Apa Itu Desain UX dan UI: Apa Bedanya?

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Hari ini, Anda menyalakan pc/pill/ponsel dan mengakses Web. Mungkin Anda masuk ke browser alias platform electronic mail Anda, melakukan beberapa hal, lampau mengunjungi situs ini, menemukan tulisan ini, dan mulai membacanya.

Antarmuka pengguna (UI) memfasilitasi setiap langkah aktivitas itu. Kemampuan Anda untuk dengan mudah menavigasi beragam pilihan dan kegunaan disebabkan oleh pengalaman pengguna (UX) nan baik. Itulah nan kami telaah di sini hari ini. Itulah nan kami telaah di sini hari ini.

Desain UX dan UI sering digunakan secara bergantian (dan semestinya tidak demikian) sehingga banyak orang mungkin tidak menyadari perbedaan UI dan UX. Tapi sekarang kebenaran bisa diungkapkan!

Artikel ini menggali perbedaan antara UI dan UX, membahas pengertian UX dan UI, langkah keduanya bekerja sama, desainer UI/UX dan keahlian apa nan mereka butuhkan, serta element pekerjaan seperti penghasilan dan jalur karier.

Namun sebelum kita memandang perbedaan UI dan UX, mari kita telaah beberapa arti dasar.

Apa itu Desain UX?

Desain UX melibatkan perancangan pengalaman pengguna aplikasi, terutama langkah mereka berinteraksi dengannya. Apakah navigasinya intuitif, alias tidak masuk akal? Apakah pengalamannya mudah dan lancar, alias membingungkan dan kikuk? Apakah pengguna merasa bahwa mereka telah menyelesaikan sesuatu, alias mereka terus-terusan gagal? Apakah aplikasinya menyenangkan?

Ini adalah pertanyaan-pertanyaan nan kudu dihadapi oleh seorang desainer UX. Desainer UX bertanggung jawab atas struktur aplikasi, fungsionalitas, organisasi, dan gimana elemen-elemen nan berbeda bekerja sama. Pada akhirnya, tugas desainer UX adalah memberikan pengalaman nan baik kepada pengguna dengan aplikasi.

Apa itu Desain UI?

Desain UI berangkaian dengan antarmuka pengguna dan tata letak skematis aplikasi. Desain ini mencakup tombol nan diklik pengguna, teks nan mereka lihat, kolom entri teks, gambar, bilah geser, dll. UI mencakup merchandise apa pun nan berinteraksi dengan pengguna, termasuk transisi, tata letak layar, animasi antarmuka, dan setiap hubungan mikro. Setiap bagian dari aplikasi nan dilihat dan berinteraksi dengan pengguna kudu dirancang, dan itulah tugas perancang UI.

Apa Perbedaan Antara Desain UX dan UI?

Semua anjing adalah binatang, namun tidak semua hewan adalah anjing. Demikian pula, semua komponen antarmuka pengguna adalah bagian dari pengalaman pengguna, namun tidak semua aspek pengalaman pengguna terdiri dari antarmuka pengguna. Bagan ini menjelaskan perbedaan antara kreasi UX dan UI.

UX

UI

Tujuan

Rancang produk komplit dari perspektif pandang nan mengutamakan manusia.

Ciptakan pengalaman estetika produk dari perspektif pandang nan mengutamakan manusia.

Aplikasi

Produk virtual dan fisik

Produk virtual saja

Fokus

Pengalaman pengguna nan sepenuhnya mendalam dan menyenangkan dari awal hingga akhir.

Serangkaian titik kontak visible nan memungkinkan pengguna berinteraksi dengan produk dengan mudah.

Proses Penciptaan

Mengembangkan solusi kreasi struktural nan mengatasi potensi masalah nan mungkin dihadapi konsumen dengan produk.

Menggabungkan tombol, palet warna, gambar, dan tipografi.

Hasil Akhir

Produk keseluruhan efektif nan menyenangkan pengguna.

Produk nan menarik secara visible dan mudah digunakan.

Ingat, antarmuka pengguna hanyalah salah satu komponen dari keseluruhan pengalaman pengguna, satu bagian dari mesin nan lebih besar. Pengalaman pengguna meningkatkan kualitas hubungan antara pengguna dan setiap bagian perusahaan nan berlaku, dan tidak terbatas pada aset virtual. Misalnya, mesin penjual otomatis, tempat pembayaran swalayan, ATM, dan gerai info merupakan contoh pengalaman pengguna.

Saat Anda membuka laman depan Google alias mengunjungi laman landas aplikasi favorit Anda dan mengeklik sesuatu, Anda terlibat dengan antarmuka pengguna.

Apa Hubungan Antara UX dan Desain UI?

Desain UX (Consumer Enjoy) dan UI (Consumer Interface) merupakan komponen krusial dalam pengembangan produk trendy, dengan konsentrasi pada peningkatan kegunaan dan estetika produk virtual. Desain UX berfokus pada keseluruhan pengalaman, memastikan bahwa produk tidak hanya fungsional tetapi juga menyenangkan dan mudah digunakan. Desain UI, di sisi lain, berfokus pada komponen spesifik tempat pengguna berinteraksi di layar, seperti tombol, ikon, dan tipografi.

Bootcamp UI UX dapat membantu Anda memperoleh pemahaman komprehensif dan keahlian praktis di kedua bagian ini. Bootcamp ini memberikan pengalaman pembelajaran mendalam nan mencakup segala perihal mulai dari prinsip kreasi dasar hingga teknik lanjutan dalam riset pengguna, wireframing, pembuatan prototipe, dan kreasi antarmuka, mempersiapkan siswa untuk meraih pekerjaan nan sukses di bagian UX dan kreasi UI nan selalu berubah.

Jika kita mengambil proses aplikasi dan mengubahnya menjadi latihan merancang mobil, perancang UI bakal bertanggung jawab untuk mengembangkan roda kemudi, dasbor, dan kontrol apa pun nan terdapat di bangku pengemudi. Selain itu, desainer UX bakal bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pengguna mendapatkan pengalaman berkendara nan sangat baik dan lancar dari awal hingga akhir.

Seperti nan dapat Anda simpulkan dari contoh tersebut, aspek UX tidak terbatas pada aset virtual, namun mempertimbangkan seluruh bagian produk alias layanan.

Mari kita lihat aplikasi nan menjual sepatu lari. Anda mengklik aplikasinya, dan itu tampak hebat. Ada banyak warna dan animasi nan heboh, dan kancingnya apalagi terlihat seperti sepatu kets kecil. Besar! Itu antarmuka pengguna nan indah! Namun, keranjang belanjaan tersebut tidak masuk akal; tidak menghitung pajak penjualan dan pengiriman, situs tidak mengirimkan konfirmasi ETA pembelian dan pengiriman, dan produk memerlukan waktu lama untuk tiba. Itu adalah pengalaman pengguna nan buruk!

Jadi, Anda bisa saja mempunyai laman landas nan paling bagus dan menghibur, namun jika keseluruhan situs tidak berfaedah dengan benar, semuanya sia-sia. Di sisi lain, Anda bisa mendapatkan produk unggulan dengan pengiriman sigap dan akses mudah ke jasa pengguna dan FAQ. Namun, pengguna tetap dihadapkan pada gambar amatir, animasi kikuk, dan pengaruh bunyi nan menjengkelkan. Anda tidak bakal memenangkan pengguna dengan langkah itu.

Siapakah Desainer UI dan UX, dan Bagaimana Mereka Bekerja Sama?

Perancang UX bertanya, “Masalah dan kesulitan apa nan bakal dialami pengguna dengan produk secara keseluruhan, dan gimana kita dapat memastikan pengguna menikmati penggunaan produk ini? Terakhir, perancang UI bertanya, “Bagaimana pengguna bakal berinteraksi dengan produk sebenarnya, dan gimana kita bisa menjadikannya proses nan lebih lancar, fungsional, dan menarik secara visible?”

Jadi, para desainer UX sedang mengerjakan gimana aplikasi mengalir dan gimana beragam kontrol mengarahkan pengguna ke beragam tugas, dan para desainer UI sedang mengembangkan gimana elemen-elemen tersebut bakal muncul kepada pengguna di layar mereka.

Kedua belah pihak saling memerlukan untuk memastikan produk nan komplit dan menyenangkan. Oleh lantaran itu, mereka kudu bekerja sama untuk memberikan hasil positif nan berfaedah dengan baik dan terlihat baik. Jika kedua tim mempunyai pemikiran nan sama, mereka bakal menciptakan produk berbobot nan bakal berkembang di pasar nan kompetitif saat ini.

Keterampilan dan Jalur Karir nan Dibutuhkan Desainer UI dan UX

Pengusaha pengembangan UI biasanya menginginkan kandidat untuk mempunyai setidaknya gelar sarjana di bagian Ilmu Komputer, Rekayasa Perangkat Lunak, Pengembangan Internet, Komputasi Seluler, Interaksi Manusia-Komputer, Desain Grafis, alias bagian studi serupa.

Namun, pengembangan UX tidak mempunyai daftar tuntutan gelar nan luas, meskipun bakal berfaedah bagi kandidat untuk telah menyelesaikan gelar sarjana dalam sesuatu nan tidak mengenai dengan aspek apa pun dari pengembangan UX. Untungnya, kandidat pengembangan UX dapat mengelola dengan baik dengan Kursus Desain UX UI, pendidikan dewasa, studi rekanan, alias bootcamp sertifikasi nan berharga.

Calon ahli UX memulai sebagai Desainer UX dan dapat beranjak ke peran Manajer UX dan mungkin lebih jauh lagi menjadi Direktur UX. Lintasan ini pada akhirnya dapat mengarah pada posisi pelaksana seperti Wakil Presiden Pengalaman Pengguna.

Pada akhirnya, jalur pekerjaan UX Anda berjuntai pada apakah Anda mau konsentrasi pada jalur teknis alias manajerial.

Calon ahli UI memulai sebagai developer dan pemrogram, mengerjakan konsep-konsep seperti pengembangan front-end. Di sisi lain, Anda bisa memulai sebagai desainer UI umum, kemudian berspesialisasi sebagai Desainer Visible, Desainer Gerakan, alias Desainer Interaksi.

Berikut keahlian nan dibutuhkan oleh desainer UI dan UX:

UX

UI

Pengetahuan bisnis

Bahasa pemrograman

Memahami arsitektur informasi

Pencitraan merek visible (teori warna, tipografi, kreasi ikon)

Teknik riset/analisis pengguna

Animasi/Interaktivitas

Berpikir kritis dan memecahkan masalah

Kreativitas dan pemecahan masalah

Wireframing dan pembuatan prototipe

Wireframing dan pembuatan prototipe

Pengujian pengguna/kegunaan

Pengetahuan kreasi responsif

Kolaborasi/komunikasi

Kolaborasi/komunikasi

Pembelajaran/rasa mau tahu nan berkelanjutan

Kemampuan beradaptasi

Pelayanan pelanggan

Pelayanan pelanggan

Manajemen proyek

Manajemen proyek

Empati

Pengkodean/desain internet

Seperti Apa Pekerjaan Desainer UI dan UX, dan Berapa Gajinya?

Pekerjaan desainer UX menggabungkan komponen pemasaran, desain, dan manajemen proyek. Ini adalah peran nan menantang nan melibatkan kajian pengguna dan persaingan, riset pengguna, pengembangan konten, serta struktur dan strategi produk.

Desainer UX diharapkan bekerja sama dengan desainer UI, berkoordinasi dengan pengembang, dan melacak tujuan. Pada akhirnya, desainer UX kudu menciptakan pengalaman teruji nan memuaskan pengguna dan selaras dengan tujuan perusahaan.

Pekerjaan desainer UI menggabungkan kajian pelanggan, riset desain, branding, dan pengembangan grafis. Selain itu, peran tersebut menuntut desainer untuk melakukan pembuatan prototipe UI, penyesuaian ukuran layar, interaktivitas dan animasi, serta bekerja dengan developer untuk mengimplementasikan antarmuka nan telah selesai.

Perancang UI bertanggung jawab atas apa nan dilihat pengguna dan merupakan perwakilan merek nan memberikan kesan pertama kepada pengguna terhadap aplikasi. Akibatnya, desainer UI kudu bekerja sama dengan rekan-rekan UX mereka untuk memastikan bahwa kreasi UI sesuai dengan pengalaman pengguna positif nan diinginkan oleh desainer UX.

Pintu kaca melaporkan bahwa desainer UI di Amerika Serikat memperoleh penghasilan rata-rata $109,536 in line with tahun, sementara posisi serupa di India bayar ₹687.000. Memang menunjukkan bahwa desainer UX di Amerika Serikat menghasilkan rata-rata tahunan sebesar $92,861, sementara rekan-rekan mereka di India memperoleh rata-rata ₹623,055 in line with tahun, menurut Taraf gaji.

Apakah Anda Tertarik Menjadi Desainer UI/UX?

Baik Anda mau menjadi Antarmuka Pengguna alias Perancang Pengalaman Pengguna, Simplilearn mempunyai apa nan Anda perlukan untuk memulai pekerjaan Anda. Program Grasp Ahli Desain UI/UX mencakup pendekatan komprehensif untuk semua tahap pengembangan kreasi UI/UX. Selain itu, Anda bakal mempelajari konsep penelitian UX, pemikiran desain, pembuatan prototipe dan style UI, arsitektur informasi, kegunaan, dan pengujian.

Kursus ini menawarkan Anda pendekatan desain-sentris terhadap antarmuka pengguna dan pengalaman pengguna, termasuk proses Desain nan Berpusat pada Pengguna, wireframe dan prototipe, serta konsep mengenai kreasi lainnya.

Karena semakin banyak organisasi nan mengaburkan pemisah antara UI dan UX, desainer nan pandai bakal memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadi mahir dalam kedua pilihan pekerjaan dan mencakup semua foundation mereka. Simplilearn adalah sumber daya nan bagus untuk Anda miliki saat menjelajahi pasar kerja UI/UX. Jadi, periksa Simplilearn hari ini, dan mulailah menguasai skill berbobot tersebut!

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita