Analisis-Tabungan mungkin bukan senjata tremendous Eropa dalam pertarungan ekonomi Oleh Reuters

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Analisis-Tabungan mungkin bukan senjata super Eropa dalam pertarungan ekonomi
© Reuters. FOTO FILE: Awan gelap terlihat di atas letak pembangunan gedung pencakar langit “4 Frankfurt” di sebelah patung penemu Jerman Johannes Gutenberg dan menara Commerzbank di Frankfurt, Jerman, 19 Juli 2023. REUTERS/Kai Pfaffenbach/Record Foto

Oleh Francesco Canepa

FRANKFURT (Reuters) – Ketika Eropa berupaya mempertahankan posisi mereka melawan pesaing-pesaing ekonominya, para politisi berpikir mereka mempunyai senjata rahasia: tabungan warganya nan belum dimanfaatkan.

Mulai dari Italia nan menjual obligasi pemerintah kepada rumah tangga, hingga pembicaraan di Perancis tentang produk tabungan pan-Eropa alias Inggris menawarkan keringanan pajak untuk investasi di saham Inggris, pemerintah di seluruh Eropa mencari langkah untuk memobilisasi kekayaan rumah tangga.

Semua rencana ini mempunyai pemikiran nan sama: Eropa mempunyai banyak biaya nan dapat disalurkan untuk mencapai tujuannya, mulai dari transisi ramah lingkungan hingga memperkuat militer.

Para politisi berambisi duit swasta, nan diinvestasikan dalam saham lokal alias utang pemerintah, dapat membantu menutup kesenjangan pertumbuhan dan produktivitas dengan Amerika Serikat dan Tiongkok, nan telah memberikan subsidi besar-besaran kepada industri mereka.

Namun para pengkritik mengatakan skema seperti itu berisiko mengecewakan para penabung dan kandas mengatasi kekurangan nan mengakar dalam type ekonomi Eropa nan mereka anggap menghalang investasi.

“Ini adalah langkah untuk menemukan solusi mudah terhadap persoalan nan sangat rumit,” kata Daniela Gabor, guru besar di Universitas West of England.

UANG TIDUR?

Masyarakat Eropa telah lama menabung lebih banyak dibandingkan penduduk Amerika dan kesenjangan tersebut semakin melebar akhir-akhir ini, kemungkinan lantaran ketidakpastian seperti perang di Ukraina.

Politisi seperti Menteri Keuangan Perancis Bruno Le Maire sekarang mengincar investasi ini, nan mencakup simpanan financial institution area euro sebesar 8,4 triliun euro.

Le Maire, nan berbincang tentang duit nan “tertidur” di rekening alih-alih berkontribusi terhadap kemakmuran, menginginkan produk tabungan pan-Eropa. Sementara itu, personil parlemen Perancis menyarankan penghematan dapat disalurkan ke perusahaan pertahanan dalam negeri melalui simpanan nan dijamin negara.

Di luar Uni Eropa, pemerintah Inggris telah mengusulkan jenis rekening baru nan memungkinkan penduduk Inggris berinvestasi hingga 5.000 pound ($6.301,50) di perusahaan domestik bebas pajak.

Skema seperti ini mempunyai masa lampau nan buruk.

Warga Italia nan membeli biaya nan disponsori pemerintah dan berinvestasi pada perusahaan skala mini dan menengah lokal bakal mempunyai keahlian jelek pada saham world rata-rata sekitar 35 poin persentase dalam lima tahun terakhir, menurut information dari perusahaan konsultan Research.

Banyak ahli ekonomi menolak pendapat duit tidak aktif, dan menyatakan bahwa simpanan merupakan sumber pendanaan krusial bagi financial institution.

“Gagasan tentang duit nan ‘tertidur’ lantaran berada di rekening financial institution sejujurnya cukup menggelikan, lantaran tidak ada nan menghalangi financial institution untuk memberikan pinjaman baru ketika ada peluang,” kata Benjamin Braun, ahli ekonomi politik di The Institut Max Planck untuk Studi Masyarakat.

Memang benar, perusahaan-perusahaan Eropa secara konsisten menempatkan pendanaan sebagai persoalan nan paling mini selama nyaris satu dasawarsa dan menghasilkan pendapatan nan cukup untuk membiayai semua investasi mereka, berasas information dari Komisi Eropa dan ECB.

Sebaliknya, Braun dan nan lainnya beranggapan bahwa rendahnya investasi di Eropa mencerminkan prospek pertumbuhan nan mini dibandingkan dengan Amerika Serikat. Perusahaan multinasional nan berinvestasi di luar negeri berfaedah area euro apalagi mengekspor modal, kata mereka.

“Mereka punya solusi untuk mencari suatu masalah,” kata Dirk Schumacher, kepala penelitian makro Eropa di Natixis.

“Saya tidak berpikir pengeluaran investasi perusahaan tersendat oleh kondisi pendanaan nan ketat, namun lantaran kurangnya permintaan dan banyak perubahan struktural.”

Dia menyebut persaingan dari Tiongkok, nilai daya nan tinggi dan kurangnya tenaga kerja terampil di antara faktor-faktor lainnya.

Mantan Kepala Financial institution Sentral Eropa Mario Draghi bakal melaporkan kepada para pemimpin UE musim panas ini mengenai isu-isu nan menghalang Eropa.

UTANG PUBLIK

Beberapa pemerintah sendiri meminjam langsung dari warganya.

Rumah tangga Italia merupakan pembeli terbesar utang publik negara tersebut pada tahun lalu, dengan publikasi obligasi baru-baru ini nan dianggap sebagai jalan pintas menuju liburan kapal pesiar. Inggris telah mengumumkan obligasi tabungan baru, berasosiasi dengan Belgia dan Yunani.

Keuntungan utama dari menarik penanammodal ritel adalah mereka tidak terlalu berubah-ubah dibandingkan penanammodal ahli dan lebih condong memegang obligasi hingga jatuh pace lantaran mereka tidak perlu mengkhawatirkan keahlian triwulanan mereka.

“Ada produk tabungan dahsyat nan telah bekerja cukup baik sepanjang sejarah nan memungkinkan negara mengarahkan duit publik ke bidang-bidang prioritas, dan itu adalah obligasi negara,” kata Braun.

Dia dan para ahli ekonomi lainnya mengatakan bahwa lebih banyak investasi nan dilakukan negara, nan tidak memerlukan untung finansial dalam waktu dekat, kudu menjadi bagian dari solusi terhadap tantangan jangka panjang bagi Eropa seperti membangun perekonomian nan lebih ramah lingkungan.

Namun dengan memberikan akses terhadap modal pasien kepada negara-negara nan sebagian besar mengalami defisit besar sejak pandemi COVID-19, obligasi nan ditargetkan untuk ritel ini berisiko melemahkan upaya untuk mengendalikan shopping publik.

Rumah tangga mungkin juga menyesal lantaran terlalu banyak memusatkan aset mereka di negara asal mereka, lantaran negara tersebut kemungkinan besar sudah mempunyai pendapatan utama dan rumah.

“Ini adalah dosa ganda: Anda menyerah pada diversifikasi dan memberikan insentif nan salah kepada pemerintah Anda,” kata Massimo Famularo, konsultan investasi nan berbasis di Milan.

($1 = 0,7935 pon)

(Grafik oleh Vineet Sachdev; diedit oleh Mark John dan Catherine Evans)

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita