Aksi brutal penganiayaan terhadap jurnalis, Pj Bupati Bandung Barat: segera ditindaklanjuti

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Bandung Barat | SekitarKita.id,- Baru-baru ini bumi perpolitikan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali tercoreng dengan adanya tindakan kekerasan terhadap wartawan peliputan diwilayah Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang. Hal ini mengundang keprihatinan beragam pihak.

Aksi kekerasan itu buntut dari dugaan pemberitaan nan ditulis soal penanganan kasus di Bawaslu KBB mengenai dugaan pelanggaran netralitas pemilu dilakukan Kades Wangungsari, Diki Rohani lantaran mengampanyekan calon legislatif partai PAN, M Yoga Alamsyah nan terbit di instansi pemberitaan RMOLJabar.

Personalan itu, Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Arsan Latif turut prihatin, semestinya kejadian itu tidak perlu terjadi terlebih di tahun politik ini, jika memang betul kepala Desa terlibat kampanye praktis untuk kiranya segera ditindaklanjuti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya baru mendengar, kelak di cek kebetulan kelak saya ke Lembang, saya mendapatkan info bahwa di ujung wilayah Lembang tidak terpantau,” kata Arsan saat ditemui di aktivitas Muremcam, Kecamatan Ngamprah KBB, Rabu (24/01/2024).

Ia menyebut, tentunya dengan adanya kasus dugaan penganiayaan terhadap jurnalis, pihaknya bakal berkordinasi dengan Polres Cimahi.

“Upaya kedepannya saya bakal berkordinasi (menindaklanjuti) dengan pak Kapolres,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, intimidasi dan kekerasan dialami Alvin Iskandar wartawan RMOLJabar nan bekerja di wilayah Cimahi-KBB, pada Sabtu (13/1/2024) kemarin dia mendapatkan kekerasan nan diduga dilakukan oleh oknum pesuruh kepala Desa Wangunsari, Diki Rohani.

Alvin mengatakan, kekerasan itu terjadi di instansi Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang KBB saat dirinya tengah melakukan peliputan tugas.

Ditengah itu, tiba-tiba di fiting (cekek) oleh tiga orang saat tengah menjalankan tugas jurnalistiknya meliput dugaan keterlibatan Kades Wangunsari, Diki Rohani dalam dugaan kasus pelanggaran netralitas pemilu ditangani Bawaslu KBB.

Saat situasi terdesak, Alvin berupaya memihak diri dan meronta hingga ketiga orang tak dikenal itu kabur melarikan terbirit-birit ke dalam gang sekitar depan Kantor Desa Wangunsari.

“Saya sedang mengambil foto instansi desa Wangunsari, lampau ada datang tiga orang tidak dikenal langsung memiting leher saya sembari berbicara ‘kamu nan bikin buletin kades’. Merasa terpojok spontan saya berupaya memihak diri,” katanya.

“Dengan memandang kebenaran nan saya alami, dugaan saya ini berangkaian dengan pemberitaan penanganan kasus di Bawaslu KBB soal keterlibatan seorang kades nan kasusnya ditangani sentra Gakkumdu Bawaslu KBB,” sambungnya.

Kendati demikian, meski mendapat intimidasi dan kekerasan, Alvin tetap mempertimbangkan apakah kasus ini bakal dibawa ke ranah norma alias tidak.

Dirinya tetap berupaya menunggu itikad baik para pelaku untuk duduk berbareng sebelum melimpahkan laporan kekerasan ini kepada pihak kepolisian.

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita