8 Tips Meningkatkan Cuan dan Belajar Investasi Saham Pemula

Sedang Trending 6 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Sobat B’Nerz nan sedang merencanakan untuk berinvestasi mungkin bisa memilih saham sebagai salah satu instrumen untuk berinvestasi. Belajar investasi saham tidak sekedar beli diharga murah dan jual diharga tinggi lohh. Lalu, gimana langkah belajar saham dari nol? Kali ini Bhinneka bakal membahas tips belajar investasi saham untuk pemula.

Selamat membaca B’Nerz!

belajar investasi saham

Belajar Investasi Saham

Investasi apa nan cocok untuk pemula? salah satu instrumen investasi nan bisa dicoba oleh pemula adalah saham. Belajar investasi saham sekarang sudah sangat mudah. Untuk memulai berinvestasi di instrumen saham juga tidak memerlukan modal nan besar.

Berapa minimal investasi saham? Untuk berinvestasi di instrumen saham hanya butuh modal awal 100 ribu rupiah sobat B’Nerz sudah bisa mulai berinvestasi di instrumen saham. Apa itu investasi saham? Investasi saham adalah aktivitas mengelola asset/harta dalam corak saham. Tujuan dari investasi saham adalah memperoleh untung berupa capital gain dan dividen.

Apa itu capital gain? Capital gain adalah selisih nilai dari transaksi jual-beli saham. Misal Anda membeli saham dengan nilai 50.000 dan menjualnya dengan nilai 55.000 maka, Anda telah mendapatkan Capital gain sebesar 5.000.

Apa itu dividen? Dividen adalah pembagian untung dari perusahaan kepada pemegang saham. Perusahaan biasanya membagikan dividen satu sampai dua kali dalam setahun. Namun, dalam beberapa kasus terkadang perusahaan tidak membagikan dividen sama sekali.

Untuk meningkatkan cuan alias untung dalam berinvestasi diinstrumen saham, berikut 8 tips nan bisa sobat B’Nerz jadikan referensi.

Baca Juga: Perbedaan PT Terbuka dan PT Tertutup

belajar investasi pasar saham

8 Tips Investasi untuk Pemula di Instrumen Saham

1. Kenali dan Pilih Sekuritas Terpercaya

Perusahaan sekuritas adalah mereka nan bakal menjembatani penanammodal untuk melakukan aktivitas transaksi perdagangan instrumen saham. Membuat akun sekuritas sama seperti membikin rekening debit alias akun e-wallet. Anda bisa membuatnya secara online alias datang langsung ke instansi sekuritas terdekat.

Saat ini sudah banyak perusahaan sekuritas nan menawarkan pembukaan akun dengan deposit awal hanya 100 ribu rupiah. Namun, pastikan sekuritas nan Anda pilih sudah terdaftar sebagai personil Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mempunyai izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kenali juga rekam jejak dari perusahaan sekuritas pilihan Anda, sehingga Anda bisa berinvestasi dengan kondusif dan terhindar dari investasi di perusahaan bodong.

2. Dapatkan Informasi mengenai Investasi Saham dari Berbagai Sumber

Tentunya sebelum memulai berinvestasi Anda kudu banyak mencari tahu dan membaca tentang instrumen investasi saham. Anda kudu membekali diri Anda, setidaknya dengan pengetahuan dasar mengenai investasi saham. Supaya Anda tidak membeli kucing di dalam karung alias ikut-ikutan orang saja.

Mungkin Anda bakal menemukan istilah-istilah teknis nan baru pertama kali Anda dengar. Namun, seiring membaca dan belajar nantinya Anda bakal memahami makna dari istilah tersebut seperti capital gain dan dividen yang sebelumnya telah kita bahas.

Anda bisa mendapatkan sumber info nan terpercaya dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI). Anda bisa mengikuti kelas seminar saham nan diselenggarakan oleh BEI, perusahaan sekuritas, alias organisasi penanammodal saham baik nan berbayar alias gratis. Anda juga bisa membaca buku-buku tentang investasi khususnya saham.

investasi pasar modal

3. Jangan Sembarang Mengikuti tips Investasi Saham

Perlu diingat, dalam berinvestasi tidak dapat diprediksi bakal 100% sukses alias gagal. Dengan banyaknya sumber info saat ini membikin penanammodal pemula menjadi lebih susah dalam memilah info nan ada. Pastikan Anda menjadi penanammodal nan berkepala dingin dan dapat memilah info dengan baik.

Sadari bahwa nama besarpun tidak menjamin 100% validitas info nan diberikan. Pastikan Anda tidak menelan semua info mentah-mentah tanpa melakukan kajian berdikari terlebih dahulu.

Baca Juga: Apa itu Annual Report ? Serta Fungsinya Bagi Perusahaan

4. Tentukan Tujuan Investasi Anda

Menentukan tujuan investasi merupakan pondasi dari rencana investasi Anda kedepan. Sebelum mulai berinvestasi pastikan Anda sudah mempunyai tujuan investasi nan jelas. Tujuan investasi nan umum biasanya seperti mempersiapkan biaya pensiun, biaya pendidikan, modal usaha, alias membeli kendaraan.

Dari tujuan investasi tersebut Anda menjadi tahu apakah investasi Anda merupakan jangka pendek, menengah, alias panjang. Perbedaan jangka waktu dalam berinvestasi bisa menjadi pertimbangan Anda kelak untuk memilih saham nan bakal Anda beli. Namun, jika berinvestasi tentunya lebih disarankan dalam jangka panjang lebih dari lima tahun.

5. Pergunakan Dana Lebih alias Uang Dingin

Berinvestasi di instrumen saham tentunya mempunyai risiko. Untuk mengantisipasi akibat tersebut Anda bisa menggunakan biaya lebih alias duit dingin nan memang dialokasikan untuk berinvestasi. Berinvestasi dengan duit dingin tentunya membikin emosi lebih tenang ketika kondisi saham alias portofolio kita sedang dalam kondisi nan tidak bagus.

Pastikan Anda tidak menggunakan duit makan apalagi sampai berhutang. Dengan menyisihkan duit untuk berinvestasi, secara tidak langsung kita membiasakan diri untuk bisa berhemat dan menabung. Anda bisa mulai menyisihkan 10% dari pendapatan setiap bulan untuk berinvestasi.

belajar resiko investasi

6. Jangan Tempatkan Seluruh Dana pada Satu Sektor nan Sama

Mungkin Anda pernah mendengar istilah “don’t put your eggs in one basket”. Istilah tersebut muncul sebagai ungkapan jika kita meletakan semua telur didalam satu keranjang dan keranjang tersebut terjatuh, maka besar kemungkinan semua telur bakal pecah. Begitupun jika kita berinvestasi di instrumen saham hanya pada satu sektor.

Bagi pemula mungkin bakal sedikit susah untuk mendisversifikasi portofolionya. Tapi tenang, Anda bisa melakukannya perlahan sembari Anda terus belajar. Misal Anda mulai belajar dengan membeli saham disektor perbankan selama 3 bulan. Maka dibulan-bulan selanjutnya Anda bisa mulai mencari tahu dan belajar tentang keahlian saham-saham disektor lain.

7. Konsisten Alokasikan Dana Investasi dengan Orientasi Jangka Panjang

Seperti nan telah sedikit disinggung sebelumnya, Anda bisa memulai investasi dengan menyisihkan 10% dari pendapatan setiap bulan Anda. Pastikan Anda menyisihkan diawal ketika Anda baru menerima penghasilan Anda. Karena biasanya jika disisihkan diakhir sudah tidak ada lagi duit nan tersisa.

Sejak awal memulai investasi, Anda kudu berkomitmen untuk bisa menyisihkan setiap bulannya dengan orientasi jangka panjang. Usahakan untuk terus meningkatkan duit nan Anda sisihkan di setiap bulannya. Idealnya Anda bisa menyisihkan sampai 30% dari pendapatan Anda.

Selalu ingat investasi tidak selalu menawarkan keuntungan. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya pengalaman dalam berinvestasi, Anda bisa meningkatkan alokasi biaya investasi Anda.

Baca Juga: Tips Menabung Agar Cepat Terkumpul

8. Pertahankan Tujuan Investasi

Last but not least, mempertahankan tujuan investasi menjadi perihal nan perlu dilakukan jika Anda sudah menentukan tujuan investasi Anda dan mulai menyisihkan pendapatan Anda untuk berinvestasi. Tidak mudah untuk mempertahankan tujuan investasi, lantaran ditengah jalan kerap kali kita tergoda dengan tabungan investasi kita sendiri.

Misal, Anda berkomitmen berinvestasi sebagai modal upaya 5 tahun kedepan. Setelah rutin menyisihkan setiap bulannya, pada tahun ke-3 Anda mendapat info tentang motor keluaran terbaru nan sangat Anda inginkan. Tidak menutup kemungkinan perihal tersebut bisa menjadi argumen Anda untuk menarik duit investasi Anda.

Jadi, pastikan Anda mempertahankan tujuan investasi Anda hingga akhir.

Itulah 8 tips untuk mulai belajar investasi saham agar semakin meningkatkan cuan sobat B’Nerz. Sebagai pemula kita kudu pandai memilah info dan terus belajar agar dapat meningkatkan cuan portofolio kita.

Selengkapnya
Sumber Kabar Tekno Bhinneka
Kabar Tekno Bhinneka