adalah bagian alami dari tahap badai. Bantu personil tim menyelesaikan bentrok dengan memediasi perselisihan dan memfasilitasi obrolan terbuka.
  3. Perjelas Peran dan Tanggung Jawab: Pastikan setiap personil tim memahami peran mereka dan gimana pekerjaan mereka berkontribusi terhadap kesuksesan tim. Ini bakal membantu tim melewati tahap normalisasi.
  4. Mendorong Kolaborasi: Mendorong personil tim untuk bekerja-sama dan berbagi keahlian dan skill mereka untuk meningkatkan keahlian tim dan mencapai tujuannya.
  5. Rayakan Prestasi: Akui dan rayakan pencapaian dan kemajuan tim, mengakui upaya masing-masing personil tim dan mempromosikan budaya tim nan positif.
  6. Rencana Penundaan: Mempersiapkan akhir siklus hidup tim dengan mendiskusikan masa depan tim dan menjaga hubungan positif di antara personil tim.

Dengan mengambil langkah-langkah ini, para pemimpin dapat membantu kemajuan timnya melalui tahapan pengembangan golongan dan mencapai tujuan mereka. Penting untuk diingat bahwa tidak semua tim bakal melewati tahap-tahap ini secara linier, dan tidak masalah bagi tim untuk meninjau kembali tahap-tahap sebelumnya sesuai kebutuhan. Kuncinya adalah tetap elastis dan adaptif dalam pendekatan Anda terhadap manajemen tim, selalu mempertimbangkan kebutuhan dan tujuan tim.

Bagaimana Pemimpin Dapat Memulai Pengembangan Tim?

Pembelajaran tim sering kali diperlukan untuk melaksanakan pengembangan tim nan sehat dan menyediakan perangkat nan dibutuhkan tim Anda untuk berkembang adalah perihal nan baik bagi mereka dan organisasi Anda. Alat-alat ini dapat mencakup obrolan pengembangan tim, pelatihan, alias lokakarya.

Simplilearn adalah jasa training tempat kerja mutakhir nan menyediakan perihal itu. Di Simplilearn, Kursus Pelatihan Sertifikasi PMP kami dalam teknologi baru mengubah perekonomian kita dengan keahlian berbobot nan memperkuat lama. Pendekatan pembelajaran campuran kami mendorong keterlibatan pelajar dan tingkat penyelesaian tertinggi di industri.

Konsultan kami bakal bekerja sama dengan Anda untuk merancang program training terbaik untuk perusahaan Anda. Buka potensi tim Anda hari ini!

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita