Apa itu kepribadian golongan darah?

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

teori Ketsueki Gata Ini adalah konsep Jepang nan percaya bahwa golongan darah membentuk kepribadian seseorang. Meski dianggap mitos, namun banyak orang nan mempercayainya. Di Jepang, perihal ini dikenal sebagai “teori kepribadian golongan darah”. Ada empat jenis utama golongan darah dan potensi dampaknya terhadap kepribadian:

  1. Golongan darah AOrang dengan jenis ini diyakini terorganisir, intens, element, rasional, dan termotivasi. Di sisi lain, mereka dianggap pemalu, obsesif, sensitif, ramah, tradisional, tegang, jauh, keras kepala, dan berlebihan.
  2. Golongan darah BOrang-orang jenis ini diyakini antusias, santai, ceria, berpikiran terbuka, suka bertualang, mau tahu, tidak konvensional, riang, aktif, fleksibel, rendah hati, dan kreatif. Di sisi lain, mereka egois, tidak bertanggung jawab, tidak dewasa, tidak dapat diprediksi, tidak menentu, tidak dapat mengambil keputusan, tidak dapat dimaafkan, tidak kooperatif, dan malas.
  3. Golongan darah AB: Orang dengan jenis ini dikatakan eksentrik, berkelakuan baik, berbudi pekerti halus, artistik, mudah bergaul, misterius, menarik, populer, mudah beradaptasi, diplomatis, berbakat, dan religious. Di sisi lain, mereka bias, tidak sabar, rumit, pelupa, picik, munafik, lemah, dan menjauhkan diri.
  4. Golongan darah OOrang jenis ini dianggap optimis, percaya diri, setia, ambisius, atletis, setia, sombong, mandiri, berpengaruh, idealis, dan intuitif. Di sisi lain, mereka dingin, kejam, tidak sopan, iri hati, tidak percaya diri, sombong, peniru, tidak berkomitmen, otoriter, dan tidak fleksibel.

Teori ini merupakan bagian dari budaya Jepang dan telah mempengaruhi banyak aspek masyarakat Jepang.

Sejarah Ketsueki-gata

Pada tahun 1930, guru besar Jepang Tokiji Furukawa menerbitkan laporan dalam Magazine of Social Psychology berjudul “A Learn about of Temperaments and Blood Teams.” Dalam makalahnya, dia beranggapan bahwa membangun hubungan antara kepribadian dan golongan darah “dapat menjadi dasar nan berfaedah untuk studi objektif tentang temperamen.”

Bandingkan upaya ini dengan pengelompokkan temperamen oleh master Yunani antik Hipporocritus menjadi optimis, apatis, mudah tersinggung, dan melankolis, nan berasal dari konsep nan dikenal sebagai humor. Menurut konsep ini, empat cairan tubuh mempengaruhi kepribadian dan perilaku, namun Furukawa menekankan bahwa pengelompokkan temperamen trendy biasanya dibagi menjadi dua kelompok: fisiologis alias psikologis. Konsep kepribadian golongan darah memadukan kedua kategori tersebut, menggunakan fisiologi untuk menjelaskan jiwa.

Furukawa beranggapan bahwa golongan darah A, B, O, dan AB mempunyai pengaruh unik terhadap kepribadian. Secara medis, golongan darah berbeda satu sama lain lantaran antigennya, ialah molekul pada permukaan sel darah merah nan merangsang sistem kekebalan untuk memproduksi antibodi. Namun kesukaan Furukawa pada golongan darah lebih dari sekadar antigen.

Dalam makalahnya, dia menyertakan sketsa rinci untuk klaim bahwa golongan darah berasosiasi dengan temperamen, namun penelitiannya dikritik lantaran terlalu mengandalkan kuesioner dan tidak memberikan bukti eksperimental. Peneliti lain mulai menentang klaim Furukawa tentang kepribadian golongan darah hanya enam tahun setelah publikasi laporannya. Namun, konsep ketsueki-gata tidak pernah hilang, lantaran banyak kitab tentang golongan darah mulai beredar pada tahun 1970an. Bersama-sama, mereka kembali menarik perhatian pada topik tersebut.

Dari tahun 1984 hingga 1985, lebih dari 200 publikasi diterbitkan mengenai kepribadian golongan darah, nan menyebabkan konsep ini terus terkenal di negara-negara seperti Jepang, Korea, dan Taiwan, dan minat nan lebih moderat di luar Asia. Majalah Amerika Newsweek adalah salah satu publikasi nan menyelidiki klaim bahwa golongan darah menentukan kepribadian.

“Orang Jepang telah menemukan langkah baru untuk 'mendandani' orang,” demikian pernyataan Newsweek pada tahun 1985. Ini bukan astrologi; Dia tidak mempelajari benjolan di kepala orang. Itu adalah pengelompokkan darah. “Tentu saja tidak ada dasar ilmiah untuk pewarnaan darah, tapi perihal itu tidak menghentikan banyak orang Jepang untuk menerapkannya dalam segala perihal mulai dari hubungan cinta hingga wawancara kerja.”

Studi tentang ketsueki-gata terus bersambung hingga abad ke-21 di seluruh dunia, termasuk Australia, Taiwan, dan Amerika Serikat. Pada tahun 2021, seorang siswa kelas 12 di Tampa Bay, Florida berjulukan Tanu Bondo menjadi buletin utama ketika studinya tentang kepribadian golongan darah diterbitkan dalam World Magazine of Top Faculty Analysis. “Saya menggunakan kajian statistik untuk memandang apakah ada korelasinya,” katanya. “Saya belum menemukan hubungan apa pun, tetapi saya berambisi dapat melanjutkan penelitian ini untuk memperluasnya.”

Sampai saat ini, belum ada penelitian ilmiah nan teliti termasuk knowledge kuantitatif nan membuktikan hubungan antara golongan darah dan suasana hati. Namun, kepercayaan terhadap ketsueki-gata tetap ada – apalagi di Amerika Serikat, di mana penulisnya sukses menyatakan bahwa golongan darah seseorang kudu menentukan aspek style hidup seperti pola makan.

Apa nan diyakini oleh penganut Ketsueki-gata tentang karakter

Penganut Ketsueki-gata menegaskan bahwa masing-masing dari empat golongan darah mempunyai karakter kepribadian nan berbeda, sehingga golongan darah nan berbeda lebih cocok satu sama lain dibandingkan dengan nan lain. Berikut pembagian golongan darah berasas temperamen.

  • Orang dengan golongan darah A telah dikaitkan dengan sifat-sifat positif seperti kreativitas, kecerdasan, dan kerja sama, sedangkan sifat-sifat negatif mereka termasuk sifat keras kepala dan stres. Individu bertipe A dikatakan lebih umum di Jepang dibandingkan orang dengan golongan darah lain.
  • Individu jenis B semestinya kuat, bersemangat, empati, dan tegas, tetapi mereka juga dikaitkan dengan keegoisan dan perilaku tidak menentu. Orang nan bergolongan darah ini dikatakan berkonflik dengan mereka nan bergolongan darah A.
  • Kekuatan nan diakui dari mereka nan bergolongan darah AB mencakup kerasionalan dan keahlian beradaptasi, tetapi kelemahan mereka adalah keragu-raguan, kritik, dan kelupaan. Golongan darah ini sebagian besar dipandang mempunyai karakter Tipe A dan Tipe B. Karena kelangkaan golongan darah ini, orang nan mempunyai golongan darah ini sangat dihargai di Jepang.
  • Orang-orang jenis O dikaitkan dengan karakter seperti kepercayaan diri, tekad, ketahanan, dan intuisi, namun mereka juga dianggap egois dan tidak stabil. Mereka dikatakan terlihat sangat egois pada perseorangan dengan golongan darah A.

Sementara itu, di Amerika Serikat, golongan darah belum banyak dikaitkan dengan kepribadian, melainkan dikaitkan dengan penyakit tertentu. Misalnya, perseorangan jenis A diketahui mempunyai peningkatan akibat kanker perut dan penyakit jantung; Orang dengan jenis B juga mempunyai peningkatan akibat penyakit jantung dan kanker ovarium. Orang dengan jenis AB mempunyai peningkatan akibat penyakit jantung dan wanita mengandung mengalami pre-eklamsia; Individu jenis O lebih rentan terhadap bisul, gigitan nyamuk, dan cedera tendon Achilles.

Jebakan kepribadian golongan darah

Karena karakter golongan darah diterima secara luas sebagai realita di Jepang, perihal ini mempunyai beberapa kendala. Hal ini dikaitkan dengan diskriminasi baik di tempat kerja maupun di kalangan lajang. Meskipun karakter positif dan negatif dikaitkan dengan masing-masing golongan darah, beberapa golongan darah dipandang lebih baik alias lebih jelek dibandingkan nan lain.

Individu jenis B, misalnya, dipandang sebagai orang nan tidak cocok dalam masyarakat Jepang lantaran mereka dikatakan bertindak seenaknya sendiri dan berkelakuan aneh. Di sisi lain, perseorangan Tipe AB menikmati untung di tempat kerja. Pada tahun 1990, surat berita Jepang Asahi Day-to-day melaporkan bahwa Mitsubishi Electronics telah merekrut tim nan sebagian besar terdiri dari perseorangan jenis AB lantaran dugaan talenta mereka dalam perencanaan.

Dalam bumi pacaran, seseorang mungkin menolak calon pasangannya lantaran takut bakal ketidakcocokan lantaran golongan darah. Untungnya, pertanyaan “Ketsuekigata nāni?” (血液型なあに? Apa golongan darahmu?) biasanya ditanyakan pada tahap awal berkencan, jadi mini kemungkinannya seseorang bakal patah hati lantaran dugaan ketidakcocokan golongan darah.

Kepribadian golongan darah nan menarik

Meskipun belum ada penelitian ilmiah sah nan dipublikasikan nan menghubungkan golongan darah dan kepribadian, masyarakat tetap percaya pada ketsueki-gata. Mengapa? Psikolog mengatakan banyak orang hanya menikmati topik tersebut dan menggunakannya sebagai langkah untuk mencairkan suasana dengan orang lain. Lebih jauh lagi, di bumi nan penuh ketidakpastian, teori kepribadian golongan darah dapat memberikan kepercayaan pada orang-orang tentang posisi mereka dan apa kekuatan serta kelemahan mereka.

Seperti halnya astrologi, orang sering berkonsultasi dengan kepribadian golongan darah lantaran mereka percaya perihal itu memberikan petunjuk tentang masa depan mereka. Oleh lantaran itu, penganut ketsueki-gata tidak konsentrasi pada apa nan dikatakan pengetahuan pengetahuan tentang kepribadian golongan darah, mereka lebih konsentrasi pada memahami kehidupan mereka dengan lebih baik.

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita